Kara dan Shelly

perpisahan kelas 9 SMP Aryapati sudah dilangsung kemarin. hari ini tanda tangan ijazah, cap tiga jari dan pembagian buku alumni. anak-anak berfoto-foto, saling tanda tangan di buku alumni, tapi tidak di seragam karena dilarang. setelah itu mereka semua pulang. bahagia walau tangis menyapa.

kelas 9D sudah sepi kecuali satu orang. seorang gadis membaca buku alumni melihat tanda tangan teman-temannya. dia duduk di pojok belakang timur utara memakai jaket biru kehijauan. namanya Shelly Cassanova.

di seberang luar kelas di luar diagonal dari tempat Shelly, kara ribut sendiri dengan teman-temannya.

“nggak usah!” sergah Kara berbisik.

“alaah! kalau suka ngomong aja!” desak Niki.

“nanti kan juga bisa? toh SMA-nya sama?” elak Kara.

“siapa yang jamin dia nanti nggak bakalan sekelas sama kamu? gimana kalau pisah kelas? gimana kalo dia kepincut sama cowok lain? kamu kamu?” desak Azizah.

“tapi…”

“udah! masuk aja! kita dukung!” dorong Niki diikuti Ega, Azizah, Meta, Tria, Robi, Radian dan lain-lain. usaha mereka berhasil. Kara kalah tenaga terdorong masuk.

“Kara.” kata Shelly.

“Shelly.” kara mematung.”hai.”

“belum pulang?”

“nng… belum.”

kara melirik pada teman-temannya. mereka mengacungkan lengan semangat. kara maju mendekati tempat duduk Shelly. Shelly masih di tempatnya memegang buku alumni warna merah itu.

“Shelly, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.”

“apa?”

kara memikirkan kata-kata yang diucapkannya. muter-muter dulu, pembukaan, isyarat tak langsung, metafora, tapi semua makin ruwet. akhirnya dia katakan langsung saja.

“aku suka sama kamu. kamu mau nggak jadi pacarku?” tembak Kara.

“ah..” Shelly terpana. buku alumninya terlepas jatuh ke meja.

cewek aquarius itu menunduk, toleh sana toleh sini. teman-teman Kara memutari kelas muncul di sebelah Shelly.

“Ayo… terima aja Shel.” celetuk Robi muncul.

“Robi!”

“jadian aja, Shel!” azizah ikut-ikutan.

” aku tau kamu sering ngomongin dia!” Meta ikut bicara.

“dia cowok baik kok, Shel. aku yakin kamu bakalan bahagia sama dia.” dukung Tria.

“teman-teman!” Shelly berusaha menghentikan mereka.

“terima aja, Shel! kesempatan nggak datang dua kali.” kata Robi.

” kamu juga suka kan sama dia?” kata Tria.

“Tria!”

“terima! terima! terima! terima!” robi mulai bersorak diikuti teman-teman lainnya. Shelly makin malu dibuatnya. mereka makin meriah dan keras.

“gimana?” tanya Kara.

Shelly menunduk mengangguk.

akhirnya mereka jadian. teman-teman masuk bergabung dalam kebahagiaan cinta sepasang remaja muda itu.

Originally posted 2005-05-09 20:34:00.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *