BELAJAR MEMPERBAIKI HATI: BEBERAPA CARA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK MENGHILANGKAN PERASAAN IRI


belajar mengikhlaskan,, apa yang tidak menjadi hak kita…..(sulit…tapi aku mencoba)

Iri ialah menginginkan hal yang sama seperti yang diperoleh atau dialami orang lain karena menganggap yang diperoleh atau dialami orang lain itu lebih baik dari pada apa yang diperoleh atau dialami dirinya.
Jadi intinya iri itu karena ada sesuatu pada diri orang lain yang kita pandang atau kita anggap lebih baik. Dan intinya iri itu karena menganggap apa yang diperoleh atau dialami pada diri kita itu lebih buruk daripada orang lain alami.
Nah jadi menekan rasa iri berkisar pada 2 hal itu, yaitu : 1. menganggap lebih baik (yaitu yang ada pada orang lain) dan 2. menganggap lebih buruk (yaitu yang ada pada orang lain). Jadi intinya adalah merasa oran lain lebih dan merasa driri kurang. Jika kita telah berhasil menekan 2 hal ini maka Anda akan berhasil menekan rasa iri
Maka jika 2 hal di atas dipersempit lagi ternyata keduanya sama-sama bermuara pada yang namanya ANGGAPAN dan ini berasal dari CARA PANDANG. Jika berhasil mengubah cara pandang maka Anda akan berhasil menekan rasa iri
Contoh, wanita yang bertubuh gemuk, merasa iri dengan temannya wanita yang bertubuh langsing. Hal ini karena adanya ANGGAPAN bahwa tubuh langsing itu lebih sexy lebih dikagumi singkat kata lebih baik daripada tubuh yang gemuk. Jika ANGGAPAN dan PANDANGAN terhadap tubuh gemuk dan langsing ini bisa diubah misal bahwa ternyata ada lho yang seleranya justru dengan wanita gemuk, ada lho ras dan bangsa tertentu justru menganggap wanita gemuk itu sexy (misal di ras polynesia, india dan arab) dan ada lho pria yang menganggap kurus itu tidak menarik, maka Anda tidak akan iri lagi karena ANGGAPAN merasa orang lain lebih dan merasa diri kurang itu telah berubah.
Nah cara-cara mengubah ANGGAPAN dan CARA PANDANG terhadap perbandingan diri sendiri dengan orang lain diantaranya sebagai berikut :
1. Percayalah bahwa setiap orang itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka tak ada orang yang melulu hanya memiliki kelebihan dan melulu hanya memiliki kekurangan. Ada sih memang segelintir orang yang sepintas full dengan kekurangan namun prosentasenya sedikit sekali dan ada hikmah lain di balik kekurangannya dan mungkin ia tidak dimintai pertanggung jawaban penuh sebagaimana orang lain.
2. Maka tugas kita adalah mengalihkan perhatian dari kekurangan diri kita dan kelebihan orang lain dokus pada kelebihan diri kita saja.
3. Maka tugas kita adalah menemukan apa kelebihan diri kita dan pupuk kelebihan itu secara maksimal. Arahkan kelebihan itu sehingga berguna bagi orang banyak. Karena tak ada gunanya kelebihan itu jika tidak bermanfaat bagi orang lain.
4. Cara menemukan kelebihan diri kita adalah banyak mencoba berbagai hal dan mengamati diri kita sendiri. Satu-satu nya cara menemukan bakat diri kita adalah rajin mencoba berbagai hal dan menggali potensi diri kita sendiri. Sekali bakat itu ditemukan pupuk habis-habisan hingga menjadi nomor satu dalam bidang tersebut.
5. Carilah lingkungan yang mendukung mencuatnya bakat kita. Carilah lingkungan yang menghargai bakat kita. Terkadang lebih baik menjadi ikan paling besar di kolam yang kecil ketimbang menjadi ikan kecil atau biasa saja di kolam yang besar. Jadi kadang potensi diri kita tidak terlihat karena kita berada di kolam yang penuh dengan potensi potensi lain yang menonjol. Maka sejenak menyepi di lingkungan yang lebih terbatas kadang ada gunanya agar nampak bakat dan potensi diri kita
6. Jangan mencoba meniru atau mengejar kelebihan orang lain karena setiap orang memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. Jadilah diri sendiri dan tak ada gunanya menjadi orang lain karena itu menipu diri dan menyiksa diri.
7. Setiap orang akan dimudahkan Allah untuk apa yang telah menjadi jatahnya (bagiannya) maka temukanlah apa yang telah menjadi bagian kita dan tak ada gunanya menyibukkan diri memikirkan apa yang menjadi jatah orang lain.
8. Orang lain bahagia tapi pasti punya masalah dan diri kita mungkin punya masalah namun pasti bisa bahagia.
9. Orang lain beruntung tapi bisa jadi itu awal musibah bagi dirinya sedangkan diri kita mengalami musibah namun bisa jadi adalah awal keberuntungan kita.
10. Orang lain beruntung namun bisa jadi ia tidak bersyukur dan itu adalah musibah bagi dia, sedangkan kita mungkin mengalami musibah namun jika bersyukur maka itu adalah awal keberuntungan kita. Karena jika kita bersyukur Allah akan menambahkan kenikmatan pada diri kita.
11. Berhentilah menganggap diri orang lain besar dan belajarlah untuk lebih menghargai apa yang ada dalam diri sendiri. Karena orang lain tak akan menghargai apa yang ada pada diri kita jika kita sendiri tidak menghargai nya.

tips dari Andhina Wulandari
KABAR24.COM, JAKARTA—Ketika melihat seorang teman menikah atau saat rekan kerja mendapat promosi, tak bisa dipungkiri ada rasa iri di hati Anda. Namun rasa iri dan cemburu melihat kesuksesan orang lain, hanya akan membuat Anda merasa terpuruk.

Lebih baik, cobalah cara berikut ini untuk menghilangkan semua energi negatif dari diri Anda dan berhenti merasa iri.

Jangan membandingkan
Dengan majunya teknologi dan ketika hidup orang lain terpampang di media sosial, maka rasa iri jadi lebih mudah muncul. Hal ini karena orang cenderung menampilkan kebahagiaan di muka umum, namun tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya hidup mereka tak sesempurna itu. Jadi berhentilah membandingkan diri dengan orang lain, karena kebahagiaan yang mereka dapat hari ini juga pasti pernah atau akan Anda dapatkan.
Keberhasilan Anda itu penting
Rayakan pencapaian atau keberhasilan yang pernah Anda raih, sekecil apa pun itu. Anda tidak bisa membenci orang lain hanya karena mereka lebih terkenal atau memiliki pendapatan lebih besar dari Anda. Kenyataannya, hidup itu tidak mudah, tapi dengan usaha keras dan dedikasi tinggi, Anda tetap bisa meraih mimpi-mimpi Anda.
Cintai hidup Anda
Daripada iri pada orang lain, lebih baik cintai diri Anda dan hargai kehidupan yang Anda jalani. Jika Anda tidak bahagia, maka carilah kebahagiaan itu. Jika Anda merasa cemburu dengan keberhasilan orang lain, bekerjalah lebih keras, untuk apa merasa iri dan mengharapkan kesusahan orang lain? Pada akhirnya, rasa iri hanya akan menggerogoti hati Anda dan kebahagiaan itu pun jadi sulit diraih.
Berhenti ingin jadi orang lain
Jangan berharap Anda menjadi orang lain, karena tidak akan bisa. Pikiran seperti ini hanya akan membuat Anda merasa getir sepanjang hidup Anda. Jadikan kesuksesan orang lain sebagai cambuk Anda untuk mencari kesuksesan sendiri. Meski beda, Anda tetap bisa merasakah bahagia yang sama.
Sedih dan senang dialami semua orang
Hidup itu tidak sempurna. Tidak ada orang yang selalu merasa bahagia, tanpa merasa kesedihan. Jika Anda selalu melihat orang lain bahagia, bukan berarti hidup mereka sempurna. Siapa tahu, Anda hanya tidak tahu masalah apa yang sebenarnya dia alami.
Iri datang dari rasa takut
Biasanya rasa cemburu datang dari rasa takut bahwa Anda tidak akan bisa mencapai hal yang sama dengan orang lain. Adanya rasa iri justru meyakinkan diri bahwa Anda tidak cukup baik. Coba kenali lagi, apa ketakutan Anda itu. Lalu ubah cara berpikir Anda untuk lebih positif dan percayalah pada kemampuan diri sendiri. (Lovepanky/Kabar24/aw)

CARA MENGHILANGKAN RASA IRI HATI

sifat iri hati yang mendalam bisa membuat kita mengalami depresi, dendam, marah, stress, rendah diri, dan frustasi. 

Sadar bahwa  ga sendiri. 

Terima Kenyataan. 

 

Rubah ‘mind set’. 

Syukuri apa yang ada. 

. 

Positif thinking. 

Segala sesuatu memang tergantung dari cara pandang lo sendiri..
Gue hanya ingin berbagi agar kita ga selalu “ingin memiliki ” hak orang lain….

Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:
Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)
Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.
“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]
Oleh karena itu penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.
Kita perlu mengenal beberapa penyakit hati yang berbahaya serta bagaimana cara menyembuhkannya.
Sombong
Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.
Allah melarang kita untuk menjadi sombong:
“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37]
“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]
Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong:
“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min 76]
Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.
Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.
Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran.
Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:
“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]
Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?
‘Ujub (Kagum akan diri sendiri)
Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.
Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.
Iri dan Dengki
Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]
Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.
Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.
Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya’la)
Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:
“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq 5]
Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita.
Dendam adalah sesuatu yang timbul pada diri kita karena ada rasa marah atau rasa benci terhadap seseorang. Besarnya rasa dendam tergantung dari individu dan faktor lingkungannya masing-masing, ada orang yang pendendam ada juga yang tidak. Ada yang karena hal sepele saja bisa membuat orang menjadi dendam, jadi kita harus pintar-pintar menjaga sikap dan selalu berbuat baik kepada orang lain agar orang lain tidak dendam kepada kita.
Dendam bisa menimbulkan hal yang buruk bagi kondisi mental dan pikiran kita, jadi sesungguhnya rasa dendam merugikan diri kita sendiri, karena tidak ada manfaatnya sebaiknya rasa dendam dihilangkan dari diri kalian masing-masing, berikut adalah cara menghilangkan dendam :
Pertama sadarilah bahwa dendam itu sangat tidak baik untuk kondisi mental anda, jadi untuk apa memiliki rasa dendam?
Jika kita sudah menyadari bahwa dendam itu tidak baik maka kita harus memaafkannya, ada banyak manfaat yang akan kita dapatkan dari memaafkan seseorang seperti mendapatkan pahala yang lebih banyak dan bisa terbebas dari rasa dendam.
Selalu berbuat baik dan juga selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain.
 

 aku akan belajar…untuk menjadi lebih baik….amin. semoga istiqamah ya Allah.

Originally posted 2015-01-25 10:37:00.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *