aksi damai RPA

kemarin atau pagi tadi Ustadz yasin mengabari kalau teman-teman hizbut tahrir Blitar mau mengadakan aksi damai mempromosikan RPA untuk mengabarkan ke masyarakat kota Blitar kalau Hizbut Tahrir Blitar punya acara RPA. acaranya rencananya tadi pagi pukul 06.00 – 07.30. tempatnya di bundaran HI. sayang aku tidak bisa ikut karena aku harus kerja.

aksi damai itu diadakan lagi sore pukul 15.30 di bundaran Arrohmah. aku kayaknya gak bisa ikut juga sebab aku harus kerja sampai sore. aku di tempat kerja. pekerjaanku lagi kosong. aku internetan di tempat kerja nunggu jam pulang. tiba-tiba Ibu tempat kerjaku membolehkanku pulang sebab beliau mau ke tlogo.

aku pulang. aku ambil sepeda. aku berencana mau online buat ngeblog. aku berpapasan Pak Rohani. beliau mengatakan tentang aksi di Arrohmah itu. oh, iya. aku berpikir. aku tanya, apa masih sempat? beliau jawab masih. aku jadi berangkat. aku ganti baju dulu. setelah itu aku berangkat ke aArrohmah lewatJl. widuri, jalan tembusan ke Jl. kenari. sampai sana aku ke utara.

waktu di jl. veteran, aku kepikiran, bareng Mas Arif aja. kan nanti pulang abreng lagi. hemat tenaga. ya udah aku mas Arif. aku tanya dia. dia berangkat setelah ashar. aku nunggu ashar di sawah barat rumah Beliau. aku nulis-nulis. lalu ashar. aku sholat di masjid ussisa littaqwa. setelah itu aku balik ke rumah Mas Arif. aku ketuk pintunya. beliau buka pintu suruh nunggu. beliau kasih helm. kami berangkat bareng ke masjid Arrohmah.

di sana udah ada Pak Amin, Pak yasin, Ust. Agus, Pak Jun, Pak Budi, Amin bin Junaidi, dll. aku dikalungi kertas poster. kami bawa poster lalu ke tengah perempatan yang ada patung Bung karno itu. kami berdiri diam terus memegang poster. aksi diamnya cuma gitu. diam pegang poster. aku lama-lama capek juga. ada bagian lain menyebar selebaran Al-Islam yang diubar jadi selebaran satu lembar panjang tegak. di sana ada polisi yang jaga. ada tiga polisi. lalu ada dua orang lain memotret.

aku memakai kalung poster dan memegang poter besar lain. kalung posternya jadi gak kelihatan. aku lepas kalung poster itu lalu aku gantungin ke kotak tiang listrik sekalian buat promo. awalnya enak tapi ketiup angin jadi jatuh. pak Amin ngambil dan bawa ke tempat lain. setelah itu karena capek aku pindah ke sebelah. di sana ada tiga tiang pendek kuning merah disaping tiang traffic light. aku taruh kayo poster di sana di antara dua pancang itu. aku pagang. jadi aku gak angkat lagi tapi hanya jaga biar gak jatuh.

langit makin mendung. kira-kira jam setengah lima kami berkumpul untuk difoto media radar Blitar. setelah itu kami kembali ke masjid Arrohmah. di sana kami beres-beres. Pak Amin ngumpulin banner dan bendera lalu diikat. yang paki rompi oranye rompi-rompi itu dikumpulin  dan dimasukin tas plastik. hujan turun. Mas Arif mengikat banner dan bendera yang lain. Amif bawa sebagian lain. kami beresi lalu aku pulang bareng Mas Arif lagi. aku dalam mantelnya memeluk kalung-kalung poster itu. Pak Yasin bilang suruh tasku di depan. oke. aku taruh depan. kami pulang. melewati perumahan polisi jalan sumatra jalan sudah kering. gak hujan. aku keluar dari mantel liat jalanan. aku ke rumah mas Arif. lalu ngobrol. acara selesai.