ontologi

ontologi adalah cabang filsafat yang mempelajari kenyataan dan yang ada. filosof ontologi bekerja mencari kenyataan sejati yang bebas dari salah paham, ilusi, subjektifitas dan kekaburan.

ontologi berasal dari kata onto dan logos. onto berarti ada. logos berarti pengetahuan. ontologi berarti pengetahuan tentang yang ada. maksudnya ontologi berusaha mencari pengetahuan hakikat segala hal. tujuannya adalah menemukan kebenaran yang paling murni dan kenyataan hakiki.

objek ontologi yang ada. yang ada di sekitar kita di dunia ini banyak sekali. apa saja yang ada itu?

1. materi atau benda. materi memiliki massa, menempati ruang dan waktu. oleh karena itu materi memiliki bahan, bentuk dan usia.

2. ruang, sesuatu yang dimiliki materi. dengan ruang maka ada ukuran besar kecil, jauh – dekat, tinggi- rendah. dengan adanya ruang benda-benda juga memiliki bentuk.

3. waktu. waktu ditandai dengan adanya perubahan, gerak dan proses. manusia memngingat waktu dalam rangkaian kejadian. dengan itu manusia memahami secara intuitif adanya waktu.

4. energi. energi adalah kemampuan benda melakukan usaha. benda yang memiliki energi akan mampu melakukan gerak, berubah wujud dan menjalankan proses-proses fisika.

 

keempat elemen di atas bergabung secara teratur dan terstruktur membentuk alam semesta material, atau dunia fisika.

selain itu ada elemen non material, antara lain:

1. ide. ide mendasari data, informasi, dan ilmu pengetahuan. ide mendasari pula perasaan dan pikiran manusia. makhluk hidup bisa beraktifitas dan berinteraksi dengan lingkungannya karena terjadi transfer data berupa ide yang diolah dalam jiwa makhluk hidup.

2. jiwa. jiwa membuat makhluk hidup hidup. tanpa jiwa makhluk hidup akan mati. dalam jiwa terdapat emosi, akal, insting dan substansi lain tapi tak bisa diobservasi secara material.

3. makhluk gaib seperti malaikat, setan, jin dan sebagainya. mereka makhluk halus yang beraktifitas di dunia yang sama dengan manusia tapi tak terlihat karena mereka bukan pada dimensi yang sama. mereka tidak material, berruang dan berwaktu.

4. Tuhan. Tuhan pencipta alam dan pengatur alam, tapi Dia tidak tinggal di dalam alam dan tidak material.

 

keempat substansi di atas hidup di dunia gaib. mereka tidak dapat ditangkap panca indra. dunia gaib mereka disebut juga dunia metafisika dan mereka hannya dapat diketahui melalui keterangan kitab suci dalam agama islam.

beberapa filosof barat atheis dan kristen. mereka mengingkari keberadaan hal gaib. mereka hanya percaya yang material. mereka telah kafir.

objek ontologi sudah sangat banyak oleh karena itu dibentuk cabang-cabang untuk mempelajari tiap objek. tiap cabang ontologi sudah mempelajari setiap objek secara ilmiah, rasional dan empiris. oleh karena itu tiap cabangnya dikelompokkan dalam sains, bukan filsafat lagi. cabang-cabang itu antara lain:

– fisika

– kosmologi

– astronomi

– geografi memiliki cabang: geologi, hidrologi, meteorologi dan antropologi.

– mekanika.

– termodinamika.

– kalor.

– elektromagnetisme

– fisika kuantum.

 

selama ini fisika dianggap bagian dari IPA yang mempelajari benda mati. jika hal ini dipertahankan maka fisika akan terpisah dari biologi dan ilmu-ilmu sosial. kimia termasuk cabang fisika.

sebaliknya jika fisika dianggap sebagai ilmu yang mempelajari dunia yang ada, maka fisika menyangkut geografi dan bserta cabang-cabang geografi. dengan begitu antropologi termasuk geografi dan otomatis termasuk cabang fisika juga. konsekuensinya ilmu-ilmu sosial yang beraktifitas di sekitar manusia juag termasuk fisika. contohnya sosiologi, ekonomi, politik, kebudayaan, bahasa dan lain-lain. semua itu termasuk bagian fenomena yang ada di dunia nyata.

ilmu fisika berkembang pesat karena memiliki objek yang jelas, spesifik dan dapat diamati. fisika menjadi sains yang menyebar ke seluruh masyarakat. sains fisika melahirkan teknologi sehingga dapat membantu kehidupan manusia. akibatnya kini teknologi mengubah kehidupan umat manusia.

sebaliknya dengan ilmu metafisika. metafisika mempelajari makhluk gaib dan dunia gaib. tapi dunia gaib hanya dapat dipelajari dalam agama islam. jika manusia mempelajari dengan caranya sendiri ia dapat tersesat pada mistik dan pemujaan pada setan. kebanyakan dugaan manusia yang tidak berdasarkan pada Al-qur’an dan hadist akan membawa pada prasangka yang salah.

Alama semesta yang mencakup segala yang ada ini sangat luas. filosof ontologi kagum dan takjub dengankebesaran alam semsta. mereka ingin mengetahui bagaimana alam bisa ada bekerja. mreka ingin tahu pula rahasia alam yang membuat semua keindahan ini terjadi. Alam semesta adalah keajaiban yang jelas takkan bisa dijangkau manusia.

selain itu Alam semsta memiliki bagian sendiri-sendiri yang unik. filosof ontologi ingin menangkap pola itu agar bisa mengetahui cara alam semsta bekerja. mereka ingin menemukan hukum atau rumus tertinggi yang menjelaskan bagaimana alam semesta dan tujuan alam semsta.

para filosof ontologi mengajukan pertanyaan:

– apakah alam semesta itu?

– apa bahan alam semesta?

– dari mana alam semesta berasal?

– kapan alam semesta muncul?

– alam semesta memiliki akhir atau tidak?

– apakah alam semsta diciptakan?

– kalau diciptakan siapa penciptanya?

-alam semesta ini teratur atau acak?

– apa tujuan alam semesta ada?

– alam semesta ini nyata atau mimpi?

– bagaimana struktur alam semesta?

– apakah ada alam semesta lain di luar alam semesta ini?

– berapa besar alam semesta?

– di mana ujung alam semesta?

 

pertanyaan ini bisa diperpanjang sampai tak terbatas. para filosof ontologi mencoba memberikan jawaban. tapi jawaban itu sebatas teori berdasarkan dugaan karena ujung alam semesta sangat jauh sehingga sulit digapai.

teori-teori ontologi tentang alam semesta:

A. menurut jumlah bahan alam semesta:

1. monisme: teori ini menyatakan bahan alam semesta itu satu. Thales mengatakan bahan itu air. Anaximandros mengatakan apeiron (yang tak terbatas). anaximenes mengatakan udara.

2. dualisme: alam semsta terdiri dari dua bagian. contoh yin-yang, ajaran majusi. dualisme materi- spiritual. plato mengatakan materi terdiri dari bahan dan bentuk. Descartes mengatakan dunia terdiri dari bahan dan perluasan.

3. pluralisme: alam semesta terdiri dari banyak bahan.

B. menurut bahannya

1. materialisme: alam semesta hanya terdiri dari materi. tak ada hal gaib. (teori ini salah.)

2. spiritualisme: alam semesta dari roh.

3. idealisme: alam semesta terdiri dari ide-ide dalam pikiran.

C. menurut penciptaannya:

1. theisme: kepercayaan ada Tuhan pencipta alam. kepercayaan pada Tuhan dibagi beberapa cabang menurut banyak Tuhan yang disembah manusia.

a. monotheisme: keyakinan bahwa Tuhan itu satu. contohnya Islam.

b. politheisme: keyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu. contoh trinitas, trimurti, paganisme.

2. atheisme: keyakinan yang mengingkari keberadaan Tuhan. penganutnya atheis. mereka beranggapan tak ada tuhan. mereka salah.

D. menurut kenyataan:

a. realisme: alam semesta itu nyata. alam semesta akan tetap ada meskipun manusia tak ada lagi.

b. idealisme: alam semesta itu maya. mimpi. alam semsta akan hilang begitu manusia tak ada. pandangan ini menganggap alam semesta seperti layar TV yang bisa mati.

E. menurut keberadaan alam semesta lain:

a. naturalisme: hanya alam semesta ini yang ada. tak ada yang alam semesta yang lain. pandangan ini mengingkari akhirat dan alam gaib.

b. supernatualisme: ada alam semesta di luar dunia ini. ada alam gaib dan akhirat. orang-orang yang beragam percaya adanya kiamat dan akhirat.

masih ada banyak teori filsafat lain, tapi teori=-teori ini cukup untuk menjelaskan teori-teori ontologi yang umum ada. teori-teori ini hanyalah dugaan kosong yang tidak berdasarkan sumber yang sah. sumber yang sah hakikat alam semsta harus berusmber pada pencipta alam semesta. pencipta alam semesta adalah Tuhan. dan jalan menuju kepada-Nya adalah agama. oleh karena itu sebaiknya manusia mencari jawabnnya dalam gama, terutama yang benar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *