rekreasi ke gunung bromo

Pagi ini hari rabu 27 Juni 2007 pukul 04.00 WIB aku tiba ke solah. Kelas kami akan mengadakan rekreasi ke gunung Bromo. Kegiatan in direncanakan berangkat pukul 04.00. oleh krena itu aku segera mengayuh sepedaku ke sana.

Aku membawa 3 potong pakaian dan 1 celana. Pakaian itu aku taruh dalam tas. Ada 2 disket, 1 kacamata hitam, 1 binder, 1 komik, 2 lembar fotokopian, beberapa lembar kertas folio dan lain-lain. Aku nggak tahu kegunaan barang-barang itu tapi aku merasa ingin membawanya dan kurasa pas kalau aku membawanya. Jadi langsung saja aku masuki tas dan cangklong tasku.

Di sana aku bertemu Anis. Dia satu-satunya orang di sana. Masih gelap. Aku duduk dan menulis laporan ini. Kemudian reza dating naik sedan abu-abu. Kami berbicara sebenatr. Lalu aku teringat kami akan naik mobil. Sepedaku aku parker di mana? Aku segera mencari-cari.

Aku bersepeda ke timur, barat mencari celah untuk memasukkan sepeda ke area sekolah. Aku mencari pagar depan secretariat PA tapi gak ada. Ke tugu SMAS, gak ada. Aku ingat ada Retty dan Reangga yang rumahnya dekat. Aku segera ke sana.

Aku mau parker ke rumah Rety, di tutup. Aku ke Reangga. Kuparkir. Aku menulis pesan dengan kertas Binder. Kuberi klip dan kupasang di pegangan sepeda. Sepedaku kukunci. Aku lekas kembali ke sekolah.

Di jalan eku bertemu teman-teman. Kami shalat subuh berjamaah di depag lalu kembali. Sepulang dari sana teman-teman sudah muncul satu persatu. Sedikit jadi banyak mereka berdatangan.

Kemudian pukul 05.30 semua anak berangkat. Mereka berdua naik dalam 2 elf. Aku naik kelompok 2 di mana keompok elit2 masuk elf pertama.

Kami berangkat melewati malang Setelah menjemput Dika. Perjalanan dilanjutkan sampai ke malang pukul 09.00. kami berhenti sejenak untuk sarapan di lapangan sepakbol di atas gunung. Masih di lerengnya.

Kemudian perjalananberlanjut sampai lautan pasir gunung bromo. Jalannya berliku, menanjak curam di mana banyak pepohonan mengelilingi kami. Kabut menyelimuti hutan. Sinyal tk sampai sehingga HP tak dapat mengirim pesan apapun. Kami lalu turun mendarat ke hamparan gurun itu.

Kami turun melihat pasir yang luas beterbangan dan tanaman-tanaman unik yang tak pernah kami lihat sebelumnya tumbuh bersemi. Kami terus berjalan hingga sampai ke sebuh pura yang besar. Pura itu memiliki 3 latar berbeda ukuran. Yang paling besar memiliki pura lagi dan 2 payung. Latar yang kecil terletak di sebelah timur. Mobil ami berhenti di sana. Kami kemudian turun.

Setelah turun dari mobil kami berjalan menyusuri lereng gunung bromo menuju kawahnya. Kami melewati pasir-pasir. Baunya belerang atau kotoran kuda. Penunggang kuda menawarkan kuda. Aku tolak. Kami berjalan di pasir lalu mendaki tangga yang sangat tinggi. Tangga itu begitu tinggi, curam, jauh dan berdebu. Kami mendaki dengan terengah-engah dan capek.

Di puncak kami melihat dasar kawah yang berasap belerang dan aktif. Kami berjalan ke segela sisi kawah. Kami juga melihat gunung sebelah yang berupa undakan indah seperti anak gunung kelud berwarna abu-abu campur ungu karena banyak tumbuhan. Kami berfoto-foto sementara aku terus menulis laporan.

Kami lalu segera turun karena hujan telah turun. Kami segera menuruni tangga dan kembali ke mobil. Aku sempat beli kaos. Kaos itu kulipat dan kumasukkan ke dalam tas. Aku bergabung dengan teman-teman Udaranya tidak enak. Kami naik dan turun gunung. Sebelumnya naik ke kawah kaldera dulu lalu kembali ke jalan tadi yang berliku-liku. Kami terus turun dan kembali dari pasuruan ke malang.

Dalam perjalanan turun masih di gunung bromo kami tuun dulu untuk cuci kaki. Kami mampir ke pura. Tak lupa kami mampir ke mushola terdekat untuk shalat zuhur karena sudah masuk waktunya. Kami wudlu dulu bergantian di kampung tengger. Udar dan airnya dingin sekali. Kami sempat foto-foto dengan orang tengger.

Aku nggak ikut cuci deh. Aku eman duwitku tinggal 1000. kutunggu merka. Lalu kami turun.

Jalan meliuk-liuk lagi membuatkutakut pusing. Aku tidur saja yang lelap. Bis itu aku tak ingat apa-apa lagi.

Sampai goncangan membangunkanku. Aku terbangun. Aku melihat sekelilingku. Giri dan Ratna masih tidur. Aku mau tidur lagi tapi gncangan itu dating lagi. Aku jadi sadar. Ratika tidak tidur. Dia masih nyanyi “prau layar”. Dia lalu ganti Baby doll, doraemon, dragon ball, peter pan dan lain-lain. Aku jadi kut. Giri dan Ratna ikut nyanyi. Terus nyanyi.

Kami lalu tiba di alun-alun malang. Kami turun untuk shalat ashar. Lalu kami kembali ke mobil. Teman-teman berpencar membeli macam-macam. Aku juga jalan-jalan membeli banyak barang. Lalu kami menunggu maghrib.

Adzan maghrib berkumandang. Aku segera ke masjid untuk shalat maghrib bersama Lukman dan Faiz. Habis shalat kami berkumpul lagi. Kami menunggu yang lain. Lama sekali. Sampai pukul 07.00. hingga timbul isu balas dendam dari bis 2.

Aku cuek saja sambil makan nasi. Tak lama kemudian tim bis 2 muncul, termasuk Ratika. Teman-teman segera ngerayain hari ulang tahun Ratika. Aku juga ikut ngumpul biar semua gembira.

Tanpa diduga Dika melihatku. Dia menghiburku. Setelah itu kami sama-sama pulang. Perjalanan pulang menurutku sangat membosankan. Aku tidur saja. Hingga Talun aku terbngun dan tidur lagi sambil mendengar pembicaraan teman-teman. Bison ini tetap melaju menuju SMASA.

Hingga jam di HP menunjukkan 21.30 kami tiba di Garum. Satu persatu Misbah, Giri dan Veny turun dulu. Kemudian teman-teman yang lain melanjutkan perjalanan puang hingga SMA. kami turun dan berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Perjalanan sudah berakhir.

Originally posted 2007-06-28 06:01:00.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *