perbedaan antara hadiah, denda dan suap

dulu ada cerita di gereja bahwa seorang biarawati berjanji akan memberi anak-anak permen kalau anak-anak itu bisa mengajak anak-anak lain rajin datang ke gereja. seorang anak protes. dia bilang,”bukankah itu menyuap?”
sejak saat itu anak itu tidak percaya lagi pada gereja dan agamanya. dia keluar dari agamanya.
aku harus menjelaskan perbedaan ketiga hal ini agar jelas sebab konep ini ada dalam agama Islam juga. hadiah, denda dan suap. apa bedanya?
1. hadiah berarti pemberian kepada orang lain yang telah berhasil melakukan sesuatu. hadiah diberikan sebagai penghargaan kepada orang itu. hadiah juga diberikan sebagai motivasi agar yang lain menirunya, agar dia mempertahankanya bahkan meningkatkan usahanya. kadang dalam Islam hadiah tidak hanya diberikan atas prestasi. infaq, pemberian cuma-cuma bisa diberikan kapan saja tanpa menunggu prestasi atau hal yang berharga. hadiah bisa uang atau barang. contohnya ayah memberi hadiah kepada anaknya, negara memberi hadiah kepada orang miskin, perusahaan memberikan hibah.

2. denda adalah hukuman yang telah ditentukan oleh pembuat hukum berupa uang yang harus dibayar pelanggar hukum. tujuannya agar membuat dia jera dan mencegah orang lain melakukan yang sama. denda harus dibuat berat untuk memberikan efek yang signifikan. contohnya orang yang berburu waktu haji mendapat hukuman denda dalam jumlah tertentu.

3. suap adalah memberikan uang kepada petugas hukum atau pemerintah agar bisa lolos dari tagihan pemerintah, hukuman pemerintah baik tindakan tertentu atau denda tertentu. hukuman kadang berupa denda. tagihan juga berupa uang. suap juga membayar uang. bedanya tagihan dan denda ukurannya besar dan uangnya diberikan kepada pemerintah, seangkan suap meskipun jumlahnya bisa besar, jumlahnya jauh lebih kecil daripada tagihan dan denda yang diminta pemerintah. uang itu mengalirnya nanti juga ke dana pribadi petugas pemerintah. suap juga diberikan kepada pemerintah untuk membuat kebijakan yang menguntungkan perusahaan atau mencegah/ mengangulir kebijakan pemerintah yang merugikan perusahaan. perusahaan besar yang mampu melakukan ini. dalam suap ini kadang bercampur dengan hadiah. hadiah itu baik dan suap itu buruk. masalahnya ketika keduanya bercampur, yaitu oknum perusahaan memberikan hadiah kepada pejabat pemerintah untuk membuat hukum yang menguntungkan mereka. hadiah itu awalnya tanpa maksud, tapi nanti lama-lama ada maunya. setelah banyak diberi pejabat akan sungkan, jadi ia menurut. dari situ penyuapan terjadi. suap juga berupa uang, hadiah atau apapun yang diberikan kepada petugas untuk menjalankan tugasnya padahal tanpa suap petugas pun memang seharusnya melakukannya karena itu memang tugasnya. misalnya polisi mau mengurus laporan kriminal jika diberi uang oleh pelapor/ korban kriminalitas. tanpa uang tambahan polisi tidak mau mengurusi atau mengurusinya asal-asalan.

dari penjelasan di atas dapat dipahami perbedaan antara ketiganya. yang pertama baik dan boleh dilakukan. yang kedua hukum yang harus ditegakkan. jangan melanggar hukum agar tidak didenda. yang ketiga haram dan tidak boleh dilakukan.