teman tapi mesra

Aku punya teman

Teman sepermainan

Dimana ada dia selalu ada aku

Lampu gemerlap berkilauan di kafe. Bola kacanya berputar memantulkan cahaya ke segala arah. Sinar merah, kuning, hijau, biru, bertebaran bergantian mewarnai orang-orang di bawahnya, laki-laki, perempuan, dewasa, remaja bercampur disana.


Shelly bersama Reno duduk di kursi pinggir ruangan, mereka memesan kopi. Pelayan kafe bergerak mengambil minuman pesanan mereka.

“ Hai, Shelly.” suara nyaring memanggil Shelly.

“ Hai,Lita.” Shelly balas menyahut.

Lita duduk di sebelah kanan Shelly di mana Reno di sebelah kirinya. Lita adalah gadis modern berambut hitam kemerahan yang rambutnya dibuat berombak. Dia mengenakan gaun merah dan berpita silang di lehernya.

“ke sini lagi.”

“ Iya. Habis Kara sibuk mulu sih. Jadi aku bersenang-senang ke sini.”

“sama Reno lagi?”

“habis sama siapa lagi. Dia yang terus datengin aku waktu aku sendirian.”

Dia memang manis

Dan juga baik hati

Dan dia slalu ada waktu

Untuk membantuku

“Udah berapa lama kalian jalan bareng?” Tanya Lita. Dia mengambil permen karet dan mengunyahnya.

“Sejak kapan ya ? aku lupa.”

“6 bulan.” Jawab Reno.

“wah, sudah selama itu ya ? aku nggak inget.”

“Shelly. Shelly. Kamu jalan aja nggak inget. Kalian TTM aja ya ? jadian aja sekalian!” ujar Lita.

“Lita aja tahu seharusnya kamu jadian. Berarti sudah soalnya.” Batin seseorang.

“Ah. Kamu, Lit. Nanti aku selingkuh dong. Nggak enak sama Kara.”

“Biarin aja. Toh mungkin dia juga asyik main sama sekretarisnya, klien atau temannya. Dia bebas. Zaman sekarang gito loh. Siapa sih yang masih setia sekarang ini ?”

“Aku.” Batin itu menyahut lagi, tapi Lita dan Shelly tak mendengar karena Batin iku di ucapkan dalam hati”

Mereka bertiga minum kopi cokelat lalu bercerita lagi. Seorang cowok berkaos hitam, berkaca mata hitam dan topi hitam muncul dari pintu  agak jauh dari tempat duduk mereka bertiga. Dia memanggil lita.

“Lita!”  lalu kembali. Lita menoleh.

”Eh. Tunggu sebentar ya? aku pergi dulu.” Lita bangkit dan beranjak menemui pemanggilnya.

“Sekarang saatnya.”

Reno meminum habis kopi cokelatnya lalu menghadap Shelly.

“Shel.”

“Ya ?” Shelly menoleh.

“Kamu ingat yang di bilang Lita barusan ? 6 bulan ternyata kita jalan bareng.”

“ Iya. aku juga nggak nyangka. padahal dulu kita nggak pernah ketemu. Tiba-tiba kamu telfon aku. Aku nggak balas. Tapi kamu terus telpon sampai …… kayak gini deh.”

“Shel, aku mau ngomong sama kamu.” Reno mencoba mengatakan isi hatinya.

“Apa ? “

Reno diam dulu mengumpulkan keberanian, “ Aku ingin kita jadian.”

Namun aku bingung

Ketika dia bilang cinta

Dan dia juga katakan

Ku ingin kau jadi kekasihku

Shelly tercengang. Dia diam.

“Eee…”. diam lagi. Hening sementara diskotik panas.

“Aku  sudah nunggu 10 tahun. Shel. aku jatuh cinta padamu sejak kelas 1 SMA. oleh kejadian ajaib yang ku sangka mukjizat. Aku terus menuggu dan mencintai mu, Shel.” Ini keterlaluan. banyak kata. Shelly masih diam.

“6 bulan kita jalan bareng, Shel. biarpun biarpun tanpa Kara tapi kau tetap menerimaku.”

Cukuplah saja berteman denganku

Janganlah kau meminta lebih

Kutak mungkin mencintaimu

Kita berteman saja

Teman tapi mesra

Mendengar itu Shelly bilang,” ah. kamu Cuma ku anggap teman kok, Din. Santai aja.”

“ Tapi kenangan-kenangan kita ?”

“Itu buat ngelupain stress di rumah. Aku Cuma ingin bersenang-senang di luar. Pas kamu ada. Jadi kita main.”

“Jadi aku Cuma pelarian ?” simpul Reno.

” aku tahu suatu saat kau akan mengatakan itu.” Shelly menyetel Mp4 player lalu memainkan musik Ratu teman tapi mesra.

Cukuplah saja berteman denganku

Janganlah kau meminta lebih

Kutak mungkin mencintaimu

Kita berteman saja

Teman tapi mesra

Shelly minum kopinya lagi menghapus kejutan yang membuat jantungnya deg-degan.

“Jadi aku Cuma dipermainkan. Ternyata Shelly sudah tidak polos lagi. Apa aku tinggalkan dia? Tapi ini kesempatanku menemani dia. Hanya sampai sini kebolehan ku mendekati dia.Ada asimtot yang tak bisa ku tembus. cintanya pada Kara masih kuat walau setebal benang.

Aku tak boleh memaksanya atau membuatnya marah. Aku harus belajar dari pengalaman 4 tahun ketika aku melamarnya. Dia sudah menikah. Ya sudah nikmati saja limit ini.”

Aku memang suka pada dirimu

Namun aku ada yang punya

Lebih baik kita berteman

Kita berteman saja

Teman tapi mesra

Reno meminum kopi cokelatnya menemani Shelly di malam di bar ini.

Originally posted 2006-05-05 20:42:00.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *