bagaimana menemukan Alloh

benda-benda di dunia ini ada dua macam, yaitu benda nyata dan benda gaib. benda nyata dapat ditangkap panca indra sedangkan benda gaib tidak dapat ditangkap panca indra. meskipun tidak dapat ditangkap panca indra, benda-benda gaib ada yang ada sungguhan. benda gaib ini dapat diketahui dari dua hal:
1. efeknya.
2. kabar/ informasi yang terpercaya
Alloh tidak dapat diketahui wujudnya dan tidak dapat ditangkap panca indra tapi keberadaan-Nya dapat diketahui bahkan diyakini  dari efek-Nya, yaitu keberadaan seluruh alam semesta, kehidupan dan manusia termasuk kita. Alloh yang menciptakan dan memelihara kelangsungan hidup kita sehingga kita bisa terus hidup dan eksis seperti sekarang. kita tidak bisa menguasai diri kita seluruhnya. kita juga tidak dapat mengurus dan mengatur alam semesta, lalu siapa yang mengatur seluruh dunia ini kalau bukan Alloh? materi tidak bisa sebab mereka mati, tidak punya kehidupan, kecerdasan, akal dan kehendak.
hal ini akan lebih jelas ketika kita benar-benar keluar ke alam dan memperhatikan alam. siapa yang menggerakkan awan, matahri, bulan, bintang-bintang? siapa yang menumbuhkan rumput, bunga-bunga, pepohonan? siapa yang menghidupkan hewan-hewan dan manusia? apakah orangtua mereka berkuasa atas anak itu? apakah mereka bisa menentukan pasti jenis kelamin, rupa fisik dan keadaan anak mereka?
hati kita akan langsung menyadari bahwa Alloh yang menciptakan, merawat dan mengatur semua itu. Alloh telah menetapkan sifat-sifat segala makhluk. Al-qur’an pun mengarahkan manusia untuk memperhatikan alam seperti:

3. Sesungguhnya dia langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. 4. Dan pada penciptaanmu sekalian dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,5. dan pada pergantian malam dan siang dan rezeki (hujan) yang diturunkan Allah dari langit lalu Dia hidupkan dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.
(QS Al-jatsiyah: 3-5)


dengan tafakkur dan tadabbur itu hati kita akan menemukan dan menyadari keberadaan bahkan kekuasaan Alloh di seluruh alam. memperbanyak tadabbur dan tafakkur bisa merendahkan hati, menyadari bahwa kita kecil di hadapan Alloh. hal ini bisa memperkuat iman kita.

hanya saja di sini perlu diingatkan bahwa kita meyakini di sini adalah meyakini keberadaan Alloh, bukan mengetahui bagaimana hakikat-Nya sebab hakikat Alloh itu di luar jangkauan manusia. dzat Alloh berada di atas Arsy di atas langit ketujuh yang jauh di atas sana. panca indra dan usaha kita takkan bisa menjangkau-Nya. jadi kita kita tak bisa tahu hakikat-Nya seperti apa.
meskipun kita tidak tahu hakikat-Nya seperti apa, bukan berarti kita tidak bisa mengimani-Nya. dalam Islam Islam kita hanya diminta mengimani keberadaan, sifat-sifat-Nya yang tertera dalam Al-aqur’an dan perbuatan-Nya yang dikabarkan dalam Al-qur’an dan hal ini dapat dibenarkan karena sesuai asal di atas, yaitu objek gaib dapat diketahui keberadaannya dari kabar yang terpercaya. sama seperti kita mendengar ada suara pesawat. dari situ kita tahu pasti ada pesawat lewat tapi kita tidak tahu pesawatnya seperti apa, jenis apa dsb.
kemudian setelah kita mengimani Alloh dan tahu keberadaan dan sifat-Nya, kita hanya bisa mencukupkan sampai di situ saja. kita tidak boleh menggambarkan Alloh seperti apapun. misalnya wajah Alloh, tangan-Nya, kaki-Nya dll. Al-qur’an menjelaskan ada wajah, tangan dan kaki Alloh tapi kita tidak oleh membayangkan seperti apapun. apapun yang kita bayangkan Alloh tidak seperti itu. segala yang kita bayangkan tentang Alloh salah sebab apapun banyangan kita pasti mirip dengan makhluk baik manusia maupun hewan sedangkan Alloh bukan makhluk yang cacat. Alloh maha sempurna.
larangan membayangkan, memikirkan dan menggambarkan Alloh ini memiliki manfaat mensucikan Alloh. dengan tidak memvisualisasikan Alloh, kita tetap membedakan Alloh sang khaliq dari makhluk. pembedaan itu yang membuat aqidah Islam unik, yaitu tauhid, mengesakan Alloh dalam ubudiyah dan uluhiyah bahkan sampai sifat-sifat-Nya. itulah yang akan memperkuat akal dan iman kita. akal kita akan membenarkan justru kalau kita tidak memvisualisasikan Alloh sebab Alloh memang berbeda dengan makhluk. Alloh maha sempurna sedangkan makhluk serba cacat. jadi sifat makhluk tidak cocok disematkan pada Alloh. visualisasi pun bisa berbeda-beda menurut setiap orang, budaya dan masyarakat. nah tauhid menghapus visualisasi Alloh sehingga bisa mempersatukan seluruh umat manusia dalam satu aqidah, yaitu Alloh yang satu dan maha sempurna. jadi hl yang benar adalah kita meyakini Alloh itu ada tapi jangan memvisualisasikan-Nya. 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *