metode belajar TEFCAS

bersumber dari buku “buku pintar mind map” karya Tony Buzan, aku menmukan metode belajar TWFCAS. metode belajar TEFCAS adalah metode belajar yang umum sehingga dapat digunakan dalam belajar apa saja seperti pelajaran sekolah, musik, olahraga, beladiri, resep baru, bersosialisasi, memulai sebuah hubungan, membina rumah tangga, bisnis bahkan agama.

metode TEFCAS sebagai berikut:

1). Try – percobaan

yaitu mencoba dan berusaha dulu. di sini berlaku pepatah yang sering kita dengar:

  • pengalaman adalah guru terbaik.

  • kita tidak akan tahu sampai kita mencoba.

jadi di sini kita harus mencoba melakukan sesuatu yang kita pelajari seperti belajar melalui praktek atau “learning by doing”. contohnya membaca buku, mengerjakan soal, menekan tuts piano, menendang bola sepak, melempar bola baseball, menggerakkan bidak catur, mulai menyapa tetangga baru, wanita yang disukai atau buka toko.

pada langkah ini ada petikan lagu yang cukup menarik dari Shakira. judul lagunya “Try eveything”. lagu ini menjadi soundtrack film animasi Disney “Zootopia”. ini dia petikannya:

i won’t give up, no i won’t give in

till i reach the end, then i’ll start again

i wanna believe i wanna try everything

i wanna try even though i could fail

2). Event – kejadian

saat kita melakukan percobaan maka pasti akan terwujud kejadian. percobaan dan usaha kita menjadi fakta. misalnya pekerjaan kita tertulis di buku lalu dibaca guru, atasan, orang tua. gerakan kita dilihat oleh pelatih, instruktur. kita belajar otodidak pun dapat kita amati hasilnya. pada langkah ini percobaan kita dapat diamati oleh semua orang dan termasuk kita sendiri.

3). feed back – umpan balik.

setelah pekerjaan kita selesai dan diperiksa semua orang termasuk kita sendiri, maka kita akan menerima masukan/ umpan balik. misalnya nilai PR, nilai ujian, pujian, saran, kritik, bahkan bisa makian, kutukan. kita bisa menerimanya dari guru, atasan, pelatih, ustadz, tutor, keluarga, teman-teman, wanita/ pria yang kita tuju, atau karyawan kita kalau punya. kadang kita juga menerimanya dari diri kita sendiri.

masukan ini terbagi menjadi 3:

a). kejadian fisik. misalnya tendangan bola kita masuk gawang atau meleset. lemparan bola kita tepat sasaran atau menyimpang. ada coretan di nomor jawaban kita atau tidak.

b). kata-kata orang lain seperti pujian, saran, teguran, kritik, protes dan sebagainya.

c). perasaan baik mental maupun emosional. misalnya senang atau sedih. bersyukur atau menyomongkan diri. mau sabar, marah atau pasrah dan menyerah. ini adalah pilihan.

sikap dan perasaan terhadap umpan balik juga merupakan ujian bagi manusia. banyak orang yang gagal dalam mengartikan masukan/ umpan balik sehingga mereka menjadi menempuh jalan kejahatan, marah, menyerah. di sisi lain yang berhasil ada yang menyombongkan diri. umpan balik adalah ujian bagi setiap orang terhadap orang-orang di sekitarnya, terhadap hal-hal yang dia alami, terhadap ketentuan Tuhan yang harus dia terima termasuk kondisi dirinya yang tidak sempurna. saat berhasil adalah ujian. saat gagal juga adalah ujian.

untuk bisa menyikapi umpan balik dengan tepat diperlukan hati yang bersih untuk bisa menangkap maksud yang sebenarnya dari umpan balik dan tujuan tersebut, termasuk tujuan dan caranya. oleh karena itu penting untuk membersihkan hati dan menjaga agar hati tetap bersih. salah satunya dengan cara senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan.

saat menerima umpan balik, buka indra lebar-lebar, tajamkan akal dan pikiran di dalam otak, bersihkan hati, lapangkan dada agar bisa menerima dengan baik. oleh karena itu dalam memutuskan sesuatu jangan terburu-buru, emosional dan berprasangka kepada orang lain, tapi hendaknya dicerna dulu apa maksudnya. kalau belum jelas, tanyakan kepada mereka apa maksud masukan dari mereka.

4). Check – memeriksa

memeriksa di sini yaitu memeriksa mana yang salah dan kurang dari pekerjaan kita. kalau dalam memeperbaiki diri namanya introspeksi diri. memeriksa ini mencari mana yang salah juga cara memperbaikinya sampai ketemu cara dan jawaban yang benar. misalnya meneliti hitungan yang mana di dalam matematika/ fisika/ kimia yang salah lelu menghitung ulang sampai sama dengan jawaban yang benar. karena guru yang menunjukkan kesalahan muridnya semestinya menunjukkan jawaban yang benar juga. dalam olahraga, perlu mengatur kekuatan, kecepatan dan arah agar tepat sasaran. dalam musik perlu memperdalam sensitifitas pendengaran dan perasaan agar musik yang dimainkan menjadi benar-benar indah. dalam elektronika perlu mencari sirkuit yang putus, konslet dan sebagainya. dalam memeriksa mesin perlu mencari bagian yang rusak, kotor atau yang lain sehingga perlu diperbaiki.

5). Adjust -menyesuaikan diri

setelah tahu di mana kekurangan dan kesalahan kita beserta cara memperbaikinya maka kita menyesuaikan diri kita. kita mengubah tindakan dan perilaku kita, jawaban, posisi, gerakan, dan kebiasaan kita. misalnya kita tahu jawaban kita di ujian kemarin salah. maka kelak di ujian berikutnya jika menemui pertanyaan itu lagi jangan menjawab dengan jawaban yang sama tapi jawab dengan jawaban yang lain. tidak sekedar jawaban yang berbeda tapi jawablah dengan jawaban yang tepat seperti di buku, atau sesuai perhitungan yang tepat.

beberapa keterampilan merupakan satu teknik yang tepat sehingga yang diperlukan adalah latihan dan pengulangan beberapa kali sampai manusia mengetahui usaha yang tepat yang diperlukan untuk menghasilkan produk yang tepat. misalnya menghafal, memainkan lagu tertentu, bermain gitar untuk kunci tertentu, menendang bola ke gawang, three point dalam basket, menggunakan instrumen laboratorium dan sebagainya.

beberapa keterampilan yang lain merupakan materi informasi yang terus berubah dan bertambah. misalnya pelajaran sekolah, beritas bisnis, berita politik, jurnalistik. pelajaran hari ini tidak sama dengan kemarin. tidak sama juga dengan besok. tapi yang sama adalah memperhatikan guru, mendengarkan, mengerjakan soal-soal baik latihan, PR maupun ujian. dalam usaha seperti ini yang dibutuhkan adalah kemampuan bahasa seperti membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. dalam belajar khusus di sekolah dibutuhkan kemampuan melihat, membaca, menyerap informasi, mencatat, mengingat juga menempatkannya sehingga mampu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang tepat.

penyesuaian diri dalam kehidupan sehari-hari sering disebut adaptasi. jelas kemampuan ini dibutuhkan dalam pergaulan sosial, kepemimpinan, hubungan dengan teman kerja, berkomunikasi dengan istri, anak, mertua, saudara. adaptasi juga digunakan dengan tetangga, pelanggan, suplier dan lain-lain. jadi adaptasi merupakan hal penting dalam belajar dan kehidupan.

6). sukses

jika kita menjalani semua langkah di atas maka kita pasti akan sukses. sukses adalah keadaan ketika kita mencapai tujuan kita. mungkin saja ada kalanya kita tidak mencapai tujuan kita, tapi ada hikmah yang bisa kita peroleh yaitu kemampuan baru dan pengalaman yang tak terhitung nilainya. mendapatkan pelajaran itu juga termasuk sukses. jadi sukses tidak hanya materi seperti penghasilan, pekerjaan, kedudukan, kendaraan, tempat tinggal, harta dan popularitas. sukses juga menyangkut pengetahuan, keterampilan, kemampuan, relasi, respek, pergaulan, hubungan, cinta, keutuhan, pengalaman. bahkan masih bisa hidup itu juga sudah termasuk sukses.

perlu ditambahkan di sini yaitu mengenai ketekunan. ketekunan kadang dianggap negatif karena berbeda pemahaman. misalnya seorang anak ingin sekolah padahal keluarganya miskin. lingkungannya juga orang-orang miskin. anak itu rajin belajar dan mencari beasiswa untuk sekolah. usahanya tidak mudah tapi dia tekun berusaha mencari cara untuk bisa sekolah. keluarga, teman-teman dan saudara-saudaranya mengejek dan memaki-makinya dengan tuduhan keras kepala, tidak mau mendengarkan orang lain, tidak mau diberi nasehat. mereka pikir lebih cerdas kalau dia bekerja saja untuk membantu orang tuanya. mereka pikir lebih cerdas kalau anak itu mau mendengarkan nasehat mereka. anak itu dianggap bodoh oleh keluarga dan lingkungannya.

mereka bilang,”tak mungkin berhasil. percuma. tidak ada gunanya. tidak ada manfaatnya.”

ketekunan itu sebenarnya sifat orang cerdas atau orang bodoh? ketekunan itu sebenarnya baik itu buruk?

dalam konteks yang baik sebenarnya ketekunan itu sikap yang cerdas karena ketekunan adalah sikap mau berusaha dan mencoba terus. dia adalah langkah pertama TEFCAS “try/ berusaha dan mencoba” secara berulang-ulang. karena kita tahu kadang kita tidak langsung sekali berusaha langsung berhasil. kadang tidak dua atau tiga kali. bisa jadi beberapa kali, belasan kali, puluhan, ratusan bahkan ribuan kali baru berhasil. lihat saja Thomas Alfa Edison! berapa kali dia gagal sebelum berhasil menemukan lampu?

jadi sebenarnya ketekunan adalah sikap yang cerdas karena mampu bertahan pada tujuan tanpa pernah tergoyahkan oleh apapun. ketekunan termasuk pada kecerdasan emosional, yaitu konsistensi. sikap ini tidak tercatat di dalam tes IQ, tapi penting bahkan salah satu kunci sukses dalam kehidupan nyata. orang yang tekun mau terus berusaha memperbaiki dan menyempurnakan hingga sukses.

ketekunan dan TEFCAS adalah metode yang baik. jadi akan lebih baik jika kita gunakan untuk kebaikan dan di jalan kebaikan. sangat buruk jika kedua metode itu digunakan untuk jalan keburukan misalnya belajar kemampuan-kemampuan menjadi mafia hebat agar menguasai dunia.

metode TEFCAS adalah metode alami sehingga pada dasarnya dia baik dan bisa digunakan oleh semua orang untuk semua pekerjaan, semua bidang ilmu pengetahuan, semua bidang kehidupan dan proses belajar.

terakhir yaitu panduan menggunakan TEFCAS, yaitu cara menggunakannya. gunakanlah TEFCAS di jalan kebaikan seperti pelajaran di sekolah, di tempat kerja yang baik dan legal, pada perkuliahan, musik, olahraga, bisnis, hubungan sosial, cinta, keluarga dan agama. jangan gunakan TEFCAS untuk kejahatan seperti mencuri, merampok, membunuh, menipu, korupsi, menyuap dan lain-lain. jika belajar merakit senjata, gunakanlah di kepolisian untuk membuat senjata untuk menangkap penjahat, menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. jangan belajar merakit senjata untuk menjadi pedagang dan pembuat senjata di pasar gelap yang sering dijual untuk penjahat, pemberontak dan teroris.

TEFCAS adalah metode belajar yang baik dan sebaiknya kita menjaganya agar tetap menggunakannya di dalam kebaikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *