berdoa

saat aku nonton anime kadang di sana ditampilkan adegan saat mereka berdoa. misalnya saat tahun baru atau saat mau ujian. tokoh utama dan teman-temannya berdoa di kuil. mereka menarik tali lonceng lalu memasukkan koin 5 yen ke dalam kotak. setelah itu berdoa di dalam hati. misalnya mereka berharap semoga lulus ujian, semoga tahun ini menjadi lebih baik.

kadang di film barat atau video klip ditunjukkan juga cara berdoa ala kristen. misalnya seorang gadis muda memakai gaun. dia masuk ke dalam gereja. dia duduk di bangku panjang. dia menunduk memejamkan mata. kedua tangannya bertangkup di dagu atau mulut. mereka lalu mengucapkan doa dalam hati.

saat aku melihat itu baik dari anime maupun film aku jadi tersentuh. bukan aku tertarik pada agama mereka, tapi aku tertarik pada apa yang mereka lakukan. pada hakikatnya doa adalah permintaan kepada Tuhan, yaitu usaha manusia meminta tolong dan bantuan kepada Tuhan, sang pencipta dan pemelihara kehidupan. karena manusia sadar manusia tidak bisa menjalani kehidupan dan menghadapi masalah maka manusia berdoa kepada Tuhan. manusia berharap dengan berdoa kepada Tuhan, Tuhan akan membantu manusia menghadapi masalah, melewati ujian dan marabahaya.

hal itu menurutku lebih baik daripada cara beribadah yang lain. ada sebagian orang yang berdoa terjebak pada prosedur. mereka mengikuti cara tertentu yang banyak, nyaris seperti upacara dan mantra. mulut mereka komat-kamit membaca bacaan yang tidak mereka mengerti. mereka mengikuti aturan yang ketat.

bukannya mereka salah, tapi membaca kata-kata yang tidak dimengerti membuat manusia tidak memahami maknanya. dia jadi tak tahu dia sebenarnya dia meminta apa, membaca apa. bahkan kalau pikirannya tidak hadir karena tidak konsentrasi, maka dia tidak bisa disebut berdoa. saat seperti itu doa mereka (atau dia kalau individual) menjadi tiada arti.

ada lagi begini. ada seseorang yang rajin berdoa. setiap hari, setiap waktu. bisa saja dia paham doanya. dia mengerti arti bacaannya. dia tahu maknanya tapi dia tidak meyakininya. dia tidak sungguh-sungguh dalam berdoa. dia berdoa hanya karena formalitas. walau sering berdoa, doanya tidak masuk ke dalam hati.

orang yang seperti itu sebenarnya tidak yakin pada doanya. dia sudah yakin duluan bahwa doanya tidak akan dikabulkan, atau doanya mungkin dikabulkan tapi tidak seperti yang dia inginkan atau harapkan. kalau sudah seperti itu maka mungkin saja Tuhan tidak mau mengabulkan doanya. karena Tuhan maha tahu. Tuhan tahu isi hati setiap manusia. walau manusia berbohong atau berpura-pura Tuhan akan tahu.

setiap manusia hidup tentunya punya masalah. orang yang berdoa hanya karena formalitas dan ritual maka dia tidak akan sungguh-sungguh berdoa dalam masalahnya. karena doa hanya formalitas.

aku ingin berdoa bukan hanya formalitas atau ritual. aku ingin doa sebagai salah satu jalan dan usaha manusia dalam menyelesaikan masalah. doa adalah tempat harapan dan keinginan manusia. doa yang sejati adalah doa yang sungguh-sungguh, berasal dari hati nurani manusia, hati yang terdalam manusia, yang mengandung harapan dan keinginan manusia. doa yang sejati bukan karena perintah atau larangan orang lain.

oleh karena itu aku tidak setuju atau kurang setuju atau kurang bisa menerima jika ada orang yang mengatakan manusia berdoa karena perintah Tuhan. perintah itu wajib. jika manusia tidak berdoa manusia dianggap sombong, berdosa dan melawan perintah Tuhan. Tuhan akan murka pada manusia yang tidak berdoa.

aku berharap masalah berdoa biarkan diserahkan pada manusia. biarkan manusia yang berinisiatif untuk mulai berdoa. Tidak perlu dipaksa. bukankah Tuhan juga mahakuasa? bukankah Tuhan sebenarnya tidak membutuhkan hamba-Nya tapi hamba yang membutuhkan Tuhan? bukankah Tuhan tidak perlu diberi makan dengan doa dari hamba-Nya? bukankah Tuhan tetap bisa ada tanpa berkurang atau bertambah apapun walau manusia tidak berdoa?

oleh karena itu aku lebih suka berdoa sesuai hakikat mereka. berdoa itu dari hati, mengenai masalah yang benar-benar dihadapi manusia, demi keberhasilan dan kebaikan manusia, kepada Tuhan. betul kan?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *