tidak datang

aku tidak datang ke TPS. waktu silaturrahmi lebaran ke pak RT, beliau yang sekaligus menjadi ketua KPPS bertanya padaku.

” kenapa kamu tidak datang ke TPPS?” tanya beliau.

” saya tidak memilih, Pak.” jawabku.

” kenapa?”

” karena pemerintah sekarang melanggar hukum islam dan kalau saya memilih mereka berarti saya mendukung mereka dalam melanggar hukum islam. artinya nanti saya melanggar hukum islam juga.”

“memangnya hukum yang mana yang mereka langgar?”

” banyak sekali. pemerintah melegalkan riba, bunga bank padahal Al-qur’an mengharamkannya. pemerintah melegalkan perzinaan, prostitusi, seks bebas. pemerintah juga melegalkan hiburan malam, minuman keras dan lain-lain. bahkan pemerintah menjual kekayaan alam indonesia ke negara-negara asing yang akibatnya membuat BBM, listrik dan harga-harga sembako naik.”

” nggak bener itu! pemerintah menghukum pemerkosaan. pemerintah tidak menjual bebas miras. pemerintah juga mengelola kekayaan alam. itu BUMN sama pertamina.”

” pemerkosaan memang dihukum, pak, tapi kalau dilakukan suka sama suka pemerintah tidak menghukum. buktinya pemerintah tidak melarang pacaran, padahal banyak seks bebas dilakukan lewat jalan pacaran. lihat saja banyak anak muda yang pacaran sekarang begitu mesumnya.”

” pemerintah tidak menjual miras tapi pemerintah tidak melarang, menghukum atau menutup pabrik miras. iya kan?” tanyaku.

” itu bulan puasa banyak razia miras. dulu di alun-alun kota banyak juga miras dihancurkan. kamu melihat sendiri kan?”

” iya pak. tapi kenapa cuma itu? harusnya menutup pabriknya juga, bikin aturan melarang pabrik miras berdiri. siapapun yang minum harus dihukum. kenyataannya? sampai oplosan bikin macam-macam. mabuk-mabukan sudah umum.”

” terus BUMN dan pertamina, mereka memang mengelola kekayaan alam. seperti telkom, PLN, indosat. tapi lebih dari 50% sahamnya dikuasai asing. kekayaan alamnya dikuasai asing. hanya sedikit yang diberikan kepada rakyat. makanya rakyat rebutan itu. makanya juga harganya jadi mahal.”