mencari agama yang benar

agama adalah kepercayaan terhadap hal supranatural yang telah tersistematisasi. hal ini membedakan agama dengan kepercayaan, kepercayaan mistik yang didasarkan pada cerita-cerita yang diwariskan.
menurut teori-teori religi antropologi, agama adalah perkembangan dari kepercayaan dalam budaya kuno yang masih pagan dan primitif. dalam budaya-budaya primitif tersebut kepercayaan masih lebih kuat daripada agama dan logika karena pikiran yang belum maju.

agama dan kepercayaan sebagai hasil dari pemikiran dan pencarian manusia yang panjang atas pertanyaan-pertanyaan besar sepanjang hidupnya seperti arti hidup, alam semesta, tingkah laku manusia dan lain-lain. dari hasil perenungan dan pemikiran inilah kepercayaan dilahirkan.

dalam upaya pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan besar ini tak jarang pikiran manusia menemukan hasil yang berbeda seperti hindu, buddha, taoisme, kong fu cu, paganisme, kapitalisme, dan atisme. jika hal ini dibiarkan lama-lama manusia akan terpecah belah dengan chauvinisme berlebihan sehingga peperangan antar kepercayaan tak bisa dielakkan.

selain itu kepercayaan yang didasarkan pada pemikiran manusia masih tak bisa valid dan 100% benar karena manusia masih dipengaruhi nafsu, sesuci apapun itu. pandangan tipa manusia juga bisa berbeda dengan orang lain, bahkan kadang bertentangan seperti aliran determinisme dan aliran nondeterminisme. hanya tolransi yang bisa menenangkan mereka sejenak.

oleh karena itu agama harus diturunkan langsung oleh tuhan dari sumbernya langsung karena pikiran manusia takkan mampu menjangkaunya. tuhan harus menjelaskan sendiri tentang lam semsta, yang takkan mampu dijelajahi oleh manusia.tuhan kemudian menjelaskan peraturan hidup yang harus dipatuhi manusia-karena tuhan tahu segala hal tentang manusia- jika manusia ingin hidupnya aman dan damai. untuk hal non material tuhan tidak menjelaskan melainkan sedikit karena manusia tidak atau belum siap menerimanya.

dengan begitu agama yang benar adalah agama yang langsung bersumber pada tuhan dengan struktur keyakinan yang lengkap pada penjelasan alam semesta dan tingkah laku mansuia yang terbukti benar dan dapat diaplikasikan, serta peraturan hidup yang lengkap, universal serta mampu menjawab segala pertanyaan manusia sepanjang sejarahnya.

menilai sebuah agama yang benar dan salah kadang mudah kadang sulit. contoh mudahnya adalah memikirkan keyakinan dan peraturan hidupnya apakah bisa dilaksanakan di setiap tempat setiap zaman. juga logiskah kepercayaan itu. jika keyakinan dan peraturan hidup itu logis, mungkin saja sudah ada yang benar dalam keyakinan agama itu. akan tetapi belum semuanya.

tetapi, menilai dengan logika saja tidak cukup untuk menilai kebenaran ari suatu agama. hal ini dikarenakan agama mencakup sisi metafisika yang tak bisa dijelaskan dengan akal. hukum di langit tidak sama dengan hukum di bumi sehingga apa yang berlaku di bumi bisa saja berbeda dengan aslinya. tuhan, surga dan neraka tidak bisa dibuktikan dengan persamaan matematika, akan tetapi bisa dijelaskan dengan hati. akan tetapi metafisika agama itulah yang justru paling dibutuhkan dari sebuah agama. untuk perkara-perkara real cukup hukum alam dan sosial yang mengurus.

metafisika memang membingungkan unutk dibahas. selain ia abstrak, ia juga bekarja di luar normalitas. ia telah tertancap dengan erat di hati tiap pemeluknya sehingga menyuruh orang berpindah agama berarti berganti pandangan hidup yang dulu dengan yang baru yang bisa sanagt sulit diadaptasikan. jika seseorang telah memeluk sebuah agama ia harus menerima dan memepercayai semua keyakinan dan doktrin yang ada dalam agama tersebut. walau bagaimanapun doktrin itu.

salah satu alternatif dalam menentukan agama yang benar adalah dengan melihat kitab sucinya. tiap agama wajib memiliki kitab suci karena dengan kitab suci struktur agamanya menjadi jelas dan terdokumentasi secara otentik sepanjang masa. setiap agama yang tidak memiliki kitab suci, statusnya diturunkanmenjadi kepercayaan dan harus ditolak menjadi agama yang benar.

yang kedua kitab suci isinya harus tetap karena ia diturunkan dari tuhan yang tidak dikuasai waktu dan abadi sepanjang zaman. kitab itu berisi kerangka satatis yang tetap akan tetapi memiliki aplikasi yang dinamis sehingga tidak ketinggalan zaman. ingat kitab suci berisi kerangka statis sehingga setiap usaha yang mengedit satu huruf pun akan menodai otentisitas kitab suci agama itu.

yang ketiga isi kitab suci harus pantas untuk dibaca dan dipikirkan karena ia diciptakan oleh tuhan yang maha mengetahui dan maha bijaksana. isinya tak boleh mengandung kekerasan, kesalahan, pornografi, sadisme dan sebagainya. ia adalah suyci. maka isinya juga harus suci dari segala noda. maka ia harus pantas dibaca dan susunannya pantas.

selain dari kitab suci kebenaran sebuah agama juga bisa diuji dari praturan hidupnya, sebagaimana diterangkan di awal. apakah ia bisa diterapkan secar universal dan abadi tanpa mengubah kerangka statisnya? apakah ia masih bisa diterapkan jika pemeluknya dan masyarkatnya beada ditempat lain? apakah ia juga memiliki peraturan darurat yang berguna unutk mengantisipasi keadaan mendadak? dengan kata lain hukum tata hidup agamaharus komprehensif dan menyeluruh. agama lokal dan kaku serta ketinggalan zaman sudah tidak diperlukan.

mungkin masih dua hal tersebut yang dapat diuji dalam mencvari agama yang benar. cara-cara di atas m,asih alternatif sehingga tidak menutup kemungkinan mencarti jalan penilaian lain. satu jalan eksklusif menuju tuhan dan menjawab pertanyaan tujuan semua ilmu pengetahuan tentangtujuan hidup manusia. ingat kebenaran ekskluif, no pluralisme dan tetap pada pencarian agamayang benar, agama sejati