kritik atas hukum kekekalan energi

dulu di kelas 1 SMP pelajaran fisika aku diajari hukum kekekalan energi. teman-teman masih diajari juga ya? bunyi hukum kekekalan energi itu berbunyi:

energi tak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnahkan. energi hanya diubah bentuknya dan dipindahkan ke tempat lain.

dalam hati aku langsung protes. apa kalau begitu Tuhan tidak bisa menciptakan dan memusnahkan energi? padahal Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta beserta segala isinya. Tuhan mampu menciptakan seluruh materi, ruang, waktu, dan alam gaib masak tidak bisa menciptakan energi?

aku lalu sadar hukum ini mengajarkan materialisme. materialisme adalah keyakinan filsafat meyakini bahwa yang ada hanya materi dan energi. tak ada Tuhan, akhirat dan hal-hal gaib. materi dan energi tanpa awal dan akhir. mereka semua hanya berubah. alam semesta menjadi abadi.

filsafat materialisme di atas jelas salah sebab menyalahi aqidah islam. filsafat materialisme menolak dan mengingkari keberadaan dan peran Tuhan di seluruh alam semesta dan proses -proses fisika. padahal semua terjadi menuruti kehendak Tuhan. hukum kekekalan energi di atas juga menyalahi ajaran Islam. barangsiapa meyakini itu dia telah kafir sebab meyakini Tuhan memiliki kelemahan dan kelebihan materi atas Tuhan, padahal Tuhan maha kuasa.

setelah hukum di atas salah secara aqidah, aplikasinya ternyata berbeda juga. aplikasinya ternyata kesamaan total energi sebelum dan sesudah aksi-reaksi. aplikasinyayang diajarkan dalam energi mekanik. bunyinya:

EP1 + EK1 = EP2 + Ek2.

Ep1 = energi potensial sebelum aksi.

Ek1 = energi kinetik sebelum aksi.

Ep2 = energi potensial setelah aksi.

Ek2 = energi kinetik setelah aksi.

kalau caranya begitu mah, itu namanya bukan hukum kekekalan energi, itu namanya hukum konstanitas total energi. artinya total energi sebelum dan sesudah aksi besarnya sama. syaratnya sistemnya sistem energi tertutup. artinya tidak energi dari dalam sistem yang keluar dan tidak ada energi dari luar sistem yang masuk. jadi itu khusus sistem yang terisolasi. kenyataannya di alam, sistem-sistem itu saling terbuka. proses-proses fisika antar bagian di alam semesta saling mempengaruhi dengan yang lain.

oleh karena masalah aqidah dan aplikasi di atas aku mengusulkan nama hukum kekekalan energi diubah menjadi hukum konstanitas energi. bunyinya : dalam sistem tertutup total energi sebelum dan sesudah aksi besarnya sama. dengan begini hukum ini jdi lebih spesifik dan jelas. selain itu hukum ini tidak menyalahi aqidah Islam.