Menjemput masa lalu ke rumah indah

Pagi ini aku pergi ke PMBK untuk bertemu Rinci. Semalam dia sms aku kalau dia akan ke PMBK. Jadi aku datangi aja. Aku ke PMBK lalu sholat duha sebentar. Aku ke ruang anak dan remaja untuk membaca buku sekalian nunggu dia. Aku nonton Toy story yang disetel anak-anak. Sesekali aku sms Rinci tapi gak dibales. Lama-lama aku gak tahan. Aku keluar juga.

Aku ke tempat parker untuk memeriksa motornya ada atau tidak. Kalau ada berarti dia sudah dating. Kalau tidak ada ya aku tungguin. Seingatku motor dia biru dan helmnya hijau, tapi aku lihat-lihat gak ketemu juga. Aku balik ke dalam. Waktu aku lewat tempat penitipan tas, aku lihat dua anak kecil jalan. Aku kayak kenal salah satunya. Itu Elok, adik Rinci. Mana kakaknya? Aku mau ikuti tapi gak jadi. Aku masuk ke dalam aja.

Aku lewati ruang baca majalah di lantai satu. Mataku memindai orang-orang yang lagi baca. Gak ada. Aku naik ke lantai dua. Di ruang baca dia gak kelihatan. Aku masuk ruang rak-rak buku. Aku menelusuri dengan cepat celah-celah rak. Rak TI, agama, novel, social, politik, ekonomi, matematika, kesehatan hingga paling selatan bagian bisnis dan keterampilan. Di sanalah baru aku ketemu sahabat sejatiku dari masa kuliah itu. Best friend Rinci is found.

Aku ngobrol-ngobrol. Kami Tanya kabar macam-macam dll. Aku mau minta tolong Rinci agar mengantar aku ke Bajang. Aku mau ke rumah teman untuk ngopi foto-foto zaman SMA. Aku harus mengumpulkan masa laluku. Rinci bawa 2 adiknya. Dia akhirnya mau nganter. Rencanaku aku nanti pulang naik bis.

Rinci pinjam buku lalu keluar. Aku mengikutinya. Rinci mau fotokopi buku yang dia pinjam. Aku numpang dia ke Bajang dan fotokopi. Rinci mau nganter sampai pulang juga. Kami berempat sama 2 adiknya naik satu motor ke garum. Dari garum kami ke talun. Di talun Rinci mampir ke fotokopi untuk fotokopi dan titip. Nanti dia ambil. Sekarang ke Indah dulu.

Di jalan aku sms Ilul minta nomer HP Indah. Ilul ketua kelasku kelas 12 SMA. Indah teman sekelasku. Dia dulu yang nyimpen foto anak-anak. Aku harus sms untuk mengabari dan Tanya dia ada atau tidak. Agak lama ilul bales. Aku dapat nomernya lalu sms Indah. Tapi Indah gak bales. Semoga nanti lancer. Kalau ada Alhamdulillah. Kalau tidak ya pulang. Aku Cuma bisa berharap.

Kami hamper kelewatan SDN Bajang. Kami muter lalu masuk gang sebelahnya. Kami ikuti ke selatan lalu timur menyeberang rel lalu ke timur lagi. Seingatku rumahnya di selatan jalan warna coklat dengan halaman agak luas. Dulu aku pernah datang. Aku liat-liat. Ketemu. Hamper kelewatan lagi. Kami masuk.

Di sana ada seorang IBu. Aku Tanya-tanya ini rumah Indah? Iya. Indah ada? Ada. Alhamdulillah. Beliau masuk memanggilkan anaknya. Aku nunggu. Pintu lalu dibuka. Kami masuk. Kami salaman lalu Tanya kabar. Ibu itu menyuguhkan sirup merah. Indah muncul belakangan. Kami ngobrol dan Tanya kabar. Setelah itu aku bilang kalau aku pingin ngopi foto-foto jaman SMA. Indah mengambilkan netbooknya. Dia nunjukin semua. Ternyata banyak.total 36 GB. aku kira 1 GB. aku pinjam flashdisk Rinci. Aku bawa memory card HP tapi gak ada card reader. Rinci punya HP tapi gak punya kabel data. Terus pake flashdisk aja. Semoga cukup. Aku ngopi “aspal activities, aspal fair, indian fair, UNAS after, UNAS before, makan di rumah Vian” dll.

Selain itu kami ngobrolin teman-teman. Antara lain Gaplek yang UM guru kimia jadi guru SD kota. SD kota dan STMI di bawah NU jadi mereka kadang ketemu. Dani di MamNu tapi belum ketemu. Terus Indah di STMI ketemu guru2 SMA dulu. Mereka ketemu waktu pelatihan pramuka. Sekarang pramuka wajib untuk penanaman karakter anak muda. Yah, banyak yang diomongin. Indah anak ragil jadi gak boleh jauh-jauh. Kakaknya kontraktor tinggal di malang udah punya anak. Kadang kakaknya pulang.

Rinci lalu ngajak pulang. Ya udah kami pamitan. Kami ke fotokopi tadi yang namanya plasma. Di sana dia ambil fotokopi. Aku backup data foto tadi, tapi aku bingung milih-milihin yang mana jadi aku bilang semua folder. Akibatnya datanya jadi 3,6 GB. lama sekali. Kami jadi mondar-mandir, lihat-lihat, baca-baca, duduk-duduk, tengok-tengok. Elok minta pipis. Rinci nganter  Elok dulu cari masjid. Aku nungguin sambil baca buku. Jam 12 backup dan burning DVD selesai. Kami sholat zuhur di masjid yang Rinci tuju tadi. Ternyata dekat. 2 rumah sampai. Aku jalan ke sana. Kami sholat jamaah. Lalu pulang.

Di jalan kami berhenti untuk beli bensin sebab bensinnya udah mau habis. SPBU masih jauh di bence. Kami isi lalu melanjutkan perjalanan pulang ke PMBK. Kali ini kami lewat SPBU Gedog ke utara nanti ketemu jalur awal yang kranggan tadi. Kami sampai SPBU. Rinci balikin buku yang dia pinjem. Aku Cuma ngikutin. Terus kami pulang. Kami berpisah ke jalan masing-masing.

Alhamdulillah. Akhirnya misiku berjalan lancer. Masa lalu zaman SMA-ku udah terkumpul. Itu saja cukup. Daripada tidak ada.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *