proyek pembangunan pantai pangi

Dari jauh terlihat sebuah kapal mendekati menara mercusuar segera menghubungi petugas pelabuhan . Petugas pelabuhan mengatur jalan dan kapal – kapal agar kapal baru itu bisa masuk .

“ Selamat siang , saya George Howard dari Australia . Bisa bertemu dengan sektorat pelabuhan ini .”

“ Baik .” Petugas pantai menghubungi seseorang .

Sementara itu orang yang dihubungi adalah Press . dir Darul Fatoni . Darul Fatoni sedang bermain Futsal . Satu lagi bermain Bulutangkis dari rumahnya di tepi teluk pangi . Darul melihat ada kapal dari Australia . Darul menerima telepon dari petugas pantai .

“ Halo ?”

“ Pak , Tuan George Howard dari Australia ingin bertemu anda .”

“ Bahwa dia kemari .”

Petugas pantai memandu George Howard dari kapal menuju jalan Dermaga . Mereka memiliki tangga dan tiba di ruang Villa Darul .

“ Selamat siang , tuan Darul . senag berkenalan dengan anda .”

Terimakasih . senang berkenalan dengan anda juga.”

“ Tuan Darul , kami mendengar anda ingin membangun fasilitas penelitian disini . Betul ?”

“ ya, karena tempat ini sudah memiliki Fasilitas transportasi , komunikasi dan demografi modern . Pantai ini sudah memiliki 2 jalur langsung ke kota Blitar yang aman , cepat dan nyaman .”

“ Pertama jalur tembus bumi . Jalur ini jalan aspal dan terowongan menembus gunung – gunung ini . Kita tahu ini bukan Gunung , tapi Bukit dengan begitu tidak terjadi Letusan Vulkanik kalau kita mengebornya .”

Kedua Ular Aspal . Jalur ini tepat di atas sungai sebelah timur teluk . Jalur ini disangga beton di kiri dan kanan sungai sehingga tidak rubah . Jalur ini mengikuti alur sungai yang rendah sehingga jalan ini tidak naik turun walau berkelok – kelok .

Kedua jalur ini akan bertemu di Jalan Pansela , pantai selatan Jawa yang menghubungkan Banyuwangi , Jember , Malang , Blitar , Tulungagung , Ponorogo terus sampai ke Banten sampai ujung Kulon . Jlur Pansela ini sudah di Fasilitasi transportasi sehingga akses Jalur ini menjadi mudah dan murah .”

“Kemudian bagaimana tentang Pemasangan sistem penelitian ?” lanjut George Howard.

“ Bagus sekali ! karena tempat ini berbukit – bukit , Justru laboraturiumnya bisa diletakkan di bawah tanah . Ini bisa menurunkan biaya pajak selain itu laboraturium ini bisa dirahasiakan agar tidak tercium oleh media dan berisiko ditolak oleh masyarakat .”

“ Kenapa begitu , Tuan Darul ?”

“ Ini masalh biasa . Masyarakat disini masih tradisional . Mereka belum bisa sepenuhnya mempercayai teknologi . Jadi mereka bisa kontra terhadap pembaruan .”

“ Oooo….Begitu . Baiklah . Mana proposalnya ?”

“ Ini .” Darul menyerahkan proposal . “ Kalau ada yang hendak tanyakan , silahkan hubungi saya .” Darul menambahkan kartu namanya .

“ Terimakasih . saya akan periksa proposal anda . Beberapa hari lagi akan saya hubungi .”

Mereka berjabat tangan lalu berpisah . George Howard melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Pasifik . Darul kembali menonton anak – anaknya bermain .

Ia terkenang R Hete yag memberinya ide gila begini . Juga Wahyu yang membuatnya jadi serius begii hingga Pantai yang melarat menjadi Perintis sentar Komunikasi Bilateral Indonesia – Singapura .

Visi awal kesuksesan

Originally posted 2011-07-15 19:35:00.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *