trik cepat kelipatan bilangan

waktu SD kelas 2 atau 3 biasanya diajarkan perkalian. aku dulu mengalaminya. apa kalian juga? apa generasi sekarang memperlajarinya di kelas yang sama atau kelas 1? mengingat materi matematika sekarang menjadi lebih berat.

perkalian yang dimaksud adalah perkalian bilangan 1 sampai 10. waktu itu anak-anak disuruh menghapalkan oleh guru. nanti diberi tebakan perkalian. kalau bisa boleh pulang. kalau belum tinggal di kelas.

anak-anak pun berusaha menghapalkan. caranya bermacam-macam. memang, untuk anak-anak cara mengajarnya dengan hapalan, bukan pemahaman. anak-anak masih belum bisa memahami konsep matematika karena masih  terlalu rumit bagi otak anak seusia itu.

cara menghapal anak-anak misalnya menggunakan tabel perkalian. gambarnya seperti berikut:

untuk menghapalnya kita harus membaca berulang-ulang seperti ” 1 x 1 = 1, 1 x 2 = 2, …” dan seterusnya. kita harus hapal dari perkalian 1 ke bawah, 2 ke bawah hingga 10 ke bawah. hapalannya jadi tambah banyak ya? harus menambah hapalan dan harus menjaga hapalan. juga harus menjaga agar tidak salah pasang. misalnya 7 x 8  jangan dijawab 48. itu salah. hasilnya beda.

ada juga cara menghapal perkalian seperti ini:

cara menghapalkannya kita harus membayangkan tabel di atas. semua angka beserta posisinya. cara menggunakannya kita kalau mengalikan kedua bilangan, bilangan pertama diletakkan di kolom sedangkan bilangan kedua diletakkan pada baris. sel pertemuan baris dan kolom itulah jawabannya. misalnya  13 x 7. kita lihat kolom 17 dan baris 7. angka di sel tersebut adalah 91. jadi 13 x 7 = 91.

aku ingin menambahkan sesuatu. aku ingin menunjukkan cara menghapal perkalian. caraku aku sebut teknik menghapal perkalian melalui barisan bilangan. jadi disingkat teknik kelipatan barisan bilangan.

teknik kelipatan barisan bilangan.

caranya seperti ini:

kita membuat daftar seperti berikut:

1: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

2: 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20

3: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30

4: 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40

5: 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50,

6: 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60

7: 7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, 56, 63, 70

8: 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80

9: 9, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81, 90

10: 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100

setelah itu kita hafalkan semuanya dengan berurutan. pada tingkat awal boleh pakai jari untuk mengingat nomor urutnya. sebab nomor urut ini penting. jangan sampai tertukar, acak atau lupa. nomor urutnya menunjukkan kelipatannya. misalnya pada barisan 5 angka 35 berada pada nomor urut 7. artinya 5 x 7 = 35.

anak-anak hnya perlu menghapalkan barisan bilangan di atas. tidak perlu “1 x 1 = 1, 1x 2 = 2, …”

dia hanya perlu menghapalkan 1, 2, 3 dan seterusnya. lalu dia tinggal perlu mengingat bilangan pertama dan bilangan yang dicari itu nomor urut berapa.  misalnya 2 x 8. maka dia hanya perlu mengingat: 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16. 2 x8 = 16.

dengan cara ini semakin sering digunakan, secara otomatis anak-anak akan sering mengulangi dan mengingat kelipatan bilangan tersebut. jika anak menghadapi soal 2 x 7 dan 2 x 9 maka otomatis dia akan juga menghapalkan kelipatan 2 x 1 sampai 2 x 6.

dalam cara ini kalau anak lupa, maka dia tinggal perlu menambahkan dengan bilangan tersebut. misalnya kalau anak-anak lupa 2 x 9 berapa sedangkan mereka ingat 2 x 7, maka tinggal menambahkan 2 sebanyak 2 kali. jadi 14 + 2 = 16. 16 + 2 = 18. jadi 2 x 9 = 18.

dalam menggunakan cara ini diperbolehkan menggunakan kedua tangan untuk mengingat urutan dan sudah ke nomor urut berapa. jadi jari yang dibuka atau ditutup bisa menunjukkan bilangan yang disebut itu termasuk kelipatan berapa dari bilangan asal. kesepakatannya ditentukan dulu. kedua tangan dibuka dulu atau ditutup dulu. kalau dibuka dulu maka banyaknya jari yang tertutup itulah kelipatannya. begitu juga sebaliknya.

cara ini juga bisa digunakan untuk pembagian. kalau menggunakan cara ini anak-anak tidak perlu menghapal tabel pembagian. biasanya tabel pembagian ada sendiri. kalau anak-anak menggunakan tabel perkalian dan pembagian maka tugas yang harus dihapalkan jadi dua kali, menghapal kedua tabel. kalau dengan tabel yang baris dan kolom di atas tinggal mencari sel dan barisnya.

misalnya: 36 : 4. maka kita harus mencari di kolom 4 ke bawah hingga menemukan angka 36. lalu angka 36 itu berada di baris ke berapa? jika ketemu maka itulah jawabannya. setelah dicari  angka 36 berada di baris 9 maka 36 : 4 = 9.

dengan barisan bilangan maka kita menggunakan jari untuk menghitung kelipatan 4. 8, 12, …, 36. akan ditemukan bahwa 36 itu berada pada nomor urut 9. ditandai dengan 9 jari terbuka atau tertutup. maka 36 : 4 = 9.

penggunaan jari ini ditujukan terutama untuk yang belum bisa menghapal perkalian sampai hapal. kalau sudah hapal maka tidak perlu lagi pakai jari atau bahkan semua rumus ini karena untuk tingkatan berikutnya tentu saja sudah harus hapal semua perkalian di luar kepala. sayangnya, faktanya aku masih menemukan siswa-siswa kelas di atasnya 3, 4, 5, 6, hingga kelas 9 masih ada yang belum bisa perkalian atau lupa. ini dulu gimana ya belajarnya?

berarti cara ini bisa digunakan tidak hanya untuk anak SD kelas 2 atau 3 tapi sampai SMP bahkan SMA juga. buat mereka yang masih kesulitan menghapal perkalian, cara ini buat mereka. tapi siapapun boleh juga pakai kok.

sekian. ini saja dariku. salam.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *