arti sekulerisme dalam kehidupan manusia

kehidupan setiap manusia yang beragama pasti berhubungan dengan satu dari 3 hal: berhubungan dengan Tuhan , berhubungan dengan dirinya sendiri dan berhubungan dengan orang lain. aktivitas manusia yang berhubungan dengan Tuhan disebut dengan aktivitas spiritual, ritual dan ruhiyah. kehidupan manusia yang berhubungan dengan dirinya sendiri disebut kehidupan pribadi sedangkan kehidupan yang berhubungan dengan orang lain disebut kehidupan umum. bagi seorang muslim Tuhannya adalah Alloh dan hubungannya dengan Alloh adalah iman terhadap aqidah dan diinul islam.

sekulerisme adalah pandangan, pola pikir dan pola sikap manusia yang memisahkan antara agama dengan kehidupan pribadi. sekulerisme adalah asas berpikir dan dasar berdirinya ideologi kapitalisme. sekulerisme melahirkan liberalisme, permisivisme, individualisme, egoisme, hedonisme dan lain-lain. sekulerisme tidak mengingkari keberadaan Tuhan. sekulerisme masih mengakui keberadaan Tuhan dan agama. maksud pemisahan oleh sekulerisme adalah agama hanya boleh mengatur dalam kehidupan ritual dan spiritual. agama hanya boleh mengatur individu dalam aqidah ruhiyah dan ibadah ritual. agama bisa menjadi pandangan hidup tapi tidak mengatur kehidupan di luar. agama hanya boleh ada di tempat ibadah, tidak di rumah atau tempat-tempat umum.

agama diperbolehkan mengatur ibadah manusia saja sedangkan kehidupan pribadi dan umum terserah manusia. cara makan, cara berpakaian, cara tidur, mengatur rumah, aktivitas di rumah tidak boleh diatur dengan agama. kehidupan umum pun tak boleh. biarkan manusia bekerja, bergaul, mengurusi urusan umum, mengatur negara dan bermsayarakat dengan aturan mereka seperti aturan budaya masyarakat atau hukum negara. agama tidak boleh mengatur ke sana.

sekulerisme bisa diterapkan ke dalam agama selain islam seperti kristen, katolik, hindu, buddha, yahudi dan lain-lain sebab agama-agama itu tidak mengatur kehidupan dunia. contohnya ibadah kristen hanya seminggu sekali. faktanya jarang orang kristen yang ke gereja. di antara mereka ada yang ke gereja hanya waktu dibaptis, waktu nikah dan waktu mati. Hindu memiliki sistem kasta tapi sistem ekonomi mereka juga kapitalisme yang dilandasi oleh sekulerisme. agama kristen tidak mengatur cara buang besar, cara tidur, cara berpakaian. mereka sendiri berkata.Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!

jadi pantas saja orang-orang barat menjadi sekuler dan liberal. ekonomi mereka menjadi kapitalisme. pemerintahan mereka menjadi demokrasi.

islam tidak bisa seperti itu. Islam mengatur kehidupan manusia yang berhubungan dengan Alloh, dengan dirinya sendiri dan hubungan dengan orang lain. kehidupan spiritual manusia diatur dalam aqidah, nafsiyah dan ibadah mahdhah seperti sholat dan puasa. kehidupan pribadi manusia diatur dengan akhlak, makanan, minuman, pakaian, thoharoh dan sebagainya. bahkan cara buang hajat diatur dalam islam dan ada doanya. kehidupan umum diatur dalam fikih muamalah, nikah, waris, sampai siyasah seperti khilafah, sistem ekonomi, sistem pergaulan, sistem pendidikan dan lain-lain. contohnya :

  • dalam islam tidak boleh pakai riba (bunga pinjaman),
  • ada hukum potong tangan bagi pencuri,
  • ada hukuman mati bagi pezina, pembunuh, homoseks/lesbian, orang murtad.
  • kewajiban taat kepada ulil amri.
  • peraturan waris.
  • larangan berduaan bagi laki-laki dan perempuan non muhrim.
  • larangan menyerang wanita, anak-anak dan orang tua lemah dalam perang.

jadi agama islam tidak bisa diterapkan dengan sekulerisme. agama islam tidak cocok dengan sekulerisme, termasuk dengan turunannya seperti kapitalisme, liberalisme, demokrasi dan sebagainya. menerapkan islam ke dalam sistem sekulerisme akan memotong-motong agama Islam menjadi bagian-bagian spiritual ruhiyah sehingga hanya kehidupan spiritual yang diterapkan sedangkan yang lain dibuang. hal ini dicela dalam islam:

Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan di hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dan apa yang kamu perbuat. (Al Baqarah: 85)

ayat di atas berkaitan dengan ahli kitab (yahudi nashrani) yang menerapkan sebagian dan membuang sebagian hukum yang lain, tapi maksud ayat di atas berlaku untuk Islam juga. umat islam tidak boleh menerapkan Islam sepotong-sepotong, sebagian-sebagian begitu.

tidak hanya itu, sekulerisme telah mengambil dominasi kehidupan manusia sehingga pemerintahan yang mengurusi urusan umat diatur dengan hukum selain hukum Alloh. hukum ini hukum buatan manusia yang lemah dan penuh kecacatan. hal ini bertentangan dengan hukum islam yang mengatur hukum kehidupan umum dan pribadi.

Allah berfirman:Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya (Al-Hasyr 59:7)

Tidak pantas bagi seorang muslim atau muslimat jika Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu hukum, mereka memilih hukum lain tentang suatu urusan. Barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata (QS. Al-Ahzab: 36)

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik [49]. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin? [50] (QS Al-maidah :49 -50)

Firman Allah Taala:

Tidaklah kamu memperhatikan orang-orang yang mengaku beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelumnya? Mereka ingin berhukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah untuk mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisa: 60)

Allah telah menyebut berhukum dengan selain hukum-Nya/syariah-Nya sebagai thaghut. Thaghut adalah istilah yang umum. Setiap yang diibadahi selain Allah dan ia ridha, baik ia itu berwujud sesembahan, atau sesuatu yang diikuti atau ditaati dalam ketaatan yang tidak berdasar kepada ketaatan kepada Allah dan Rasul-nya, maka itulah thaghut.

Sheikh Muhammad Rashid Ridha berkata :

Ayat ini menyatakan bahwasanya orang yang menentang atau berpalingdari hukum Allah dan Rasul-Nya secara sengaja, apalagi setelah ia diajak untuk berhukum dengan keduanya dan diingatkan akan wajibnya hal itu, ia telah munafiq dan pengakuan keimanan serta keislamannya tidak dianggap lagi.

Sheikh Asy-Syanqithi menegaskan bahwa orang-orang yang mengikuti orang-orang yang membuat undang-undang selain syariah Allah sebagai orang-orang yang musyrik kepada Allah, beliau menyebutkan dalil-dalil hal ini, diantaranya beliau berkata :

Termasuk dalil yang paling gamblang dalam masalah ini adalah bahwasanya Allah dalam surat an-Nisa menerangkan orang-orang yang ingin berhukum dengan selain syariah-Nya Allah tidak merasa heran dengan pengakuan iman mereka. Hal ini tidak lain karena pengakuan mereka beriman dengan disertai berhukum kepada thaghut sudah benar-benar dusta, sehingga layak diherani. Hal ini disebutkan dalam firman Allah Apakah kamu tidak melihat

Ayat ini mendustakan orang yang mengaku beriman,namun pada saa t yang sama mau berhukum dengan selain syariah Allah. Ibnu Qayyim berkata, Lalu Allah Subhanahu wa Taala memberitahukan bahwa siapa saja yang berhukum atau memutuskan hukum dengan selain apa yang dibawa Rasulullah, berarti telah berhukum atau memutuskan hukum dengan hukum thaghut. Thaghut adalah setiap kaum adalah sesuatu yang mereka berhukum kepadanya selain Allah dan Rasul-Nya atau sesuatu yang mereka ikuti tanpa landasan dari Allah atau mereka mentaatinya dalam hal mereka tidak mengetahui bahwa hal itu adalah ketaatan yang menjadi hak Allah.

Imam Ibnu Katsir saat menafsirka ayat ini mengatakan, Ini merupakan pengingkaran Allah terhadap orang yang mengaku beriman kepada apa yang Allah turunkan kepada Rasulullah dan para nabi terdahulu, namun pada saat yang sama dalam menyelesaikan perselisihan ia mau berhukum kepada selain Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.

– See more at:http://www.voa-islam.com/read/ulama/2014

menerapkan hukum selain Islam bisa membuat orang menjadi dzalim, fasiq bahkan kafir. pertama menerapkan hukum selain islam bisa membuat kedzaliman sebab huku buatan manusia pasti lemah dan mengandung kepentingan sehingga mengambil hak orang lain, bahkan hak alam, hewan-hewan dan lingkungan. menerapkan hukum selain Islam bisa membuat fasiq. fasiq yaitu membuat orang tidak taat lagi pada Alloh dan Rosulnya. Fasiq membuat orang tidak yakin dengan Islam, http://id.wikipedia.org/wiki/Fasiq) bisa terancam imannya. menerapkan hukum Islam sampai yakin hukum selain Islam lebih baik daripada hukum Islam berarti orang itu bisa kafir.

Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka itulah orang-orang yang kafir. (Al-Maidah: 44)

Dan barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzalim(QS al-Maidah [5]: 45)..

Dan arangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik(QS al-Maidah [5]: 47).

oleh karena itu setiap muslim sudah selayaknya menolak sekulerisme. setiap muslim sudah seharusnya taat pada Islam dan mau hidup diatur dengan Islam sebab dia sudah bersyahadat dan beriman kepada Alloh dan seluruh rukun iman itu. dia harus mematuhi dan menerapkan ajaran Islam pada seluruh kehidupannya. tidak hanya kehidupan spiritual, tapi juga kehidupan pribadi dan umum. umat islam harus menerapkan Islam pada seluruh kehidupan bermsayarakat dan bernegara mereka dari spiritual, individual sampai keseluruhan.mereka sudah selayaknya mengatur hidup mereka dengan Islam karena sudah peraturan Islam begitu. beberapa contoh di antaranya:

    1. yang laki-laki harus pakai celana panjang yang menutupi pusar sampai lutut. tidak boleh kurang dari itu.
    2. yang perempuan harus memakai jilbab dan khimar. mereka tidak boleh pamer perhiasan (tabarruj).
    3. laki-laki dan perempuan tidak boleh campur baur, berduaan, pacaran.
    4. orang-orang dewasa tidak boleh beli kendaraan dan rumah pakai finance.
    5. umat islam tidak boleh ikut MLM, money game, asuransi, debit kolektor, teller bank, pegadaian, pelelangan, perjudian.
    6. para pengusaha tidak boleh pinjam modal usaha ke bank sebab ada bunga pinjamannya. hal itu riba.
    7. tidak boleh jual beli saham. tidak boleh mendirikan perusahaan dengan sistem perseroan terbatas yang pakai saham di bursa saham.
    8. tidak boleh ada miras, lokalisasi prostitusi.
    9. terakhir dan terbesar umat Islam tidak boleh ikut demokrasi sebab demokrasi adalat sistem utama untuk menerapkan sekulerisme dan membuat hukum selain hukum Islam. buktinya selama ini hukum yang dibuat negara tidak pernah memihak islam dan rakyat tapi menyengsarakan dan melanggar syariat Alloh. contohnya polwan berjilbab dipersulit ditentang. dengan tidak boleh ikut demokrasi berarti tidak boleh ikut nyoblos, pakai kaos parpol, kampanye, apalagi mencalonkan jadi DPRD, walikota/ bupati, gubernur sampai presiden.

dengan tegas Islam menolak sekulerisme dari akar sampai pohon dan buah-buahnya. dari sekulerisme, kapitalisme, liberalisme, hedonisme, individualisme, permisisivisme semua ditentang. Islam memiliki sistem kehidupan sendiri yang utuh dan lengkap. tidak perlu sekulerisme atau apapun.