lima hukum fikih islam dan prioritas

teman-teman pasti tahu 5 hukum fikih itu kan? kan sudah diajari waktu SD? kita ingat-ingat lagi ya? 5 hukum itu antara lain:

  1. wajib, yaitu perbuatan yang harus dilakukan. kalau dilakukan kita akan mendapat pahala, tapi kalau dtinggalkan kita akan mendapat dosa. contohnya: sholat 5 waktu, puasa ramadlan dll.
  2. sunnah, yaitu perbuatan yang dianjurkan dan sebaiknya dilakukan. perbuatan sunnah ini jalan hidup Nabi Muhammad SAW. perbuatan ini kalau dilakukan kita akan mendapat pahala tapi kalau ditinggalkan kita tidak dapat dosa. contohnya: sholat sunnah rawatib, sholat duha, sholat tahajud.
  3. mubah, yaitu perbuatan yang boleh dilakukan. kalau dilakukan kita tidak dapat pahala. kalau ditinggalkan kita tidak mendapat dosa. contohnya merokok, mendengarkan musik, nonton film, main game, rekreasi. cuma nanti ada aktivitas terkait dengan yang lain.
  4. makruh, yaitu larangan halus atau perbuatan yang sebaiknya dijauhi. kalau dilakukan tidak mendapat dosa tapi kalau ditinggalkan akan mendapat pahala. contohnya: menunda-nunda sholat, makan jengkol, bercerai dll.
  5. haram, yaitu perbuatan yang dilarang keras. kalau dilakukan akan mendapat dosa tapi kalau ditinggalkan akan mendapat pahala. contohnya pacaran, free sex, pakai baju mini, nge-drugs dll.

kita sudah tau semuanya, sekarang gimana kalo aku bilang pada kalian semua kalo 5 hukum fikih itu gak cuma aturan perbuatan dalam fikih, tapi juga prioritas aktivitas harian, aktivitas sepanjang hidup, jalan hidup dan tujuan kita?

lebih jelasnya, kita harus menyadari bahwa lima hukum itu prioritas dan menunjukkan apa yang harus kita lakukan. pertama kita harus mengerjakan yang wajib dulu sebab ini perintah yang jelas dan ancamannya keras, baru setelah itu yang sunnah sebagai poin plus. amalan mubah boleh kita lakukan di akhir kalo pas lagi capek, butuh istirahat baru kita lakukan yang mubah. yang makruh dan haram gak boleh dilakukan. itu aturan hidup kita. kan agama islam pedoman hidup kita?

lebih rinci begini:

  1. kita harus mendahulukan yang wajib. kewajiban agama kita harus kita lakukan seperti sholat, zakat, puasa. sebenarnya kewajiban kita gak cuma itu. kewajiban kita ada banyak. untuk tahu itu kita harus mengaji mempelajari islam. jadi mengaji itu hukumnya wajib. setelah mengaji kita wajib mengamalkannya. kita wajib tunduk pada seluruh hukum syara’ sebagai bukti ketaatan kita pada islam dan bukti keimanan kita kepada Alloh juga bukti bahwa kita orang islam. dahulukan agama islam daripada pekerjaan, apalagi hobi, main-main, bersenang-senang.
  2. setelah yang wajib dikerjakan kita mengerjakan amalan sunnah. perbanyak amalan-amalan sunnah untuk melengkapi amalan wajib sebab kadang kita kita tidak tahu ada kekurangan dalam amalan wajib kita. amalan sunnah bisa menutupi kekurangan amalan wajib kita. kita perbanyak amalan sunnah juga untuk menghargai waktu kita. waktu kita sangat terbatas di dunia. jadi isi dengan amalan-amalan yang bermanfaat. kalau tidak kita akan menyesal di akhirat nanti.
  3. amalan mubah kayak main-main baru boleh kita lakukan setelah yang wajib dan sunnah selesai dilakukan. amalan mubah ini untuk rekreasi dan istirahat ketika capek. kita boleh main game, rekreasi, dengerin musik untuk menghilangkan stress karena kerja dan berjuang di jalan Alloh. sebenarnya ibadah wajib dan sunnah bisa jadi obat hati juga sih. cuma namanya anak muda masih suka main gak papalah.
  4. yang makruh dan haram gak usah dilakukan. udah jelas itu maksiat dan membawa ke neraka masak dilakuin? yang makruh itu gak dosa tapi alangkah baiknya dijauhi. jadi jangan sekali-kali melakukan aktivitas haram. akibatnya di neraka. waktu dan siksaan-Nya itu bro, gak kuat! jadi stop pacaran, fap-fap, pake baju mini dll deh.

nah, segitu aja ideku. gimana menurut kamu?

dengan prioritas ini panduan aktivitas kita jadi jelas. kita bisa bikin list aktivitas yang akan kita lakuin. kita jadi bisa milih mana  yang penting dan mana yang nggak. mana yang diduluin dan mana yang dtunda, malah ada yang gak usah dikerjain. hidup kita jadi efektif dan efisien. kita cukup ngerjain hal-hal yang penting aja. yang gak penting bisa dikasih ke orang lain. dengan melakukan aktivitas yang penting kita jadi orang yang penting lo. prioritas itu membuat kita jadi pribadi sukses, pemimpin yang kuat, selamat di dunia dan selamat di akhirat.

so, what do you think?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *