CINTA SEJATI,,, ADAKAH?

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-language:EN-US;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-priority:99; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1813792344; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:824864862 -1366418694 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; mso-ansi-font-weight:bold;} @list l0:level2 {mso-level-tab-stop:72.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l0:level3 {mso-level-tab-stop:108.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l0:level4 {mso-level-tab-stop:144.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l0:level5 {mso-level-tab-stop:180.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l0:level6 {mso-level-tab-stop:216.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l0:level7 {mso-level-tab-stop:252.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l0:level8 {mso-level-tab-stop:288.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l0:level9 {mso-level-tab-stop:324.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>

Kadang tak tau… dan dalam keadaan tidak tahu itu sering tergesa-gesa membuat kesimpulan..
ADAKAH CINTA SEJATI??Akucintaibuayahku

 

  1. Cinta sejati tidak sama dengan nafsu
    Cinta dan nafsu sering kali membingungkan kita. sebenernya, kebanyakan tema film, lagu, novel bukanlah tentang cinta, melainkan nafsu. Bagaimana membedakanya …?!?
    cinta tahan uji, … nafsu mudah luntur …
    cinta menghargai … nafsu memanfaatkan …
    Daya tarik fisik sering kali menjadi satu sinyal awal dari tumbuhnya Cinta sejati,tapi itu belum jadi cinta sejati.
    2. Cinta tidak sama dengan keromantisan
    Perasaan romantis memang luar biasa dalam hubungan dekat antara pria dan wanita. Tuhan memang merancang agar kita mengalami perasaan seperti ini dalam hubungan istimewa dengan lawan jenis. Namun gairah dan kehangatan romansa tidak dapat disamakan dengan cinta. Keromantisan merupakan suatu perasaan; sedangkan cinta sejati masih memiliki makna yang jauh lebih dalam lagi .
    3. Cinta sejati tidak sama dengan tergila-gila ..
    Perasaan tergila gila adalah daya tarik dan gairah yang kuat dalam diri seseorang terhadap lawan jenisnya. Kamu akan memikirkan dia siang dan malam.Pikiranmu tersita oleh orang itu sehingga kau tidak dapat berkonsentrasi pada hal yang lain. Kata lain dari persaan tergila gila ialah puppy love ato cinta monyet. Jatuh cinta ato cinta pandangan pertama biasanya mereka berbicara ttg perasaan tergila gila …
    4. Cinta sejati tidak sama dengan seks
    Cinta merupakan proses ; seks merupakan suatu tindakan. Cinta bisa dipelajari; seks merupakan naluri. Cinta membutuhkan perhatian terus menerus; seks tidak perlu seperti itu. Cinta membutuhkan waktu untuk berkembang dan menjadi dewasa; seks tidak perlu waktu untuk berkembang. Cinta membutuhkan interaksi emosional dan rohani; seks hanya membutuhkan interaksi fisik. Cinta membuat hubungan makin dalam; seks tanpa cinta membuat hubungan jadi renggang.
Pada dasarnya ada tiga perilaku dalam membina hubungan dengan orang lain, yang seringkali disebut “cinta”.
1. “aku mencintaimu jika ..”
cinta bersyarat, cinta jika, ialah cinta yg mengajukan persyaratan. cinta semacam ini diberikan atau diterima jika persyaratan tertentu dipenuhi, contoh aku mencintaimu jika kau mau berhugungan seks denganku sekali saja … cinta jika selalu mengikat. selama syarat terpenuhi, hubungan itu baik baik saja. Namun saat persyaratan itu tak terpenuhi, cinta itu pun pupus. Banyak perkawinan kandas karena dibangun berdasar cinta jika. Cinta jika bukan cinta sejati. jika kau berhubungan dengan seseorang dan merasa harus melakukan sesuatu dulu untuk mendapatkan cinta, berarti hubungan yg kau miliki bukan didasarkan pada cinta sejati.
2. “aku mencintaimu karena….”
seseorang mencintai orang lain karena sesuatu yang dimiliki ato dilakukan orang itu. Contoh aku mencintai mu karena kamu cantik baik dsb ..Kedengerannya cinta karena cukup bagus hampir semua orang suka dicintai krn pribadi mereka ato apa yg mereka lakukan. cinta karena bukanlah cinta sejati. Kamu mungkin merasa tertarik kepada seseorang karena kepribadiannya, kedudukannya, kecerdasannya, keterampilannya dsb. Namun jika dasar cintamu tidak lebih dalam dari apa yang sekadar terlihat yang dimilik atau dilakukan seseorang maka cinta itu tidak akan bertahan lama.
3. Cinta titik
jenis cinta ketiga adalah cinta tanpa syarat. Jenis ini mengatakan aku mencintaimu meski kau akan mengalami banyak perubahan. Tak ada sesuatupun yang dapat kau buat untuk memadamkan cintaku. cinta titik bukan cinta buta. Cinta jenis ini dapat dan benar2 mengenal secara mendalam orang yang dicintainya. Cinta ini menyadari kemungkinan terjadinya kegagalan, kekurangan dan kesalahan orang itu. Tak ada cara untuk mengusahakan cinta jenis ini., tapi sebaliknya kau juga tidak dapat kehilangan cinta yg seperti ini. cinta titik berbeda dari cinta jika karena cinta ini tidak perlu memenuhi syarat tertentu sebelum diberikan. juga berbeda dengan cinta karena sebab tidak ditentukan oleh menarik tidaknya si dia atau nilai2 yang disukai oleh pihak lain.

Nafsu, keromantisan, perasaan tergila gila, seks , cinta jika, dan cinta karena sama sama ingin mendapatkan sesuatu dari orang lain. sebaliknya cinta sejati suka memberi kepada ke orang lain.
Cinta sejati itu ada.. untukku.. Tuhan, ibu dan ayahku.
Bukankah cinta itu perasaan kita. Aku merasakan. Dan yang aku rasakan dari mereka adalah kesejatian. Amin.
Tuhanku Allah. Terimakasih untuk hidup ini, untuk hidupku hari ini .. esok dan seterusnnya.
Aku memang menyanagi dia (gak usah disebu lagi!!!) bukan karena cinta jika, bukan karena cinta karena. InsyaALLAH.. cinta titik!!! Tapi aku gak mau mengatakan itu cinta sejati.. Tuhan,, aku tak ingin sok tau. :p
 WIWIN JULIYANTI/SRAGEN/JULI/SENJAHARI/DALAM RASA INGIN BERTANYA2 TENTANG APA YANG KURASAKAN PADANYA.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *