KEWAJIBAN SEORANG KAKAK : SABAR MENGAJARI ADIKNYA

Sebagai kakak, ‘kewajiban’ kita sepertinya bertambah, nih. Nggak hanya menjaga dan menjadi contoh yang baik buat adik, tapi juga mengajarinya saat dia mengalami kesulitan dalam memahami suatu pelajaran. Naahh, ini nih yang terberat. Karena kita harus pintar mengatur emosi supaya nggak cepat bete, apalagi kalau adik kita termasuk ‘lambat’ mencerna pelajaran.

Jangan emosi, ngajarin adik itu selain melatih kita menjadi dewasa juga membuat pintar, lho. Karena mau nggak mau kita ikutan mengingat kembali pelajaran yang sudah pernah kita pelajari sebelumnya. Simak tip berikut:

  • Harus diingat, bahwa kemampuan belajar tiap orang itu nggak sama. Bisa jadi, di satu pelajaran kita lebih cepat menangkap disbanding adik, tapi di pelajaran lain adik lebih jago dari kita. Jadi…jangan keburu ngomel kalau adik nggak cepat mengerti.
  • Kalau adik masih nggak ngerti-ngerti juga, hmm… mungkin metode belajarnya perlu disesuaikan, tuh. Misalnya, kita adalah tipe yang harus tenang kalau belajar, sementara adik merasa bisa cepat menghafal kalau diucapkan keras-keras. Ya, ikuti saja cara si adik. Lumayan kan, jadi ada sedikit variasi dalam gaya belajar kita.
  • Apa? Masih belum ngerti juga? Grrr!!! Tenang… Se-emosi apa pun kita, usahakan supaya jangan sampai mengeluarkan kata hinaan seperti, “Goblok banget sih, lo!” ke adik. Bisa bikin berantem! Celaan nggak akan membuatnya jadi lebih mengerti pelajaran itu, yang ada dia malah jadi malas bertanya sama kita lagi.

Believe it or not, biasanya orang yang paling jarang kita beri pujian adalah keluarga sendiri. Nah, kalau adik akhirnya bisa melakukan tugasnya dengan baik, jangan pelit-pelit memuji, dong. Selain bikin hatinya senang, pujian ini juga akan menjadi “cambuk” baginya untuk terus berhasil.

MY YOUNG BROTHER