bekal kehidupan

episode sebelumnya: aku masih single. nggak apa-apa. aku nggak galau kok. aku justru bersyukur karena aku belum mendapat ujian berat seperti bagaimana menghadapi cewek, merawat anak, menghadapi mertua, tetangga, ujian kehidupan rumah tangga sehari-hari dll. aku sadar diri aku belum punya bekal dan siap mental untuk menghadapi semua itu. akku enjoy dengan hidupku yang begini.

meskipun begitu tidak berarti aku tidak ingin menikah. aku juga ingin ke sana, tapi tidak terburu-buru. saat ini yang harus aku persiapkan adalah bekal kehidupan untuk mencapai dewasa baru berkeluarga. sekarang aku akan membahas bekal tersebut.

begini:

menurutku setiap anak akan mencapai masa remaja sebelum dewasa. masa itu adalah masa belajar untuk lebih mengenal tentang kehidupan, khususnya bagi dirinya supaya tahu status dan perannya di dalam masyarakat. tujuannya supaya dia hidup dapat berkontribusi positif di dalam masyarakat, tidak hanya asal hidup, apalagi jadi sampah masyarakat. tujuan dari pendidikan adalah mengajarkan kebudayaan kepada generasi muda supaya mereka mempelajari dan menerapkan dalam kehidupan mereka. supaya mereka dapat melestarikan kebudayaan masyarakat, mempertahankannya dan mengembangkannya. dengan cara begitu kebudayaan masyarakat akan maju.

untuk itu sebelum menjadi dewasa, setiap remaja harus diuji. di suku-suku primitif ujiannya bisa berupa berburu, bertarung, mengikuti ritual adat dsb.

aku berpikir aku harus melalui proses itu juga supaya dapat mencapai tahap dewasa. tujuannya bukan hanya supaya diakui masyarakat sebagai orang dewasa, tapi juga dapat diterima sebagai anggota masyarakat, dapat hidup berdampingan dengan mereka, bergaul dengan mereka, saling membantu. tidak hanya bisa meminta tolong pada mereka sewaktu-waktu ketika membutuhkan, tapi juga membantu mereka lebih banyak daripada yang mereka butuhkan.

sepertinya pendidikan masyarakat kita mengikuti sistem sekolah seperti berikut:

  • SD
  • SMP
  • SMA
  • perguruan tinggi

kelihatannya prestise, tapi apakah pendidikan semua itu benar-benar dibutuhkan untuk hidup?

aku membuat sendiri kemampuan-kemampuan yang semestinya dibutuhkan setiap orang untuk hidup. misalnya sebagai berikut:

  1. kemampuan beladiri
  2. kemampuan otomotif untuk memperbaiki kendaraan.
  3. kemampuan elektronika untuk memperbaiki peralatan elektronik.
  4. kemampuan pertukangan untuk memperbaiki rumah.
  5. kemampuan memasak
  6. kemampuan pengobatan untuk menangani saat sakit dan menolong orang lain.
  7. kemampuan bertani
  8. kemampuan beternak
  9. kemampuan IT untuk menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan komputer.

apakah akan terlalu membebani, ribet, repot dan mempersulit diri kalau aku berpikir bahwa kita semua semestinya menguasai semua keterampilan di atas sebelum dikatakan dewasa dan menikah?

beberapa orang bilang terlalu merepotkan.

oke, kalau begitu aku buat lebih sederhana. aku membuat proyek multisains, yaitu aku membuat blog berisi materi pelajaran dari SD sampai perguruan tinggi. untuk SD sampai SMA mencakup semua pelajaran baik jurusan IPA maupun IPS. untuk perguruan tinggi aku hanya memilih beberapa jurusan yang kusuka karena aku tahu kita tidak harus menguasai semua jurusan di perguruan tinggi, tapi sebagian saja.

ini dia daftar pelajaran SD:

  1. pendidikan agama
  2. PPKn
  3. bahasa indonesia
  4. matematika
  5. IPA
  6. IPS
  7. seni budaya
  8. penjaskes
  9. keterampilan
  10. bahasa inggris
  11. bahasa daerah

daftar pelajaran SMP

  1. pendidikan agama
  2. PPKn
  3. bahasa indonesia
  4. matematika
  5. biologi
  6. fisika
  7. ekonomi
  8. geografi
  9. sejarah
  10. komputer
  11. seni budaya
  12. penjaskes
  13. keterampilan
  14. bahasa inggris
  15. bahasa daerah

daftar pelajaran SMA

  1. pendidikan agama
  2. PPKn
  3. bahasa indonesia
  4. matematika
  5. biologi
  6. fisika
  7. kimia
  8. ekonomi
  9. geografi
  10. sejarah
  11. sosiologi
  12. komputer
  13. seni budaya
  14. penjaskes
  15. keterampilan
  16. bahasa inggris

aku merasa aku jadi harus sekolah lagi, mengulang 12 tahun sekolah dalam waktu singkat. padahal harapanku aku akan menikah 1 – 2 tahun lagi. mungkin ini terlalu membebani ya? kayak kurang kerjaan padahal udah nggak ada waktu lagi. bagaimana menurut kalian?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *