fashion youth part 1

cerpen – fashion youth part 1

” Wika, nanti sore kamu ada acara nggak?”  tanya Silvierina di ujung pelajaran.
” Ada apa?”tanya Wika si penulis cerpen.
” nanti sore ada pameran fashion. di sana ada baju-baju dan aksesoris unik dan keren-keren. aku pingin ngajak kamu biar kita liat bareng-bareng. kamu pasti bakalan

suka.”
” Oh, ya? Tempatnya di mana?”
” gedung serbaguna sebelah SMA Gatra.”
” jam berapa?”
” jam 4. Aku juga bakalan ada di sana.” sahut Silverina. ” Ajak juga teman-teman kamu itu, The Crews itu.”
” oke.”
seusai pelajaran, blogger winterwing itu nemuin temen-temennya The Crews. mereka keliatan jalan bareng teman-teman sekelas mereka. Wika segera ngumpulin mereka.

setelah semua kumpul baru siswi 9A itu bilang.
” Teman-teman, nanti sore keluar bareng, yuk? ada pameran fashion di dekat SMA Gatra. liat bareng, yuk!”
muka mereka tak kelihatan bersemangat. mulai dari Silvia, Revina sampai Citra. mereka kusam tak bicara apa-apa. mereka saling pandang.
” Kenapa? tanya Wika.
” Sori, Wik! sore ini aku harus latihan basket.” jawab Silvia.
” bukannya latihan kamu biasanya jum’at? masih besok kan?”
” aku harus latihan tambahan. sebentar lagi pertandingan persahabatan sama SMP se-kota Patria.”
Wika tak membantah lagi. dia memandang ke pada Revina,” Kamu gimana, na? mau ya?”
” Aku harus bantu mama potongin kain. Mama lagi banyak orderan.”
” beneran?”
” bener. kan kamu sendiri yang bilang kita nggak boleh bohong.” tukas Revina.
terakhir Citra. cewek cilik ini biasanya mau-mau aja diajak.
” berarti kamu yang terakhir, Cit. kamu bisa kan nemenin aku liat pameran nanti?”
Citra nunduk. nggak enak bicara tapi harus dipaksa.” Sori, ka. aku lebih suka belajar daripada liatin pameran. nanti kalo liatin pameran jadi pingin beli baju padahal

nggak punya duit. itu bakan aku sedih sekali. mending gak usah liat.”
” liat doang. buat solidaritas. buat nolongin temen. sekali.. aja. mau ya?” ajak Wika.
” sori. Aku udah janjian sama anak-anak sekelasku buat belajar bareng.”
rasanya ughghh… pingin marah-marahain mereka. kenapa sih mereka nggak mau nurutin? kenapa harus nolak.
” kalian kenapa sih? kalian ada masalah ya sama aku? ngomong dong! biar kita selesaiin bareng!”
” nggak gitu, Oi!” bantah Silvia.
” nggak gitu maksudku, Wik!” sela Revina.” kita bener-bener nggak masalah apa-apa sama kamu.. suer ini kerepotan beneran. cuma sekarang aja. lain kali deh aku temenin.”
” iya. aku janji.” imbuh Silvia.
” bener, Ka.” sahut Silvia.
ketiga cewek itu nggak enak lama-lama di situ melangkah pergi ninggalin Wika sendirian. iIka diem aja ngeliat mereka berlalu. Silverina muncul di sebelahnya. dia mengelus -elus punggung leader The Crews itu.
” it’s All right, Ka! masih ada aku. kita liat berdua aja, ya?”
Wika mengangguk.

pukul empat sore Wika sudah tiba di gedung serbaguna. dia memakai kaos putih berjaket biru winterwing. di sana udah ada banyak cowok cewek yang ngumpul. hampir semua pake kaos dan jaket. sebagian pake kemeja lengan panjang dan dilipat. celananya jins-jins semua. ada yang rantai, cincin, kacamata. ada juga yang tatoan. tapi gak ada satupun yang dikenali.
” apa aku udah salah ya datang ke sini?” gumam Wika sambil jalan.
” Wika!” panggil Silverina.
Cewek pengundang itu baru saja datang. dia persisi dia yang dulu. mirip Yuuna SNSD dalam video klip run devil run. jaketnya, kaosnya, leggingnya.tapi leggingnya  itu,

dirangkap rok? biasanya ada cewek yang mengikatkan kaos lengan panjang di panggang jadi seperti penutup bagian belakang, tapi penutup yang dipake Silverina itu lebih lebar sampai menutupi paha lenggingnya. cuma bagian depannya yang keliatan. singkatnya rok sepaha yang bagian depannya dipotong memperlihatkan leggingnya.
” gimana? Siap buat surprise?” tanya Silverina.
” entahlah. gak ada temen gak rame.”
” Semangat , dong! Kan ada aku?”  Silverina merangkul Wika. Wika cuma tersenyum.
mereka berdua masuk ruangan. di sana sudah banyak tempat duduk. Silverina memegang tangan Wika membawanya ke tempat paling depan. sebagian tempat sudah diisi orang.
” Kamu duduk di sini ya?”
” kamu nggak?”
” Aku mau ganti baju.” jawab Silverina.
” maksudmu? kamu mau tampil?”
” Light!” Silverina mengedipkan mata.dia lalu pergi.
” hoooh… jadi dia model?” Wika tak percaya apa yang baru aja didengarnya. dia punya teman model! siapa sih yang nyangka?
sambil nunggu acara dimulai Wika membuka tas dan mengeluarkan novel. dia mau  melanjutkan bacanya sedikit. anak-anak muda memasuki ruangan. acaranya kayaknya mau dimulai. WIka cepat memperhatikan.
” Selamat datang dalam acara Fashon Youth Kota patria. malam ini kita akan menyaksikan model-model cantik dan tampan yang keren, trendy dan cool.” MC membuka acara.
Mc lalu menjelaskan apa itu Fashion Youth. fashion Youth adalah komunitas anak muda yang ingin merancang desain produk mereka sendiri dan menjadi trendsetter. anggotanya terdiri dari anak muda mulai dari SD sampai perguruan tinggi. di sini anak muda bisa merancang produk mereka sendiri berupa baju, celana, topi, tas, kalung dan lain-lain. mereka pun juga bisa memamerkannya di catwalk. di dalam komunitas fashion Yotuh ada beberapa desainer dan perancang busana terkenal. mereka menjadi juri dan menilai produk dari anak-anak muda itu. kalau mereka menerimanya, mereka akan memproduksi massal dan mempromosikan ke butik-butik dan kenalan-kenalan. nanti hasilnya dibagi antara perancang terkenal, perancang muda dan komunitas fashion Youth. produk-produk yang diterima juga akan ditampilkan dalam website Fashion Youth dan dijual lewat online. komunitas ini bisa mejadi ajang untuk entrepreneur dan mencari penghasilan sendiri untuk anak-anak muda. setelah MC, pendiri Fashion Youth berbicara memberikan sambutan. Beliau laki-laki berbaju bati. beiau masih muda. umurnya sekitar tiga puluhan. beliau banyak berbicara tentang anak muda, entrepreneurship, kemandirian, nasionalisme, motivasi dan lain-lain. tepuk tangan bergemuruh mengiringi pidatonya yang berapi-api.
Setelah itu baru pameran ditampilkan. model-model keluar satu demi satu. mereka berjalan penuh percaya diri berlenggak-lenggok. Wika memperhatikan dan mengeluarkan catatannya. dia catat pakaian mereka satu demi satu. dan memang unik pakaian mereka itu.
model pertama laki-laki memakai topi koboi. kelihatannya aneh. tapi begitu ditunjukkan, ternyata di topinya ada risletingnya. risleting itu dibuka. topi koboi itu lepas jadi dua. bagian tepi yang bundar berlubang seperti donat. bagian tengah adalah topi bulat. bisa dipakai peci untuk Sholat. model kedua memakai kacamata hitam retro. dia membuka frame kacamatanya. dia melepas lensa hitam lalu menggantinya dengan lensa putih. jadilah kacamata putih. model ketiga laki-laki berkemeja coklat gelap lengan panjang. di sikunya ada risleting. di tengah catwalk dia membuka risletingnya. lengan itu pun terpotong. sekarang dia memakai kemeja lengan pendek.
model keempat santri berbaju koko putih, berpeci putih dan bersarung. dia jalan begitu saja. tangannya dimasukkan dalam sakku. bener! sarungnya ternyata punya saku. sarungnya putih bergaris hitam dipinggang tanda saku.
” modern sarung!” ujarnya.
model kelima cowok kribo berkulit gelap. dia tampil begitu aja dengan jasnya yang berwarna ungu. begitu dekat ternyata kelihatan jasnya digambari garis-garis melengkung seperti bunga-bunga dalam undangan pengantin itu. jadi jasnya bergambar batik. tiba-tiba lampu mati. lalu dua cahaya hijau dan ungu beradu. dua orang pemuda saling menyabet, menangkis dan memukul. satu cowok berbaju hitam mendesak maju terus.
sedangkan lawannya mundur. mereka melangkah pelan-pelan menaiki panggung. lalu lampu menyala.
” Yang penting bukan pertarungan kami, tapi selotip fluor di tongkat kami ini. dengan seloitp fluor ini kamu nggak perlu lagi bingung waktu bangun di kamar yang gelap. kamu bisa tahu di mana pintu, rak, kamar dengan selotip ini. jadi gak perlu takut nabrak-nabrak dalam gelap. bisa hemat listrik.” kata cowok baju hitam berpedang ungu.
masih beragam lagi model-model lain dengan baju dan aksesoris unik. Wika memotret dan mencatat mereka semua.bener kata Silverina. Semua unik. dua puluh model sudah keluar masuk panggung. mereka juga sudah dinilai juri dari desainer itu. sebagian ada yang diterima. ada lagi yang ditolak. tapi yang ditolak  diberi motivasi dan saran untuk perbaikan lagi lain kali.

” Silverina mana, ya? Kok dari tadi nggak keliatan-keliatan juga?” tanya Wika sambil merapatkan jaketnya.

acara makin malam. blogger winterwing itu melihat jam tangannya. sudah pukul  delapan malam tapi Silverina belum keluar-keluar. dia berdoa semoga cewek itu nggak kenapa-kenapa. semoga Silverina cepetan tampil. pingin tahu kayak apa sih fashionnya dia.

Queen yang ditunggu pun muncul. dia berponi tebal rambut hitam kemerahan panjang sampai pinggang.  dia memakai jaket hitam dan kaos hitam, rok seperti tadi dan lengging. inilah dia Silverina. cewek itu berjalan sebentar beberapa langkah di belakang dekat bakcground. semua model melihat ke arahna menepi memebri jalan. Silverina pun beraksi.

Silverina melesat! Dia melompat berputar di udara tiga kali di atas semua orang lalu dia mendarat hampir di ujung catwalk. Dia mendarat dengan berlutut satu lutut menyentuh lantai. lutut lain tegak. Kedua tangannya memakai sarung tangan. Kedua tangannya di samping terbuka. The Queen lalu berdiri tegak memandang semua penonton tanpa senyum. Layar menampilkan adegan dia bersalto dalam gerakan lambat. Tepuk tangan sorakan membahana.

Silverina mengangkat tangannya  sebahu emperlihatkan sarung tangannya. sarung tangan itu hitam dan ujungnya terpotong seperti yang dipakai pengemudi motor. punggung tangannya berkilau putih. ternyata d sana dipasangi besi putih berkilau dari punggung tangan sampai punggung ruas jarinya.
cewek itu berbalik memperlihatkan jaketnya. jaket  itu hitam tapi di bagian pinggir jaketnya terlihat garis putih berkilau. ternyata di sana ditanam persegi-persegi besi yang sering dipakai di ikat pinggang. persegi-persegi itu membujur dua jalur dari atas ke bawah. garis berkilau itu terlihat juga di bagian depan jaket.
Leggingnya dibalut rok seperti rok waktu belum tampil tadi, tapi kali ini ujung bawah roknya ditambahi bulu wol putih sehingga jadi lebih tebal.
Silverina berbalik menghadap ke erah Wika duduk. Dia tersenyum mengacungkan jempol lalu berkedip. Wika membalasnya. Semua orang memandang ke arah Wika. Cerpenis itu jadi malu.
Pukul 09.30 fashion Youth selesai. Para penonton pulang meninggalkan gedung. Tinggal Wika sendiri nunggu chairmate-nya.
” Ayo!” ajak Silverina begitu muncul.
” Oke!” mereka jalan bersama.
” Gimana acaranya tadi?”
” Bagus banget! sumpah! Aku gak pernah tahu ada acara kayak tadi. Biasanya model-model itu orang yang udah gede dan make bikinan perancang busana. Biasanya model-model itu pake baju yang glamor. tapi yang tadi nggak. tadi itu anak-anak muda, pake rancangan sendiri dan multifungsi.”
” Kalo fashionku tadi?”
” TOP! Perfect! kamu udah kayak artis-artis di TV.”
” Hahaha….”
” Makasih ya udah ngajakin ke sini. Aku jadi tau banyak hal dari sini.” ucap Wika.
” Sama-sama. Aku juga thanks  kamu mau liat show-ku tadi.”
” Oh, iya. Tadi show-mu bener-bener  spektakuler, Lho! gimana sih caranya?”
” Itu hasil latihan berkali-kali, girl.”
Mereka  berjalan bersama menuju motor mereka.
” Eh, ka. boleh minta tolong, nggak?”
” Apa aja boleh.” kata Wika selagi seneng.
” Tolong ceritain ini di blogmu, ya?”
” pasti!”
” Thanks!”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *