mengaji sedikit-sedikit

kepadaku ustadzku

ustadz aku ingin mengatakan sesuatu. kalau boleh saya ingin curhat sebentar boleh ya?

akhirnya saya merasa jemu mengaji. saya jenuh dan bosan. terlalu banyak mengaji membuatku tak bisa berpikir, merenung, mencatat, memperhatikan dan mengamalkan mereka. saya tidak bisa meresapi semua karena terlalu banyak informasi yang masuk. akhirnya tak ada satupun yang tinggal. semua masuk telinga kiri keluar telinga kanan. 

semua itu karena terlalu banyak mengaji. setiap hari harus mengaji. sedangkan pagi sampai sore kerja. lalu malam istirahat atau aktivitas lain. oleh karena itu sebenarnya aku tidak ingin terlalu banyak mengaji. aku ingin mengaji mungkin 2 – 3 hari seminggu. waktu mengajinya sebentar. 1 jam saja mungkin cukup. caranya membaca kitab dalam bahasa indonesia lalu diterangkan. aku mencatat lalu menulis ulang dengan pemikiranku. aku tulis dan resapi. di situ aku masukkan ke dalam hati lalu aku posting ke blog agar tersebar ke orang banyak. jadi ilmu dari mengaji mengnedap di hatiku sudah aku bahasakan dengan bahasa pribadiku lalu aku sebarkan.

ketika mengaji terlalu banyak aku jadi merasa seperti zombie berjalan di padang pasar. aku bergerak tanpa jiwa. aku hanya menjalankan kewajiban yang aku tak suka. aku lalu berjalan di pasir-pasir. pasir-pasir itu lambang ilmu yang terbang sia-sia. ilmu banyak yang datang dan digenggam tapi akhirnya terlepas ditiup angin (waktu). aku tak bisa menahannya. jadi semua pergi begitu saja. tak ada ilmu yang mengendap di otakku. semua yang kupelajari jadi sia-sia. itulah akibatnya kalau kebanyakan mengaji.

oleh karena itu aku ingin mengaji sedikit-sedikit. pelajari ilmu sedikit, dengarkan, catat/ tulis, resapi dalam hati, renungkan, lalu sebarkan. ilmu sedikit yang diresapi dan diamalkan lebih baik daripada ilmu banyak yang tidak diamalkan sebab tidak kelihatan buah ilmunya. ilmu itu ada tanggung jawabnya lo.

 dalam kekuatan yang besar terkandung tanggung jawab yang besar – spiderman.

dalam pengetahuan yang besar mengandung konsekuensi yang besar. itu pepatah dariku. mason dan perkumpulan-perkumpulan rahasia juga berpandangan seperti itu. mereka hanya membagikan ilmu kepada orang yang dipandang mampu sebab kalau tidak mampu malah akan membuat bencana seperti anak kecil diberi senjata, bisa berbahaya. begitu juga ilmu tasawuf kalau diberikan kepada mualaf, bisa rusak akidah mereka.

nah kalau ilmuku sedikit, yang perlu kuamalkan juga sedikit. semua jadi bisa kuamalkan.  seperti prinsip-prinsip. aku jadi takut mengaji atau punya ilmu banyak. tapi yang dibutuhkan untuk hidup memang banyak.

aku ingin mengaji sedikit-sedikit seperti mengumpulkan berlian. ilmu yang sedikit bagiku lebih berharga. aku ingin mencatat ilmu yang sedikit. aku kumpulkan lalu aku bisa bagikan kepada orang banyak. kata nabi:” sampaikan dariku walau satu ayat.”

dalam hal ini aku jadi ingin berbagi sedikit saja.

aku ingin mengaji yang sedikit seperti berlian itu seperti mengaji suatu pemikiran di mana pemikiran itu nanti mengubah pandangan hidup. pandangan hidup kita terhadap dunia tidak lagi sama. kita menemukan kesadaran yang baru. seperti film matrix. dunia tak lagi sama dengan ilmu agama itu. itulah yang aku cari dan aku inginkan selama ini. aku berharap aku menemukan kebenaran. saat aku menemukannya dan bahagia dengannya aku akan mau hidup menjalaninya.

tambahan lagi, ustadz aku ingin mengaji yang sistematis. aku berpandangan hidup harus sistematis, rapi dan terencana. jadawal mengaji kita rutin dan intensif. itu sudah bagus. di sisi lain aku ingin mengaji islam dari awal seperti mualaf, tapi kata ustadz bisa. kita sudah di tangah islam dan kewajiban yang harus kita lakukan banyak. jadi aku harus lakukan. meskipun begitu aku tetap ingin belajar islam dari awal seperti preman pensiun atau cerita-cerita lain. seperti kisah klasik preman jatuh cinta pada muslimah lalu preman itu bertobat lalu mempelajari islam hingga jadi ustadz. itulah jalan hidup yang kuinginkan.

aku merasa aku dulu preman, anak nakal walau tak pernah merokok, balap motor, malak orang atau begal. tapi aku arang beribadah dan tidak suka dengan orang slih. aku lebih suka jadi orang bebas, orang liberal, orang modern yang terbuka, toleransi dan bergaul dengan siapapun. sekarang kalau jadi orang islam solih, aku akan jadi orang eksklusif, dan kaku.

okelah kalau begitu asal aku bisa menemukan runtutan dan jalan ilmunya menuju ustadz dan orang solih itu. dan jalan itulah yang aku cari waktu mengaji. semoga ketemu. semoga ustadz mau mengerti dan mengabulkan permintaanku.

saya ingin mengulangi mengaji dan pelan-pelan. nanti aku catat setiap selesai mengaji. itu yang membuat aku mau mengaji. itu yang membuat mengajiku bermakna, berarti dan berharga. itu pula yang membuat mengajiku berkesan. dengan cara begitu aku akan mau mengikuti ustadz. aku akan mau istiqomah mengaji kepada ustadz seandainya ustadz mau mengabulkan. maukah ustadz mengabulkan?