tak bisakah

Reno keluar dari kantor dengan gemetar. Ia terus berusaha bersabar keluar dari gedung. Begitu seluruh kakinya menginjak lantai luar gedung, ia meledak.

“ hore.. aku diterima kerja. Hore…yes! Yes! Yes! Wuuu…” dia berlari ke rumah.

hatiku bimbang namun tetap pikirkanmu

selalu selalu dalam hatiku

ku melangkah sejauh apapun itu

selalu engkau di dalam hatiku

Di rumah ia segera bercerita ke Ivan, teman kosnya.” Eh, Van. Aku diterima kerja. Kereen.. hebat! Akhirnya aku dapat kerja dan bisa wujudin janjiku.”

Ivan menanggapi,” wah, hebat tuh. Kamu sudah punya penghasilan sendiri. Jadi dapat penuhi janjimu yang dulu.”

“ yap! Aku bakalan siap-siap. Aku akan telepon Shelly. Biar dia tahu.”

“ kasih tahu sana.”

Reno berlari ke kamar dan cepet memencet tombol Hp. Diteleponnya Shelly untuk bilang dia mau ngajak ketemuan. Dia minta Shelly datang ke Mall station store pukul 7 malam. Shelly nggak bilang apa-apa tapi berusaha menyanggupi.

ku berjalan berjalan memutar waktu

berharap temukan sisa hatimu

mengertilah ku ingin engkau begitu

mengerti kau di dalam hatiku

“ gimana, No?” Tanya Ivan.

“ oke. Dia bisa datang.”

“ nah, kamu juga siap-siap dong.” Saran Ivan.

“ oke.”

Reno cepat-cepat mandi. Kali ini mandinya dilama-lamain, dikasih parfum, dikasih lotion, pembersih wajah dll. Dia milih-milih pakaian yang cocok buat ketemu. Celana-celana juga ditimbangi untuk kecocokannya. Ini resmi tapi juga tak resmi. Sampai dia sendiri bingung milihnya.

“ udah?” Tanya Ivan.

“ udah. Aku milih begini aja deh.” Dunia tak sempurna. Maka manusia harus memilih. Tapi manusia berusaha memilih yang terdekat kepada sempurna.

Ivan melihat penampilan Reno. Kemeja putih, jas putih, celana putih dan sepatu hitam. Okelah. Dia mengantar Reno naik vespa ke mall. Setelah itu ditinggalnya di sana.

“ semoga luck ya?” salam Ivan.

“ makasih, bro.” Reno tersenyum bangga.

Reno lalu duduk di meja nomor 6 tempat janjian mereka. Dia menunggu dengan tak sabar. Harapannnya semua akan berjalan lancar. Dia mencoba mengucapkan kata-kata yang akan dipakainya nanti. Shelly, kini…, Shelly, kamu tahu, …. . ada banyak pilihan. Reno mencoba satu persatu.

Tak lama kemudian terdengar langkah kaki. Reno menoleh. Dia melihat ke pintu masuk. Di sana melangkah anggun seorang dewi hatinya, mawar hatinya. Gadis itu 22 tahun berambut lurus dalam kaos putih lengan berjaket kecil berwarna ungu. Roknya berwarna ungu selutut. Dia melihat sekeliling sampai menemukan Reno.

“ hai.” Sapa Reno.

“ hai.” Balas Shelly.

“ silakan duduk.” Reno mempersilakan.

Shelly berterimakasih lalu duduk di hadapan Reno. Di seberang meja. Mereka saling tanya kabar dulu ngobrol ke sana kemari sampai ke topic utama.

“ tadi kamu bilang kamu mau ngasih kejutan apa?” Tanya Shelly.

Reno berusaha tenang mempersiapkan kata-kata dan memejamkan mata. Dia berusaha agar tidak gugup dan bergetar.

“ begini.” Suara Reno bergetar keras tapi ditahannya.” Apa kamu ingat waktu kelulusan SMA aku pernah bilang aku berjanji akan menjadi pria yang mampu kau banggakan lalu akan mendatangimu. Aku akan mencari pekerjaan dulu yang tetap lalu akan menemuimu untuk menyatakan cintaku padamu.”

Shelly menatap ke atas dulu berusaha mengingat,” ya. Aku ingat.”

“ aku mendapatkannya.” Tegas Reno menahan senang.

“ maksudmu?” Shelly mendekat.

“ aku dapat pekerjaan. Pekerjaan tetap. Akhirnya aku bias memenuhi janjiku untuk menemuimu. Aku bilang sekarang saatnya aku nyatakan cinta padamu. Aku cinta padamu, Shelly. Apakah kau bersedia menerima cintaku?” Reno senang sekali mengatakan itu sampai bergetar.

Tapi kehampaan yang terlihat di muka Shelly. Kosong.

“ kenapa?” Tanya Reno heran.

Shelly terdiam, bergetar. Dia diam beberapa saat.”m..m.. maaf, Reno. Aku nggak bisa nerima cintamu.”

“ kenapa?”

Shelly diam menunjukkan jari kelingkingnya. Sebuah emas melingkari jari putihnya. Sebuah permata kecil berukir mawar menonjol di cincin itu.

“ kenapa? Kenapa kau lakukan itu?” Reno naik pitam mengetahui Shelly…

tak bisakah kau menungguku

hingga nanti tetap menunggu

tak bisakah kau menuntunku

menemani jalan hidupku

“ apa kau nggak bisa mengungguku sebentar saja?” Tanya Reno.

Shelly tetap diam.

“ kau murahan sekali nerima cowok lain selagi aku nggak ada.” Maki Reno.

Shelly tersinggung,” aku cewek, Yo. Aku punya batasan nikah. Aku nggak bisa nunggu selama itu. Aku nggak tahu kamu akan datang setelah 5 tahun. Kamu juga bukan pacar aku sebelyum itu. Kita Cuma teman. Malam ini kamu nembak aku tanpa apa-apa. Aku nggak tahu kamu cinta aku beneran.”

“ dulu aku kan udah bilang?”

“ tapi abis itu kamu nggak pernah ngontak aku atau bicara sama aku.” Bantah Shelly.

“ itu buat janji aku kalo aku akan datang padamu setelah aku buktikan aku layak buatmu.” Kata Reno.

“ udah. Aku pulang aja.” Shelly bangkit berbalik pulang dengan tergesa-gesa. Reno hanya bisa menatapnya dengan hati hancur. Rencana 5 tahunnya menguap dalam 5 menit.

ku berjalan berjalan memutar waktu

berharap temukan sisa hatimu

mengertilah ku ingin engkau begitu

mengerti kau di dalam hatiku

dan kau menjadi hidupku

kemana kau tahu isi hatiku

tunggu sejenak aku di situ

jalanku jalan menemukanmu

repeat reff

Originally posted 2006-09-08 20:52:00.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *