kebangkitan sejati dimulai dari dalam

kebangkitan sejati dimulai dari dalam. artinya kalau kita mau bangkit dan berubah maka niatnya harus di dalam hati dan niat kita karena kita sendiri, bukan karena orang lain. kalau karena orang lain, maka perubahan itu hanya sementara. jika orang lain itu sudah pergi maka kita kita akan kehilangan semangat dan kita akan balik ke diri kita yang dulu.

misalnya kita lihat cowok yang semangat belajar dan sekolah karena ada pacarnya. kaata orang pacaran bisa membawa manfaat yaitu membuat semangat belajar meningkat. tapi masalahnya adalah jika pacarnya meninggalkannya atau memutuskannya, maka semangat belajar cowok itu menghilang. dia jadi bermalas-malasan.

contoh lagi seorang cowok jatuh cinta pada seorang akhwat muslimah solihah. si cowok berusaha mendapatkan si akhwat. caranya dia dengan berubah menjadi solih. si cowok jadi rajin ikut pengajian, mengaji, sholat, sedekah, baca Al-qur’an dan lain-lain. usahanya begitu besar tapi kita bisa tebak hasilnya. jika si akhwat menolaknya maka semua amal dan usaha itu akan sia-sia. niat beramal karena akhwat itu juga tidak diterima Allah SWT. Allah hanya menerima amal yang syar’i dan ikhlas lillahi ta’ala.

ada lagi kejadian misalnya seorang cowok atau cewek yang selalu ceria, bersemangat dan memberikan hiburan dengan teman-temannya berupa candaan lucu, konyol dan lain-lain. dia rajin belajar, bekerja, bergaul dengan orang lain. ternyata setelah diteliti saat sendiri dia galau dan sedih sendiri. kamu pernah lihat yang seperti ini?

atau ada contoh seorang anak yang berusaha mengejar cita-cita yang telah ditentukan orang tuanya. anak itu sebenarnya tidak ingin mengejar cita-cita orang tuanya tapi orang tuanya begitu menekannya. anak itu terus begitu sampai dewasa dan punya kehidupan sendiri tapi tetap di bawah bayang-bayang orang tuanya. jadinya dia tidak menikmati hidupnya, usahanya dan pekerjaannya. dia jadi membenci orang tuanya. berbakti pada orang tua itu baik, tapi tidak sampai mengorbankan hidupnya. kalau dia punya cita-cita yang sama dengan orang tuanya dan dengan sukarela mau menjalaninya tidak apa-apa. tapi kalau berbeda dan dia terpaksa menjalaninya, dia tidak akan bisa bahagia dengan hidup yang terpaksa begitu. ini tidak benar. ini tidak baik walau tampilan luarnya dia sukses.

kejadian ini menunjukkan kalau sosok itu hanya positif di luar. di dalam ternyata dia negatif. kondisinya seperti lilin. lilin yang menyala menerangi segala hal di sekitarnya, membuat suasana terang dan cerah, tapi ternyata dia membakar dirinya. ini adalah kondisi yang tidak benar dan tidak baik karena dia mengorbankan dirinya demi orang lain. atau dia yang memaksakan diri untuk menghibur orang lain sementara dia sendiri sebenarnya membutuhkan hiburan.

ada lagi misalnya seorang pendeta, alim ulama, ahli agama, guru, motivator dan sebagainya. mereka pandai berpidato, menyampaikan banyak ilmu. mereka hafal dalil dan pandai menjelaskan berbagai hal. mereka ahli dalam memikat dan memukau pendengar mereka. tapi ternyata pendeta itu tidak pernah melakukan apa yang ia khotbahkan. dia hanya pintar berbicara tanpa berbuat apa-apa. jadi kata-katanya di luar tidak sama dengan pikiran dan hatinya di dalam. ini adalah kebangkitan dari luar saja. ini adalah kemunafikan, yaitu pengingkaran berkedok keimanan. hatinya sebenernya mengingkari apa yang ia katakan sendiri. jika dia mengimani kata-katanya semestinya dia melakukannya. dia juga tahu cara mengamalkannya.  tapi dia tidak berbuat.

ada lagi, yaitu orang yang sudah kaya, mendapatkan istri cantik, anak tampan, sehat dan pintar. dia punya usaha besar dan berhasil. cabangnya di mana-mana. relasinya sangat banyak. dia terkenal dan telah meraih banyak prestasi. tapi di dalamnya ternyata dia merasa kosong. dia merasa hampa. kenapa?

karena dia sudah meraih segalanya. mau apa lagi. jadi tujuan hidupnya sudah terpenuhi semuanya. sekarang dia sudah tak punya tujuan hidup lagi. itu karena dia hanya mengejar materi bagi dirinya sendiri.

semua contoh di atas adalah kebangkitan yang salah karena kebangkitan itu hanya dari luar, misalnya karena pacar, wanita/ pria lain, orang tua, masyarakat, atasan. kebangkitan itu juga salah karena hanya mengejar tampilan luar seperti suka bercanda, menyemangati orang lain, menginspirasi dan menggugah orang lain, sukses materi tapi dia sendiri tidak menikmatinya dan berbeda di dalam. semua itu hanyalah kebangkitan dan perubahan dari luar saja. semua itu hanya topeng saja.

kebangkitan sejati adalah kebangkitan yang dimulai dari dalam. kita berubah dan berusaha menjadi lebih baik karena diri kita sendiri, bukan karena orang lain, demi orang lain, takut kritikan orang lain, ingin pujian orang lain, ikut-ikutan orang lain. kita berbuat karena kita menginginkannya. kita yang mengendalikan aktivitas dan hidup kita.  kita berbuat karena kita yang berniat. kita tahu intinya, tujuan dan alasan tindakan dan usaha kita. kita tahu kita demikian karena ada alasan, dasar dan argumentasinya.

saat berpikir kita juga berpikir dari dari dalam, tidak hanya tampilan luarnya. kita telusuri dari mana asalnya sampai yang paling awal kemudian setelah ketemu kita perbaiki. kadang hasil berpikir dari dalam berbeda dari luar tapi lebih benar. setelah diperbaiki dan ketemu intinya kita baru menerapkannya dalam tindakan praktis dan teknis. di sinilah tampilan luarnya terlihat.

saat belajar juga dari dalam. kita belajar dari konsep dan teorinya yang paling asal dulu, baru deskripsi, rumus dan aplikasi praktis termasuk tips dan trik. belajar dari teori dulu baru praktek. inilah caraku. orang lain boleh beda. cara matematika juga seperti ini. kalau kita paham konsepnya, maka kita akan bisa menguasai rumus sampai bisa mengotak-atiknya biar lebih mudah. dari situ kita bisa membuat tips dan trik yang bermacam-macam. kalau hanya tahu rumus dan trik maka akan jadi harus menghafalkan banyak rumus untuk soal-soal yang berbeda. cara ini tidak bisa digunakan untuk soal-soal yang pendalaman, soal olimpiade dan soal-soal yang tidak persis dengan rumus.

jadi bangkit dari dalam itu niat dari diri sendiri, memikirkan manfaat bagi diri sendiri tak peduli apa kata dunia. dengan begitu kita akan yakin walau seluruh dunia menentang kita. tak perlu takut asal kita benar dan kita punya argumentasi yang rasional. bangkit dari dalam juga berarti memperbaiki diri dalam sebelum memperhatikan penampilan, memperbaiki diri dari dalam, mengamalkan apa yang disampaikan. dia juga berarti berpikir mendalam, mencari arti dari suatu peristiwa dan masalah sebelum langsung bereaksi atau mengamalkan tips. dia juga berpikir yang komprehensif dan kompleks, tidak parsial, asal praktis dan teknis. perubahan, kebangkitan dan niat dari diri sendiri apalagi didukung pemikiran, pandangan hidup dan aqidah yang kuat dan benar akan bertahan abadi. dia juga akan kuat menghadapi dunia.

saat sisi dalam kita baik, maka sisi luar kita juga akan menjadi baik. kebaikan hati kita akan memancar dan semua orang akan mengetahuinya. tak perlu khawatir dengan jodoh atau penilaian orang. orang baik pasti akan berhasil.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *