efek buruk ajaran spiritual 0 dan 1

dalam buku “beyond inspiration” ustadz felix siauw mengatakan bahwa 0 dan 1 memiliki lambang tauhid. dua angka penyusun sistem bilangan dipakai yang selalu dipakai dalam komputasi dan elektro itu dapat digali makna filosofisnya untuk merenung, introspeksi diri, merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menghapus kesombongan. begini ceritanya:

1 adalah lambang ada. angka 1 adalah milikiAlloh. Dia adalah Tuhan. Dia maha kuasa. Dia maha pencipta, maha benar, maha bebas, maha menang, maha kuat. Alloh maha ada. Dia selalu ada, mutlak dan wajib adanya. Alloh sebagai Tuhan berhak sombong, otoriter, melakukan sesuatu semau-Nya dan memutuskan sesuatu sekehendak-Nya. Dia berhak disembang, berhak membanggakan diri-Nya dan sombong terhadap makhluk-Nya.

sebaliknya adalah 0. 0 adalah lambang ketiadaan. dia tempat kehinaan, kecil dan tidak ada artinya. 0 adalah tempat makhluk termasuk manusia. makhluk itu lemah, terbatas dan bergantung kepada yang lain. makhluk tidak wajib ada. manusia dan segala makhluk tidak dibutuhkan bagi kehidupan alam. manusia itu bodoh, lemah, terbatas. manusia itu tidak punya apa-apa. segala yang ia miliki itu berasal dari Alloh, milik Alloh dan kelak semua akan kembali kepada Alloh. manusia tak bisa mempertahankannya ketika Alloh mengambilnya walau apapun yang manusia lakukan. manusia takkan bisa memperoleh sesuatu yang ia inginkan walalu bagaimanapun jika Alloh menghendaki sesuatu tidak datang kepada manusia itu.  semua harta manusia adalah titipan dan semua akan kembali kepada Alloh. manusia tidak bisa melakukan dan mencapai apapun jika Alloh menghendaki tidak tercapai.

aku menerima ajaran itu. jadi aku ini lemah, terbatas dan bergantung kepada yang lain. aku bukan siapa-siapa. aku tak punya apa-apa. aku tak bisa apa-apa. aku tidak dibutuhkan di dunia. keberadaanku tidak dibutuhkan dan tidak penting di dunia. jadi tak ada artinya aku hidup di dunia. tapi aku tak boleh pergi dari dunia sebelum ajal menjemputku. jadi aku hanya bertahan menunggu ajal datang.

tolong jangan salahkan aku jika aku menjadi begini. aku hanya menerima ajaran Islam. cuma itu ajarannya. aku cuma mengikuti ajaran Islam. kalau menyalahkan aku salahkan ajarannya!

selain itu dalam Islam ada ajaran dilarang sombong dan ujub. itu benar. dilarang berbangga diri. dilarang bermewah-mewahan. dilarang panjang angan-angan. semua itu benar. jadi aku harus tunduk di bawah. hidup dalam kehinaan.

aku jadi negatif dan minder. aku tak punya kepercayaan diri, minder, kebanggaan dan sikap positif terhadap dunia, orang-orang dan Tuhan. aku jadi tertekan. aku tak punya semangat hidup. hidup di bawah tekanan agama dan takdir dunia. tak bisa menembus halangan dan beban karena beban itu benar karena ajaran itu benar. aku jadi begini terus seumur hidup. semoga suatu saat beban ini akan terangkat dan aku akan bisa bangkit menghadapi dunia dengan percaya diri, bangga, sikap positif, siap dan bijak.