ketika cinta beralih

“zwing… zwing …” suara desingan kipas khas ringtone HP Milia memanggil pemiliknya. Cewek berambut sebahu berombak itu menyahut.
“ halo, sayang.”
“ hai, sayang. Aku ingin kita ketemu di taman biasanya. Bisa nggak?”
“ bisa dong! Tunggu ya?”

Mereka pun berjumpa di Patria park tempat mereka biasa berduaan. Milia muncul dengan penampilan seperti cewek di iklan XL seribu dapat banyak. Rocky sudah menunggu dengan kemeja putih biru kotak-kotak dan celana jeans. Cowok itu seperti cowok iklan garnier for men yang bertinju.
“ halo, sayang. Ada apa?” tanya Milia.
Rocky membalas senyum, tapi tidak lebar. Senyum formalnya menandakan ada hal serius yang mau diomongin.
“ sayang, aku mau ngomongin sesuatu. Kamu jangan marah, ya?”
“ kenapa harus marah? Ngomong aja lagi.” Sahut Milia enteng.
“ aku ingin kita putus.”
Jder! Bagai halilintar menyambar dada Milia. Telinganya terasa dipukul keras-keras. Nggak percaya! Nggak mungkin.
“ Apa? Apa aku nggak salah denger?”
“ nggak. Yang kamu denger itu bener.”
“ Sayang, kamu becanda kan? Kamu nggak serius kan?” Milia mencari tanda canda di wajah Rocky. Segaris ekspresi akan ketawa akan menunjukkan cowok itu beneran apa nggak.
“Aku serius.” Ujar Rocky tegas.
“ siapa? Siapa cewek yang udah merebut kamu? bilang!” desak Milia.
“ dia … “
“ kenapa sih kamu mesti minta putus? Kenapa kamu mesti main selingkuh, ha? Kurang apa aku sama kamu? apa kamu udah nggak sayang sama aku? Mestinya kamu bilang dong apa yang kurang biar aku benahin. Kita udah lama bersama, masak mau diputusin?”
“ sayang …” Rocky mau bilang tapi Milia terus nyerocos bertub-tubi. Beberapa kali mau bicara Milia masih terus saja bicara.
“ sayang!” panggil Rocky keras membuat Milia terdiam.
“ ini bukan karena cewek lain.” Jawab Rocky.
“ bukan? Terus karena apa?” tanya Milia. “ Apa karena keluarga? Nggak mungkin. Keluarga kita kan udah saling kenal dan setuju. Apa karena kamu sakit? Nggak mungkin! Kamu olahraga terus gitu. Aku juga sehat-sehat aja. Apa karena pindah? Kuliah kita kan masih lama?” bombardir Milia lagi.
“ ini karena islam.”
“ karena islam? Apa maksudmu? Aku nggak ngerti?”
“ agama islam melarang pacaran. Pacaran itu haram. Pacaran itu namanya khlawat. Dosa.”
“ tapi …”
“ sudah ya? Kita nggak bisa ketemu lagi.” Rocky berbalik ninggalin Milia pergi.
“ sayang!” panggil Milia tapi sia-sia. Cowok itu tetep menjauh, mengecil dalam pandangan. Sakit merasakan ini. Perih ditinggal pergi. Ditinggal gitu aja. Putus? Padahal udah selama ini jalan. Harapannya setelah lulus nanti mau nikah. Udah dari SMA jalan sama dia.
Milia cepat-cepat pulang. Airmatanya tak tertahan lagi tumpah mengalir di pipinya. Dia cepat-cepat mengusapnya tak ingin dilihat orang. Dia pun menelpon sahabatnya, Susi agar datang ke rumahnya.
Ketika Susi datang Milia segera menceritakan semuanya. Airmatanya terus mengalir. Dengan terisa-isak dia bicara terus. Susi hanya diam mendengarkan. Sesekali dia mengelus bahu cewek mahasiswi Inca itu.
“ sudah, ya? Tenang. Semua akan baik-baik saja. Aku di sini bakalan nemenin kamu dan bantuin kamu sampe masalah ini selesai.”
“ bener? Bantuin, Sus, ya?”
Susi tersenyum mengangguk. Perlahan-lahan milia mulai tenang. Ketika tenang baru Susi mengeluarkan pendapatnya.
“ menurutku sebaiknya kamu periksa saja dulu. Bener nggak dia mutusin kamu gara-gara islam atau yang lain? Bisa saja gara-gara cewek lain atau masalah lain. Selama ini kalian sering berantem nggak?”
“ kadang sih. Tapi gak sering kok. Kan wajar. Namanya juga pacaran.”
“ ya udah kalo gitu besok kita liat dia. kita ikutin dia diem-diem. Kita tanya teman-temannya. Kita liat di mana dia sering nongol. Selain itu kita juga tanya dosen agama kita apa bener pacaran itu haram? Soalnya banyak juga cewek jilbaban yang pacaran.”
Besoknya mencari ke kelas Rocky, tapi yang dicari gak ada. Mereka tanya teman-teman Rocky. Cowok-cowok kelas teknik itu gak ada yang tahu. Duo detektif bergerak ke tempat lain. Mereka menyusuri koridor ke taman, perpus, lapangan basket, sepakbola, futsal, ruang musik, BEM sampai sekretariat-sekretariat UKM juga didatangi tapi gak keliatan. Ajaib! Cowok itu bisa ngilang juga. Kampus Inca memang besar tapi masak gak ada yang tahu.
Hari kedua akhirnya Rocky ditemukan jalan ke sekretariat BDM Inca. Duo cewek mengawasi terus. Tapi target Cuma diskusi sama ikhwan-ikhwan saja. Gak ada yang lain. Bosenin nungguin orang yang gak ngapa-ngapain.
Hari berikutnya Rocky mulai ditemuin di masjid Inca. Dia keliatan khusyuk sholat duha. Lalu baca Al-qur’an. Cowok itu bacaannya. Lama juga. Milia dan Susi yang gak betah malah pergi duluan.
Susi dan Milia juga nanyain teman-teman Rocky cowok itu lagi deket sama cewek lain nggak.
“ ceweknya kan kamu, Mil?” tanya Udin, cowok berkacamata mirip Indra Herlambang.
“ maksudku ada cewek lain nggak? Apa pernah kelihatan dia jalan bareng atau makan bareng cewek lain gitu?”
Udin menggeleng. Yang lain pun sama. Nihil. Kedua cewek itu keluar dengan tangan hampa. Capek-capek gak ada hasil.
“ kita ini gagal apa sukses ya?” tanya Milia.
Susi angkat bahu. Dugaan Rocky selingkuh gak terbukti. Itu kabar bagusnya. Tapi kabar buruknya berarti bisa jadi cowok itu ngincer cewek di luar kampus. Itu lebih sulit.
Bu Syafaah keliatan keluar dari kelas. Susi melihatnya menepuk bahu Milia,” itu dosen kita. Ayo kita kejar!”
“Bu! Bu! Bu Syafaah!” panggil Milia dan Susi.
Dosen muslimah jilbab lebar tebal polos coklat itu menoleh.
“ ada apa, Milia?” tanya Bu Syafaah.
Milia mengatur nafas dulu abis kecapekan.” Bu, apa bener pacaran itu haram dalam islam?”
“ kenapa kamu tanya begitu?”
“ soalnya saya diputus pacar saya. Katanya pacaran itu haram.”
“ oh, gitu.” Bu Syafaah mengerti.” Ya, benar, Milia. Pacaran itu haram.” Jawab Bu Syafaah singkat.
“kenapa, Bu?”
“pacaran haram karena beberapa alasan.
Pertama, Mengawali zina
Para pelaku pacaran bisa saja tak mengaku bahwa walaupun pacaran mereka tidak akan melakukan perzinaan. Asal tahu saja, semua orang yang berzina juga pada awalnya berkata hanya bermesraan… hanya smsan… hanya telpon-telponan. Ujung-ujungnya zina.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32).
Yang disuruh oleh Allah bukanlah berzina. Tapi dilarang mendekati zina. Jika mendekati zinanya saja sudah berdosa apalagi berzina. Syaikh ‘Abdurrahman As Sa’di dalam kitab tafsirnya menjelaskan, “Larangan dalam ayat ini adalah larangan untuk mendekati zina. Larangan mendekati saja tidak dibolehkan apalagi sampai melakukan zina itu sendiri. Larangan mendekati zina ini meliputi larangan melakukan berbagai pendahuluan dan perantara menuju zina.”
Dengan penuh kerendahan hati saya bertanya: Apalagi pintu zina yang paling lebar kalau bukan pacaran (dengan berbagai istilah)?
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Dalam hadits lain ketika beliau berkhotbah sholat gerhana matahari, beliau bersabda: “Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina.Hai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.
Dengan penuh kerendahan hati pula saya katakan, kita adalah manusia biasa. Tidak lepas dari nafsu syahwat, dan mudah tergoda oleh setan, tidak puas, lemah dan hatinya mudah terbolak-balik. Jadi tak patutlah jika kita menjamin bahwa pacaran yang kita lakukan tidak mendekati perzinaan. Pacaran pada hakikatnya adalah gerbang perzinaan tanpa perlu ditambah-tambah.
Kedua, Berduaan dengan lawan jenis
Berduaan dengan lawan jenis merupakan salah satu pelanggaran yang tak bisa dipungkiri. Berduaan di tempat sepi, di tempat gelap, dll. Para pelaku pacaran Islami akan berkata bahwa mereka boleh jadi tidak berduaan di satu tempat sepi dan gelap, tapi berduaan dengan lawan jenis lewat sms, telpon, chatting, facebook dll hukumnya tetaplah berkhalwat.
Pada realitanya, aktivis dakwah (ikhwah) yang janjian ketemuan pun pada awalnya adalah khalwat lewat sms, telpon maupun dunia maya. Setan pun ujung-ujungnya takkan menyerah hingga terjadi apa yang mereka inginkan terjadi.
أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ
Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain)
Ketiga, Tidak menundukkan pandangan
Salah satu penyebab penyakit hati adalah mengumbar pandangan, padahal sudah jelas dalam surat An-Nur ayat 30-31 bahwa muslim dan muslimah diharuskan untuk menjaga pandangan mereka dari lawan jenis yang bukan mahram.
Katakanlah (Muhammad) kepada laki-laki yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, ‘hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…” (An-Nur ayat 30-31)
Akibat dari tidak menundukkan pandangan adalah : Rusaknya hati, terancam jatuh pada zina, lupa ilmu, turunnya bala, merusak sebagian amal, melalaikan diri dari mengingat Allah dan hari akhirat, dan merendahnya mata.
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى
Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770).
“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.”(HR. Ahmad)
Keempat,  Tidak menjaga aurat
Jika 3 point di atas adalah penyebab dari haramnya pacaran Islami, maka point selanjutnya ini adalah pacaran yang ada di pikiran orang zaman sekarang. Biasanya pihak prialah yang ingin menikmati keindahan tubuh dari sang pacar (Naudzubillah!) Padahal menutup aurat dengan berhijab adalah wajib.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59).
Ibnu Abbas r.a. berkata, “ayat ini terkait dengan seorang laki-laki yang duduk pada suatu kaum. Lalu lewatlah seorang wanita. Namun bila teman-temannya melihat dirinya, dia menundukkan pandangannya. Sungguh Allah SWT mengetahui keinginan dirinya. Ia ingin andai dapat melihat aurat si wanita.” (Al Jami’li Ahkamil Qur’an, 15/198)
Kelima, Bersentuhan dengan lawan jenis
Menyentuh lawan jenis dengan sengaja dalam keadaan tidak darurat hukumnya haram. Ini juga adalah salah satu pelanggaran berat dalam pacaran.  RasulullohShallallahu’ Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Sungguh, kepala salah seorang diantara kamu ditikam dengan jarum besi lebih baginya daripada ia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya “. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi dengan Sanad Hasan Shahih).
Dari Asy-Syabi bahwa Nabi saw. ketika membai’at kaum wanita beliau membawa kain selimut bergaris dari Qatar lalu beliau meletakkannya di atas tangan beliau, seraya berkata, “Aku tidak berjabat (baca: menyentuh) tangan dengan wanita.” (HR Abu Daud dalam al-Marassi)
Jika 5 point di atas adalah penyebab pacaran haram menurut Al-Quran dan AlHadits, selain itu pacaran membawa banyak dampak buruk seperti:
  1. Jelas berdosa
  2. Bokek gara – gara keluar banyak duit buat SMS, nelpon, beliin coklat, kencan dll.
  3. Membuang – buang waktu produktif
  4. Bikin diri sendiri jadi bekasan buat jodoh yang sesungguhnya
  5. Rentan untuk sakit hati
  6. Setiap urusannya dipersulit
  7. Murka Allah SWT
  8. Rentan untuk melakukan seks bebas
  9. Melawan perintah orang tua jika tidak direstui
  10. Penyebab utama kasus bunuh diri
  11. Lupa akan mengingat Allah. Contoh: saat sholat mikirin pacar
  12. Kebangkrutan dunia akhirat
  13. Kedua orang tuanya takkan diharamkan masuk surga
  14. Akan saling memusuhi dengn pacarnya di akhirat kelak
  15. Dijamin kehilangan privasi
  16. Bikin gelisah pada hal-hal yang gak pasti
  17. Merusaknya amal”.
Terang Bu Syafaah panjang lebar.
“ tapi kan gak sampe buka-bukaan, Bu.”
“ aktivitas yang mendekati itu sudah haram.”
“ Tapi banyak cewek jilbaban yang pacaran juga.”
“ banyak yang melakukan bukan berarti perbuatan itu benar, Milia. Akhwat-akhwat jilbaban itu benar sudah menutup aurat, tapi mereka masih salah sebab masih pacaran. Harusnya kalau sudah berhijab nggak pacaran.”
Milia dan Susi termenung.
“maaf, ya saya harus segera pergi. Sedang banyak pekerjaan.” Kata Bu Syafaah.
“ya, Bu.” Jawab kedua cewek itu.
Sepeninggal Bu Syafaah Milia dan Susi saling pandang.
“ aku nggak bisa pacaran lagi. Nggak boleh nyari pengganti Rocky.” Keluh Milia.
“ aku juga harus mutusin pacarku.” Desah Susi ngerasain hal yang sama.
Sepulang kuliah Milia jalan sendirian. Sudah nggak ada harapan lagi buat balikan. Di saat begini Rocky malah keliatan. Mereka jalan berhadapan. Saling nunduk. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Tapi Milia masih punya pertanyaan. Dia berbalik.
“ Rocky.” Panggil Milia.
Rocky berbalik,” ada apa?”
“ aku akhirnya tahu kalo kamu bener. Aku yang salah. Selama ini kita ngelakuin hal yang salah. Maafin aku ya?”
“ nggak apa-apa. Aku juga minta maaf.”
Mereka saling diam. Rocky mau pergi. Milia cepat bertanya.” Aku mau tanya satu pertanyaan buat kamu. ini yang terakhir.”
Rocky berhenti.
“ sejak kapan kamu tahu pacaran itu haram? Apa yang membuat kamu berubah.”
Rocky mulai bercerita,” beberapa minggu yang lalu. Waktu itu dulu ada acara yang diadain sama anak-anak BDM. Mereka bikin acara keislaman buat menyikapi hari valentine. Mereka bikin seminar tentang cinta dalam pandangan islam. Mereka akhirnya bilang kalo pacaran itu haram. Lebih baik diakhirin aja daripada disiksa di neraka nanti.”
“ jadi sekarang kita gak bisa pacaran lagi. Dan kita gak bisa cari pengganti.” Simpul Milia.
“ ya.”
“ Rocky, kamu masih cinta nggak sama aku?”
Rocky tak menjawab.
“ Rocky, jawab dong! Kamu masih sayang nggak sama aku?”
“ aku masih sayang sama kamu. sampai kapanpun aku akan terus sayang sama kamu. biarpun jalan kita terpisah begini.”
Milia menghela napas,” oke. Kalau begitu aku juga akan berubah demi kamu. aku akan berhijab dan mengaji belajar agama. Aku akan berusaha agar bisa solihah buat kamu. aku akan menahan diri sampai hubungan kita menjadi halal.”
Rocky tercengang.
“ Alhamdulillah.” Ujar Rocky bahagia. Tapi tanpa sentuhan. Milia sebenarnya masih mengharapkannya, tapi sekarang sudah tak mungkin lagi.
Besoknya cewek itu membuktikannya. Dia memakai jilbab longgar dan jilbab lebar warna oranye. Siap memulai hari baru.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *