dewi tidak nyata

 

Dulu aku jatuh cinta pada seorang gadis bernama Dewi. Gara-garanya aku beranggapan kalau dia adalah seorang dewi atau titisan dewi dari langit seperti dewi venus. Waktu itu otakku kecampuran paganism sebab habis baca novel “da vinci code” yang menceritakan pemujaan dewi pagan kuno. Akibatnya aku jatuh cinta pada dia, menganggap dia istimewa. Dia satu-satunya dewi di dunia ini yang aku inginkan. Dia memiliki keajaiban matematika, nama yang sempurna dan lain-lain. Kalau aku mendapatkannya sebagai istriku aku akan sangat bahagia mendapat wanita istimewa.

Beberapa tahun kemudian aku mengaji aqidah islam. Aku menyadari kalau dewa itu sebenarnya tidak ada. Dewi yang sebenarnya adalah dewa yang feminine menjadi tidak ada juga. Semua dewa dalam mitologi yunani, romawi, mesir, jepang termasuk hindu sebenarnya tidak ada. Tidak ada faktanya. Kenyataannya tidak ada seorang pun pernah bertemu dewa-dewi itu.

Dewa dan dewi sebenarnya adalah gambaran dari manusia untuk mengungkapkan bahwa fenomena-fenomena alam itu ada pengaturnya. Manusia menyadari bahwa alam ini berjalan dengan teratur karena ada pengaturnya. Nah, pengaturnya siapa? Mereka tidak menemukan wujudnya jadi mereka menggambarkannya. Di mesir ada dewa matahari ra yang mengatur jalan matahari. Di yunani ada zeus dewa petir penguasa hujan dan mendung. Lalu ada Thor dewa petir juga. Btw Thor memiliki kesamaan nama dengan Guntur dalam bahasa jawa. Lalu ada venus dan Aphrodite dewi cinta dan kesuburan. Di jawa ada dewi sri. Di laut selatan ada Nyi roro kidul. Konon kerajaannya ganas sehingga membuat ombak besar di laut selatan dan sering membawa korban nyawa manusia. Karena itu ada budaya larung sesaji di pantai jawa selatan.

Ketika menggambarkan dewa manusia menggambarkan dewa itu berwujud manusia sebab manusia yakin bentuk manusia adalah bentuk yang paling sempurna. Sebenarnya ini relative. Kalau singa bisa membayangkan dewa pun dia akan membayangkan dewa itu berwujud singa juga (^_^). Setelah berwujud manusia, manusia lalu melengkapi gambaran dewa dengan pakaian kebesaran dan sifat-sifat super. Pertama gambaran pakaian itu berlaku relative tergantung budaya. Jadi pakaian dewa di india bermodel pakaian orang india, yaitu telanjang dada, dengan penutup kepala emas berbentuk matahari, hiasan lengan dan sebagainya. Gamabaran dewa di yunani nyaris telanjang dengan model baju dililitkan. Pakaian dewi sri dan nyi roro kidul memakai kemben, pakaian jawa.

Setelah pakaian, yang digambarkan adalah dewa itu maha kuat, maha tahu, maha bijaksana. Dengan gambaran kekuatan super tapi berwujud manusia sama saja sebenarnya para dewa itu manusia super. Mereka besar, kuat dan cerdas sebab tugasnya mereka mengatur alam. Sebenarnya mereka itu singatnya superman tapi kini keyakinan itu sudah digugurkan dengan kemajuan sains.

Meskipun katanya dewa-dewa itu bijaksana kenyataannya mereka masih punya nafsu juga. Mereka masih saling memusuhi dan bertarung.  Contohnya Zeus, hades dan Poseidon saling bermusuhan. Mereka hidung belang juga. Zeus punya istri Hera tapi dia selingkuh dengan manusia sehingga lahir Hercules. Lalu di sinetron mahabarata para dewa rebutan harta dan kekuasaan. Jadi mereka sebenarnya manusia juga. Kalau mereka nafsunya begitu lalu kekuatannya kekuatan super bagaimana jadinya alam semesta ini nanti? Bukankah akan hancur juga?

Setelah dewa terbentuk, orang yang membentuknya meyakini kalau mereka itulah pencipta dan pengatur alam. Pembuat itu lalu menjadi pendeta. Dia membuat patung dewa sesuai khayalannya. Dia membuat agama lalu mengajak orang menganut keyakinan yang ia peluk. Sebagian orang ikut sebagian tidak. Begitulah sejarah lahirnya agama pagan.

Sebenarnya jelas Tuhan pencipta dan pengatur alam semesta adalah satu Tuhan yaitu Alloh. Hal ini dinyatakan jelas dalam Al-qur’an dan tidak ada yang bisa membantah kebenaran Al-qur’an. Hanya orang sombong yang mengingkari Al-qur’an. Al-qur’an menjelaskan Alloh menciptakan malaikat untuk mengatur alam secara lebih rinci. Ada malaikat pengatur rizki, pembawa maut, pencatat amal, penjaga surga da nada malaikat penjaga neraka. Ada banyak lagi.

Sekarang kembali ke dewi lagi. Karena sudah ketahuan dewi yang di langit tidak ada maka cewek bernama dewi yang kusuka itu menjadi seorang cewek biasa. Dia bukan seorang bidadari atau titisan dewi lagi. Ini tidak seperti yang kuharapkan, tapi inilah kebenaran. Aku harus relakan dia pergi dengan cowok lain. So sad but true …aku Cuma bisa liat dia pergi.

Sekarang kalau mau menikah aku harus cari calon istri yang solihah, syabbah yang baik. Aku harus cari muslimah yang sudah berhijab, mengaji dan berdakwah untuk hidup di jalan islam. Urusan bidadari itu di akhirat nanti. Bidadari tinggal di surga di akhirat sana, di dunia yang sempurna sana. Bukan dunia yang tidak sempurna di sini.

Originally posted 2014-11-08 04:01:00.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *