dari mana asal Tuhan?

Dari mana asal Tuhan?

Pernah nggak teman-teman dengar atau tau pertanyaan ini? Kalau kita berasal dari Tuhan lalu Tuhan dari mana? Dulu aku pernah tahu pertanyaan ini dari buku. Pertanyaan ini diajukan oleh seorang anak kepada ibunya. Ibunya bingung menjawabnya. Apakah Tuhan dilahirkan? Kalau dilahirkan, dari siapa? Lalu nanti yang awal siapa? Kan jadi nggak masuk akal?


Orang kalau nggak bisa menjawab ini dengan benar maka dia bisa jadi akan meragukan Tuhan. Tuhan jadi tidak masuk akal. Akhirnya dia tidak yakin dan percaya pada Tuhan. Akibatnya jadi kafirlah dia. Karena itu selain kita harus yakin Tuhan itu ada dengan bukti-bukti yang jelas dan argumentasi seperti postingan kemarin, orang juga harus yakin dan bisa menjelaskan dengan benar dari mana asal Tuhan sebab ini saling melengkapi. Oke. Aku akan menjelaskan pendapatku secara singkat.
Dalam menentukan keberadaan Pencipta ini akan kita dapati tiga kemungkinan:
1. Ia diciptakan oleh yang lain.
2. Ia menciptakan diri-Nya sendiri.
3. Ketiga, Ia bersifat azali dan wajibul wujud.
Kita akan menganalisis ketiga kemungkinan di atas:
1. Kemungkinan pertama bahwa Ia diciptakan oleh yang lain adalah kemungkinan yang bathil, tidak dapat diterima oleh akal. Sebab, bila benar demikian, tentu Ia bersifat terbatas. Ia akan menjadi makhluk. Sama saja dengan manusia, hewan, tumbuhan dan materi lain. Dia jadi punya kelemahan. Tuhan yang seperti ini tidak maha kuasa, maha benar, maha adil, maha kuat sifat-sifat keagungan yang lain. Konsep Tuhan semacam ini salah dan tidak masuk akal.
2. Begitu pula dengan kemungkinan kedua, yang menyatakan bahwa Ia menciptakan diri-Nya sendiri. Jika demikian berarti Dia sebagai makhluk dan Khaliq pada saat yang bersamaan. Hal yang jelas-jelas tidak dapat diterima. Tuhan menciptakan dirinya sendiri adalah konsep yang tidak masuk akal dan paradox. Sebab untuk menciptakan objek, subjek harus ada dulu. Dia harus sadar, punya kehendak dan kekuatan. Sedangkan kalau dulunya dia tidak ada maka dia tidak punya apapun. Keberadaan pun tidak punya. Pernyataan ini kontradiktif sebab mengandung pernyataan yang bertentangan. Oleh karena itu pernyataan ini salah.
3. Karena dua kemungkinan salah maka yang terakhir pasti benar sebab taka da kemungkinan lain lagi. Tak mungkin semuanya salah. , Al-Khaliq harus bersifat azali dan wajibul wujud. Dialah Allah SWT. Alloh abadi tanpa permulaan dan tanpa akhir. Akal manusia tidak bisa menjangkau konsep tanpa awal dan akhir tapi ini konsep yang masuk akal sebab kita membahas Tuhan yang maha kuasa, jadi berbeda dengan konsep manusia dan materi. Justru karena berbeda menjadi benar. Kalau sama, maka Tuhan sama saja dengan manusia. Ini bertentangan dengan sifat keagungan Tuhan. Tuhan menguasai seluruh alam semesta, baik yang Nampak maupun yang gaib. Maka Tuhan pun wajar kalau Dia menguasai waktu. Jadi di sisi-Nya waktu tidak berjalan. Alloh menguasai waktu, bukan dikuasai waktu.
Dari tiga kemungkinan di atas kita akan bisa menurunkan argumentasi untuk menemukan agama yang benar sebab kebenaran itu hanya ada satu. Alam semesta kita satu berjalan dengan satu hokum, jadi sewajarnya satu Tuhan dan satu agama, bukan relative dan plural. Kita akan analisis satu per satu.
1. Keyakinan Tuhan diciptakan dari yang lain dapat disamakan dengan Tuhan dilahirkan dari yang lain. Contohnya ada Tuhan Bapa dan Tuhan anak beserta ibu tuhan lalu ada banyak dewa. Dewa-dewa itu banyak dan memiliki keluarga. Mereka pun punya sifat-sifat manusiawi. Gambaran ini salah sebab merendahkan Tuhan menjadi sama dengan manusia. Konsep ketuhanan seperti ini salah dan tidak masuk akal. Agama yang punya keyakinan seperti ini juga salah. Aku tidak menyebut agama itu secara eksplisit namun kalian bisa pikirkan sendiri. Agama dengan keyakinan begini tidak bisa diyakini dengan akal. Kalau dipaksakan dengan dalih dengan iman kamu beragama, bukan dengan akal lalu akal tak bisa menjangkaunya, ini berarti dogma yang membelenggu akal. Keyakinan penganutnya menjadi tidak kuat dan mudah goyah. Keyakinan ini juga ada di mitologi yunani kuno dan Viking. Katanya Zeus, hades dan Poseidon saudara kandung tapi bermusuhan. Mereka lahir dari chromos. Thor dewa petir Viking lahir dari Odin, dewa kematian.
2. Keyakinan Tuhan menciptakan dirinya sendiri dulu ada di agama-agama pagan. Contohnya Ra dewa matahari mesir kuno menciptakan dirinya, lalu menciptakan geb dan nut. Lalu dari mereka lahir isis dan horus dst. Keyakinan ini jelas salah, tapi mitologinya masih banyak tersebar. Jadi jangan percaya dengan mitologi mesir.
3. Dari keyakinan di atas plus pernyataan Tuhan diciptakan dari yang lain maka Tuhan dilahirkan dari yang lain, maka hanya satu keyakinan agama yang benar, yaitu Islam. Agama Islam mengajarkan Tuhan yang satu, yaitu Alloh. Pernyataan kemungkinan ketiga ini dikandung dalam Al-qur’an surat Al-ikhlas ayat 3:
“Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan”.
Terjemah biasanya diperanakkan tapi aku mengubah diksi terjemahan biar mudah dipahami. Aku tidak mengubah arab dan tafsirnya lo. Jangan dibully ya?
Dalam Islam , sifat ketuhanan Alloh dijelaskan dalam surat Al-ikhlas secara lengkap. Maksudnya seluruh ayat surat Al-ikhlas menjelaskan sifat Alloh yang unik dan penting. Ini dia.
1). Katakan bahwa Alloh itu satu.
2). Alloh tempat bergantung segala sesuatu.
3). Alloh tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.
4). Dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupainya atau setara dengan-Nya.

Jadi dari sisi sifat Tuhan telah ditemukan asal Tuhan, sifat Tuhan yang benar. Konsekuensinya kita tahu Tuhan yang benar dan agama yang benar. Agama yang benar satu-satunya adalah Islam. Tuhan yang benar adalah Alloh.