kado untuk penulis

Pintu kayu kamar warna coklat itu terbuka. Seorang cewek berseragam putih biru keluar. Dia berambut panjang dijepit  sebagian ke belakang. Cewek itu duduk di kursi meja makan.

“wika, kamu tahu hari ini hari apa?” pak irwan membuka percakapan di sela sela sarapan

“ayah inget hari ini hari apa?” Tanya cewek bernama belakang nurviana itu

“nanti siang tungguin ayah ya? Ayah mau kasih sesuatu buat kamu”.

“wika udah gede yah, gak usah dikasih lagi” sela jefry

“kakak apa paan sih? Gak senang adiknya seneng apa? “ protes wika.

“biarin, weee…” jefry menjulurkan lidah

“udah udah ! kalian gak malu sama adi-adik kalian? Kalian harusnya ngasih contoh yang baik, bukan malah berantem” lerai Bu Indah, Bu Karunia Indah

“ya sudah, nanti cepat pulang, ya?” pesan pak irwan

“ayah yang mestinya pulang cepat”

“Iya…”

Seusai pelajaran terakhir wika langsung pulang ke rumah. Dia lekas lekas ganti baju, makan terus sholat. Abis itu dia segera ke ruang depan duduk manis menunggu ayahnya.

“eh sudah pulang anak ayah”sapa pak irwan di halaman depan

“kan ayah yang bilang?”

“ya udah. Ayo”

Pak irwan ganti baju dan shoalt dulu. Beliau lantas makan. Wika setia nunggui n sampai selesai. Dadanya berdebar-debar ingin tahu hadiah yang bakalan dikasih ayahnya . hadiahnya apa aya?

“wik kamu masih inget tahun kemarin ayah ngasih kamu hadiah apa?” Tanya pak irwan setelah selesai makan

“nggg… diary ya?”wika mencoba mengingat-ingat

“boleh lihat?”

Nggak boleh dong! Rahasia!”tolak wika seketika

“ayah Cuma pengen tahu udah penuh belum? Kamu rajin ngisinya nggak?”

“Udah penuh lama. Malah aku udah ganti empat kali” ujar wika

“oh gitu,” sahut pak irwan

Pak irwan ke dapur mencuci piring. Beliau berkata “ bawa notebook mu ke ruang tengah!”

“ya” wika mengambil notebooknya

Notebook wika adalah notebook axioo biru. Dia dibelikan ayahnya tahun lalu sebagai hadiahnya atas dterimanya

Dia di SMP Aryapati, sekolah terfavorit di Kota Patria. Wika menaruh notebooknya di meja lalu menyalakannya.

“Udah nyala?” Tanya Pak Irwan

“Udah.” Jawab Wika. “Ayah mau ngasih Film ya ? atau lagu? Atau ebook?”

“Bukan.” Jawab Pak Irwan

“Sekarang sambungkan ke Internet” instruksi Pak Irwan

Wika mengeklik sebuah menu di pojok kanan bawah bergambar grafik batang menanjak yang disilang. Dia mengekliknya. Rumahnya telah dipasangi wifi dan notebooknya sudah punya modem di dalam. Jadi terhubung. Tak lama kemudian tanda silang itu hilang dan sinyalnya penuh.

“Sekarang biar Ayah yang bukain kadonya.” Kata Pak Irwan

Beliau membuka browser dan mengetik sebaris alamat internet beliau menekan enter browser sedang loading halaman isi alamat itu ditampilkan

“Nah, ini dia”

Wika melihat tulisan didalamnya. Dia membacanya.

untuk Wika Nurviana tersayang,

selamat hariulang tahun ya? hari ini usia kamu sudah mencapai 14 tahun. semoga panjang umur dan bahagia.

Tolong maafkan ayah, ya sayang? ayah cuma bisa memberikan hadiah ulang tahun berupa surat ini karena ayah tak mempunyai harta yang banyak da mewah. ayah juga belum bisa membuatkan pesta ulang tahun seperti teman-teman kamu. ayah cuma bisa memberikan hadiah kecil ini.

Ayah cuma bisa memberikan selembar surat ini tapi kamu jagan bersedih. setelah kamu membaca surat ini ayah akan memberikan sesuatu kepada kamu. sesuatu ini sesuatu yang terlihat kecil tapi istimewa. sesuatu ini berkaitan dengan hobi kamu. Ayah tahu kamu suka menulis. makanya Ayah memberikan hadiah berupa sesuatu ini. semoga kamu suka.

tentang apa hadiahnya nanti silakan tanya Ayah setelah kamu membaca surat ini karena semuanya tak cukup dijelaskan dalam surat sependek ini.

dari

Ayah

Wika membatin “Hanya ini saja”

“Bagaimana menurut kamu?” tanyak Pak Irwan

Wika tersenyum kecut. Makasih ayah. Suratnya bagus. Ayah udah ngasih perhatian ke aku. Banyak Ayah orang lain yang tidak pernah perhatian seperti ini.”

“Ayah nggak sekedar ngasih kamu ucapan ulang tahun, tapi juga blog” kata Pak Irwan

“Blog? Apa itu?”

“Blog itu website pribadi yang isinya tulisan-tulisan kayak diary. Nanti kamu bisa nulis apapun yang kamu mau. Kamu bisa nulis dan baca dimanapun kamu. Kamu juga bisa bagiin tulisan kamu biar bisa dibaca orang lain. Orang lain juga bisa kasih komen tentang tulisan kamu” terang Pak Irwan

“Tunggu, tunggu, tunggu! Gimana ayah? Aku nggak ngerti”

“Blog itu situs pribadi. Jadi kamu bakal punya situs sendiri. Isi tulisan-tulisan disusun urut berdasarkan tanggal, jadi hampir mirip sama diary. Terus tulisan-tulisan itu bisa dikomentari. Jadi pembaca bisa memberikan tanggapan atau masukan”

“Biar lebih jelas lihat contoh ini.”

Pak Irwan membuka tab baru. Beliau mengetik “Blog Remaja” di address banter google langsung mencarikan blog-blog anak remaja. Beberapa hasilnya ditampilkan dihalaman pertama. Pak Irwan mengeklik beberapa blog dalam tab baru.

“Coba kamu baca”

Wika membaca memperhatikan mereka. Benar tulisan-tulisan mereka pribadi seperti diary, laporan perjalanan, certita, foto-foto lalu foto pemiliknya… orang biasa, orang-orang biasa seperti dirinya. Bukan artis-artis yang sering muncul di tv, terus gaya cerita mereka ada yang gaul. Wika ketawa meringis melihat ada emoticon disana. Terus ada tanggalnya. Urut tapi terbaik dari yang paling baru ke yang paling lama.

Wika menggulung scroll ke bawah. Ada orang –orang yang memberi komentar. Komentar nya banyak. Mereka bisa saling balas pesan seperti di chatting.

“Keren….!!” Ujar Wika

“Ayah, gimana caranya? Ajarin dong!”

“Makanya perhatiin, oke?”

“ya, ya, ya!” sahut Wika bersemangat

“Oke gini”

Pak Irwan mengarahkan kursor ke tab pertama, tempat blog surat Wika. Beliau mengekliknya, lalu kekanan bawah. Disana menu meta. Dibawahnya ada tulisan “ login ” beliau mengekliknya. Halaman menjadi biru.

“Kamu tahu caranya login kan ? sama kayak Facebook.

“Username sama passwordnya, Ayah.”

“Nama lengkap kamu tanpa spasi sama tipe HPkamu.” Jawab Pak Irwan

“Apa?” wika menyernyit.

Wika mencoba saja. Dia tahu tipe HPnya. Dia mengetikan lalu menekan enter. Chrome memuat ulang halaman. Mereka masuk ke halaman penuh panel

Seperti ruang kendali. Ada menu di kiri. Setiap menu ada tulisan kecil di bawahnya. Di atas ada menu lagi. Di tengah ada kotak – kotak. Di kana ada grafik batang. Di bawah ada berita – berita.

“Puyeng, yah.”

“Lewati aja”

Pak Irwan menggerakkan kursor ke menu sebelah kiri yang ada tulisan “tulisan”. Di bawahnya ada menu “tambah baru”. Beliau mengekliknya.

Halaman baru terbuka.

“Nah, ini halaman posting, kamu bisa nulis apapun yang kamu mau disini. Di kotak atas ini tempat judul.” Pak Irwan menunjukkannya yang bawah untuk isi tulisan “contohnya begini”

Pak Irwan mengetik “Selamat Ulang Tahun” di kotak judul. Beliau mengetik “Selamat Ulang Tahun yang ke-14, wika sayang semoga panjang umur dan bahagia.

“Disebelah kana nada menu katergori. Ini untuk mengelompokkan tulisan dalam jenis yang sama, misalnya diary, cerpen, puisi atau artikel. Nanti kamu bisa pilih dengan klik seperti ini.”

Pak Irwan mengekliknya. Muncul tanda cawan dikotak kategori.

“Kalau misalnya mau bikin kategori baru. Bisa. Dibawah ada menu “Buat Kategori baru. Klik. Isi nama kategori di kotak nama yang telah disediakan. Lalu klik buat kategori baru.

Pak Irwan mencontohkan dengan kategori baru “Diary”

“Kalau sudah klik tombol “terbitkan” di kanan atas” jelas Pak Irwan. Beliau mengekliknya.

Muncul pemberitahuan kalau posting telah diterbitkan ada link untuk melihat hasilnya.

“Nah kita coba lihat”  pak Irwan klik link itu

Halaman muka blog ditayangkan tulisan baru selamat ulang tahun terlihat.

Disana tertanggal 20 Februari

“Ooohh…” Wika melongo melihat hasilnya.

“Nah, sekarang kamu” Pak Irwan memberikan kesempatan.

“Gimana caranya?”

“Dari sini ke dashboard dulu” Pak Irwan memindah pointer ke pojok kiri atas. Disana muncul menu pull down. Beliau mengeklik “Admin WP” dashboard muncul lagi.

Wika mencoba menirukan apa yang diajarkan ayahnya. Ketika dia sempat lupa, Pak Irwan mengingatkannya.

“Mau nulis apa, ya? Gak ad ide.”

“Kalau gak ad aide, copy paste dari luar aja dulu, misalnya kamu kan suka Suju, SNSD, JKT48?’

“Boleh, ya? Oke deh”

Wika membuka tab baru, mencari profil suju kesukaannya, terutama kyohyun, siwon dan ryeowook. Mereka keren. Begitu dapat dia blog semua, copy paste dihalaman posting semua tersalin, dan isi judul dan mau klik “terbitkan”

“Jangan lupa! Kategorinya !” ingat Pak Irwan.

“Oh iya” Wika membuat kategori “Idola” baru dia terbitkan. Beberapa saat kemudian hasilnya terlihat.

“Kerennn…! Aku kayak punya situs sendiri” Ujar Wika

“Itu memang situs kamu sendiri “Imbuh Pak Irwan

“Makasih, Ayah. Ini hadiah terindah yang pernah aku miliki”

“Sama-sama” Balas Pak Irwan untuk diawal kamu boleh copas tapi nanti kamu usahain bikin sendiri ya? Biar asli dan nggak jiplak. WordPress sama google bisa tahu kalo kamu jiplak nanti lama-lama bisa diblokir. Jadi bikin tulisan kamu sendiri, oke? Kan tulisan kamu ada banyak”

“Oke”

“Ayah mau pergi. Kamu tahu cara logout-nya?”

“Cara logout nya gimana?” Tanya Wika

“Ada dua cara. Pertamakamu buka alamat blog kamu. Ditempat kamu login tadi aka nada tulisan “Logout” kamu klik itu maka kamu bisa keluar. Seperti  ini”

Pak Irwan membukakan tab baru. Beliau ketik alamat blog Wika. Begitu loading halaman selesai, beliau tunjukkan menu meta dibawahnya ada tulisan logoout.

“Tapi jangan diklik sekarang, nanti aja. Sekarang cara kedua”

Pak Irwan mengeklik tab halaman posting.

“Nih dipojok kanan atas ada foto lingkaran. Kalau kamu arahkan kesana akan muncul foto dan username kamu. Disebelah kanannya akan muncul tulisan “Keluar” itu bisa dipake juga.

“Ingat ! selalu keluar atau logout setiap selesai ngeblog, ini demi keamanan kamu terutama waktu diluar seperti di warnet, hotspot, atau pinjem laptop teman. Tujuannya biar nggak dibajak orang ngerti?”

“Ya Ayah.”

“Ya udah, Ayah tinggal dulu, ya? Selamat belajar.”

“Makasih” Wika melanjutkan ngeblognya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *