BELAJAR MEMPERBAIKI HATI: Bagaimana Caranya Agar Ikhlas?

mengapa sulit….ya

Bagaimana Cara agar Ikhlas?

Seringkali ini yang menjadi pembicaran bahwa berbuat ikhlas sangat sulit. Ada juga yang mengatakan bahwa ikhlas adalah kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan.
Sebenarnya arti ikhlas adalah niat yang tulus berbuat baik/ beribadah karena Allah. Namun kata ikhlas yang selama ini didengar mungkin seringkali dianggap sebagai ridha, menerima takdir yang terjadi, dan sebagainya. Namun terlepas dari itu, dua-duanya sering disebut sebagai sesuatu yang sulit dilakukan.
Sebenarnya ikhlas menjadi sulit karena seringkali manusia mengandalkan kemampuan dirinya sendiri, tidak berserah diri kepada Allah. Karena menganggap dirinya lah yang harus mambuat hatinya untuk ikhlas.
Ikhlas itu mudah jika Allah memudahkan dan menjadi sulit jika Allah menyulitkannya. Tugas manusia hanya berserah diri kepada Allah. Mengakui bahwa diri tak mampu berbuat apa-apa kecuali jika Allah memberinya kemampuan/ kekuatan. Berserah diri bahwa “menerima” apa-apa yang Allah perintahkan.

Keikhlasan sangat berhubungan dengan tingkat keyakinan/ keimanan/ tauhiid. Contohnya, bagaimana kendi akan mengeluarkan air jika ia tidak diisi dengan air sebelumnya. Bagaimana hati akan “mengeluarkan” keikhlasan jika hati tidak diisi dengan hal-hal yang menguatkan iman. Mungkin hal inilah yang menjadi problem kenapa ikhlas menjadi sulit.
Sebenarnya ikhlas bukanlah hal yang sulit bagi yang Allah mudahkan (yang mengenal-Nya) dan itu pun juga bukan karena kehebatan orang tersebut karena segala kebaikan Allah lah yang mengaruniakan.
Contoh bahwa ikhlas sebenarnya tidak sulit, jika seseorang mempunyai gebetan atau kekasih yang sangat dicintai, tentu orang tersebut akan melakukan apa aja untuk orang yang dicintainya meskipun tidak mendapat bayaran. Misalnya juga bagi pencinta sepak bola, bangun tengah malam untuk menonton bola bukanlah hal yang terlalu sulit. Bahkan merelakan waktu istirahatnya untuk menonton pertandingan tersebut dan tidak mengharapkan bayaran apa-apa atas hal tersebut.
Ikhlas adalah buah dari hati orang yang mempunyai cinta kepada Allah, yang takut pada kemurkaan-Nya, yang sudah benar-benar yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah Penguasa semesta alam, Pemilik segala karunia, Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Namun ikhlas ini adalah rahasia hati dimana Allah lah Yang Maha Mengetahui tentang keikhlasan pada setiap hamba-Nya. Bahkan manusia sendiri sering tidak tahu apakah sudah benar-benar ikhlas ataukah masih ada kemusyrikan di hatinya dalam beramal.
Semoga Allah membersihkan hati ini dari kemusyrikan-kemusyrikan yang disadari dan yang tidak disadari. Aamiin

Originally posted 2015-01-25 10:24:00.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *