meramu langkah-langkah membuat cerpen dari unsur-unsur intrinsik cerpen

di sekolah guru bahasa indonesia kita pasti pernah mengajarkan unsur intrinsik cerpen. unsur intrinsik cerpen ada 6 yaitu:

a. tema

tema adalah topik yang disampaikan dan dibahas dalam cerpen. tema adalah bidang kehidupan yang melingkupi isi cerpen. tema cerpen contohnya agama, sosial, persahabatan, cinta, keluarga, politik dll.

b. tokoh

tokoh adalah orang fiktif yang menjalankan isi cerita. tokoh itu jika dilengkapi dengan deskripsi lengkap beserta kepribadiannya disebut penokohan.

dari segi penampilan di cerita tokoh dibagi menjadi dua:

1. tokoh utama/ tokoh sentral, yaitu tokoh yang diceritakan dalam cerpen. dia menjalani cerita. dia yang menghadapi konflik dan dia pula yang menyelesaikan.

2. tokoh figuran, yaitu tokoh yang hanya berfungsi sebagai pengisi peran lain dan pendamping tokoh utama.

dari segi posisi dalam cerita tokoh dibagi menjadi tiga:

1. tokoh protagonis, yaitu tokoh utama cerita. biasanya dia tokoh yang baik. tokoh protagonis memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai dalam ceritya. nah cerpen berusaha menceritakan usaha tokoh protagonis tersebut. tokoh protagonis diharapkan menjadi idola dan harapan pembaca sewaktu membaca cerpen.

2. tokoh antagonis, yaitu tokoh yang menentang tokoh utama. dia biasanya tokoh jahat.

3. tokoh tritagonis, yaitu tokoh netral dan menjadi pelerai antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis.

c. setting

setting artinya latar. setting dibagi menjadi tiga: setting waktu, tempat dan suasana. setting menjelaskan waktu, tempat dan suasana kejadian cerita.

 

d. alur

alur yaitu jalan cerita dalam cerpen. alur dibagi menjadi tiga:

alur maju: cerita berjalan dari masa lalu, masa kini ke masa depan.

alu mundur: cerita berjalan dari masa kini ke masa lalu.

alur campuran: cerita berjalan dari masa kini, ke masa lalu kemudian ke masa depan. dalam alur ini kadang banyak masa lalunya. secara umum alur cerita ini seperti ini:

1. perkenalan

2. permulaan masalah.

3. perumitan.

4. klimaks.

5. penurunan/ anti klimaks.

6. ending/ penutup.

 

e. sudut pandang

sudut pandang adalah posisi yang digunakan penulis untuk menceritakan cerpen. ada dua sudut pandang di sini:

1. narator/ pencerita/ penulis menjadi tokoh utama. umunya disebut tokoh pertama pelaku utama. ciri-ciri sudut pandang ini adalah banyak kata ganti “aku” di dalam cerita.

2. narator/ penulis/ pencerita tidak menjadi tokoh utama. di sini tokoh utamanya orang lain dan penulis hanya menjadi penyampai cerita. ciri-ciri sudut pandang ini adalah banyak kata ganti “dia” dalam cerita.

f. amanat

amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis kepada pembaca melalui cerita. amanat lebih khusus dari tema. amanat pun lebih khusus dari ide pokok cerita. amanat berupa nasehat yang bisa diambil dari cerita.

sekarang setelah tahu unsur-unsur intrinsik cerpen kita bisa meramu langkah membuat cerpen dari unsur-unsur di atas. langkah-langkahnya sebagai berikut:

a. tentukan tema

kamu mau manulis cerita tentang apa? bidang apa yang kamu tulis? tentukan dulu tema kamu. ini membantu kamu merumuskan tujuan kamu menulis cerita. tema selain bidang-bidang kehidupan juga bisa genre-genre cerita seperti fiksi ilmiah (aku suka ini), sejarah, fantasi, action, horror, thriller, petualangan, kisah cinta, persahabatan, keluarga dan lain-lain.

setelah membuat tema buat ide pokok cerita. ide pook ini harus spesifik, khusus dan jelas biar kita tahu apa yang kita tulis. di sini juga kita buat rancangan cerita, misalnya tokoh utama melakukan apa, untuk tujuan apa, hambatannya apa, lalu cara mengatasinya gimana. kita tulis semua di sini.

b. tentukan tokoh-tokoh

tentukan tokoh utamanya, tokoh antagonis, tritagonis. tentukan nama dan buat deskripsi mereka selengkap mungkin sampai jelas dan bisa dibedakan dengan yang lain sehingga pembaca bisa membayangkan dengan jelas tokoh utama. lalu bedakan antara tokoh utama dengan dengan tkoh figuran. jangan salah fokus. ceritakan mayoritas tentang tokoh utama, bukan tokoh figuran.

c. tentukan setting

tentukan tempat, waktu dan suasana tempat kejadian cerita. gambarakan dengan detil. tampatnya bisa nyata atau fiktif tapi usahakan bisa menceritakan dengan jelas. waktu harus tepat. nuansa juga harus mendukung. misalnya masak cerita horor di waktu siang bolong?

nanti dalam menunjukkan setting waktu juga harus masuk akal. nggak lucu kalau menceritakan melihat bintang-bintang di langit yang biru.

d. tentukan alur ceritamu

di sini dibuat rancangan cerita kamu. pilih alur yang paling seru menurut kamu. kamu bebas membuat alur yang kamu mau. kamu penguasa ceritanya. kamu penguasa takdirnya.

dari alur di atas sebaiknya untuk pemula pakai alur maju. itu yang paling gampang. alur maju mengalir dari masa lalu ke masa depan. alur mundur sering digunakan dalam cerita kriminal, misteri, horor dsb. alur campuran digunakan untuk cerita yang kompleks. alur campuran biasanya dipakai dalam novel. dalam cerpen yang singkat dan ketat tak disarankan memakai alur campuran sebab menghambat cerita. cerpen itu harus cepat, bro!

e. tentukan sudut pandang

pilih sudut pandang paling seru dan menantang dalam cerita. kamu bisa pilih gaya “aku” atau”dia”.  kalau sudut pandang “aku” terkesan berani, bertualang, hebat tapi juga bisa berkesan lebay. sedangkan sudut pandang “dia” berarti pembaca dan narator cuma jadi penonton kehebatan orang lain. gaya”dia” juga bisa jadi kuat jika penokohan dan aksi-aksi yang dilakukan tokoh utama kuat.

f. sisipkan amanatmu

nah, ini yang terakhir. masukkan pesan kamu di sini. kamu pikirkan dulu:

apa yang mau kamu sampaikan kepada pembacamu?

nasehat apa yang mau kamu berikan kepada pembacamu?

apa manfaat dari tulisanmu untuk pembacamu?

kalau ada lanjutkan tulisanmu, kalau tidak batalkan, atau tentukan dulu. amanat bisa saja klisa atau cari yang baru. amanat klise contohnya: kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan. semua film superhero selalu cerita seperti ini.

mungkin kamu mau tema lain seperti: durhaka kepada orang tua membawa celaka. jadi jangan durhaka kepada orang tua. ini amanat dongen malin kundang ya? emang.

 

amanat ini muncul nanti di akhir cerita, cuma jangan ditulis terang-terangan. nanti cerpennya jadi ceramah. biarkan amanat itu menghablur dalam seluruh tulisan kamu. biar pembaca yang menangkapnya setelah membaca dan meresapi seluruh cerita.

amanat ini gak perlu kerjain di awal. di awal tulis aja fantasi kamu sesuka kamu. biarkan imajinasi melayang bebas. setelah semua kamu tulis, pada tahap editing baru kamu masukin amanat di sana.

yap! itu tadi langkah-langkah membuat cerpen yang diramu dari unsur-unsur intrinsik cerpen. gimana? udah siap menulis cerita kamu sendiri? aku tunggu cerita dari kamu, ya? bye 🙂