masalah istikharah

semalam aku mendapat nasehat. kata ustadz sebaiknya aku sholat istikharah mulai sekarang biar mendapatkan jodoh yang terbaik, yang solihah. tidak hanya jodoh, sholat istikharah juga bisa digunakan untuk memilih pekerjaan, tempat tinggal, usaha dan lain-lain.

sholat istikharah dilakukan dua rokaaat. bacannya sama dengan sholat-sholat lain. bedanya setelah sholat ada doanya. doanya seperti ini:

Artian Doa Setelah Shalat Istikharah diatas, ” Ya Alloh hamba memohon agaar Tuhan memillihkan mana yg baik menurut Engkau ya Alloh, dan hamba memohon Tuhan memberikan kepastian dg ketentuanmuu dan hamba memohon dg kemurahan Tuhan yg besar Agung. Karena sesungguhnya Tuhan yg berkuasa, sd hamba tidak tahu dan Tuhanlah yg amat mengetahui segala sesuatu yg masih tersembunyi. Ya Alloh, jika Tuhan mengetahui bahwa persoalan ini baik bagi hamba, dlm agama hamba dan dalam penghidupan hamba dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka berikanlah perkara ini kpd hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berilah keberhakan bagi hamba didalamnya. Ya Alloh, jika Tuhan mengetahui bahwa sesungguhnyahal ini tidak baik bagi hamba, baggi Agama saya dan penghiidupan hamba, dan tidak baik akiibatnya bagii hamba, maka jauhkanlah hal inni dari pada hamba dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan beriilah kebaikan dimana sajja hamba berada, kemudian jadikanlah hamba orang yg rela atas anugerahmu”.

kata Ustadz kalau istri dipilihkan oleh Allah, ketika ada masalah Allah akan bantu karena Allah telah diikutsertakan dalam proses memilih calon istri. kalau Allah tidak diikutsertakan, saat ada masalah Allah tidak akan bantu. cara kasarnya seperti ini:

“kan kamu sendiri yang milih? kalau ada masalah tanggung  sendiri dong! itu resiko pilihan kamu!”

jadi kalau mau dibantu sama Allah, berikanlah pilihan kepada Allah. biar Allah yang memilihkan. Insya Allah, Allah akan berikan yang terbaik di atas kompleksitas kepribadian kita, calon istri, keluarga kita, keluarganya, lingkungan dan kondisi dunia saat ini.

masalahnya adalah aku masih belum bisa percaya Allah sepenuhnya. Aku masih belum bisa menyerahkan urusanku sepenuhnya kepada-Nya. aku khawatir jangan-jangan nanti Allah ngasih yang lain dan tidak sesuai dengan keinginanku.

Aku ingin calon istri yang solihah, dari jamaah yang konsisten berdakwah menegakkan syariah dan khilafah, yang orang tuanya baik-baik dan ramah. mereka tidak harus kaya. yang cukup saja nggak apa-apa. akhwatnya nanti kalau bisa bukan tipe koleris. kalau sanguinis sih masih bisa kuterima. aku ingin istriku wanita yang kalem, pengertian, mau mendengarkan, mau menuruti nasehat suami. terus lokasinya dari kota yang sama denganku, dari Blitar biar nggak jauh kalau mau berkunjung ke rumah mertua, orang tua dan saudara-saudara. akhwatnya nanti kalau bisa usianya lebih muda dariku dan belum pernah menikah juga. itu sebagian di antaranya.

syarat pertamaku fisik, yaitu cantik tapi gak yang super cantik. dalam skala 1- 10, nilai 6 saja cukup deh. aku terima. katanya dalam hadist nabi nggak apa-apa.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”[1]

kata nabi ingin keempat di atas tidak apa-apa menurut hadist di atas. yang pertama agamanya baik. aku mau. aku buktikan dengan aku mencari calon istri di dalam jamaah islamiyah. jadi nggak sembarangan wanita. aku tahu akibatnya.

tinggal yang kedua. aku ingin yang cukup cantik juga biar enak dilihat dan betah melihatnya karena aku akan setiap hari bersamanya. karena aku punya perasaan. aku punya keinginan dan aku ingin bisa hidup bersama dengan bahagia dan ikhlas.

kalau dia kurang cantik aku kurang yakin akan bisa menerimanya dan mencintainya, apalagi menafkahinya, menghabiskan hidup bersamanya. apakah aku akan menerima seorang akhwat dari jamaah jika dia kurang cantik?

jika aku tidak menerimanya berarti aku dikatakan sebagai tidak cinta karena Allah. menikah bukan karena Allah tapi karena nafsu. padahal menurutku aku menikah karena Allah. karena Allah mengatur hubungan laki-laki dan perempuan dalam ikatan pernikahan. karena nikah itu sunnah nabi. nikah itu jalan hidup nabi. aku sudah mematuhinya tapi mereka tetap saja menilai aku salah.

mereka bilang aku masih berpikir dangkal. hanya melihat sesuatu dari luar tanpa mau melihat sisi dalam, kepribadiannya dan lingkungan sekitarnya. kata mereka pandangan mataku itu hanya nafsu dan aku harus menundukkan nafsuku. kata mereka aku masih punya nafsu besar. jadi nafsu harus ditundukkan.

mereka bilang cewek bisa saja cantik tapi kafir. contohnya SNSD, wondergirl, AKB48, HKT48, SNH48. artis-artis porno juga cantik. artis-artis holywood, jepang, korea, rusia juga cantik. cewek-cewek cina juga cantik dan seksi. tapi agama mereka beda. kita tak bisa membawa mereka ke agama kita. belum lagi beda bahasa, akal dan budaya.

ada juga yang cantik dan Islam tapi masih buka aurat. contohnya artis-artis di TV, JKT48, tetangga-tetangga kita, teman-teman kita, wanita manapun yang kita lihat cantik tapi tidak berjilbab. mereka memang masih Islam tapi mungkin masih akan sulit disuruh untuk menutup aurat seperti jilbab, khimar, anti tabarruj, pergaulan bebas, mengaji, tilawah, apalagi dakwah, apalagi pandangan hidup Islam yang berbeda dari keumuman di masyarakat. mungkin saja mereka mau tapi lebih besar mana? peluang mau atau menolak? kenapa nggak langsung yang jilbab syar’i? banyak wanita berjilbab tapi ternyata belum syar’i saja karena cuma ikut-ikutan fashion.

cewek cantik punya resiko psikologis. misalnya karena cantik mereka jadi sombong, judes, manja, egois. mereka bisa semau mereka sendiri dan susah diatur. mereka punya aturan “cewek selalu benar”. jadi mereka bisa saja nggak adil. mereka maksa pingin tahu username dan password akun sosmed kita dan mengubahnya semau mereka tapi kita tidak boleh tahu username dan password kita. kalo gak dituruti mereka mengancam putus. belum lagi harga makeup, aksesoris, tas, baju, shoping, makan di tempat mewah, pake mobil.terus harus rekreasi ke mana-mana. capek deh.

belum lagi ancaman lirikan dari sana-sini. mungkin ada tetangga yang lirik dia, teman yang godain dia, mantan-mantan yang menghubungi balik. semua itu bikin nggak tenang. ancaman selingkuh dan pemerkosaan sekarang tinggi. jadi gak ada yang benar-benar aman sekarang.

“makanya, pilih yang agamanya baik saja. gak usah mikirin fisiknya.” kata Ustadz.

“kenapa gak dua-duanya?” tanyaku.

aku lihat ustdazku istriku cantik dan solihah. teman-temanku juga. saudara-saudaraku juga. kenapa mereka semua dapat tapi aku nggak? kenapa mereka boleh tapi aku nggak? ini nggak adil.

orang-orang mengatakan keadaan ini pasti adil dan terbaik karena telah terjadi berdasarkan keputusan Allah yang maha adil. keputusan Allah ini telah dipertimbangkan menurut kehendak Allah yang maha benar, maha tahu, maha bijaksana, maha sempurna, maha kuasa, maha melihat, maha mendengar, maha pengasih, maha penyayang dan lain-lain.

“kamu nggak percaya? kamu nggak percaya sama Allah? la kamu masih muslim nggak? beriman kepada Allah apa nggak? kalau nggak berarti aqidahmu cacat. pembahasan jalan menuju imanmu nggak tuntas berarti. imanmu belum sempurna.”

Ustadz A selalu bilang gitu. berulang-ulang. dari dulu. kalau seperti itu aku tak bisa apa-apa. aku sudah pelajari berulang-ulang materi pengajiannya sama terus. apalagi yang kurang. semua lengkap tapi mereka bilang selalu cacat. aku jadi tak terima dan tak percaya Ustadz itu juga ustadz-ustadz lain yang sependapat dengannya.

aku sebenarnya terima materinya tapi materi itu tidak menenangkan hati. jalan menuju iman dengan berpikir itu benar. tapi menerima takdir dengan mengorbankan keinginan itu berdampak menghancurkan harapan, semangat, impian dan cita-cita hidupku. aku berusaha memperjelasnya tapi mereka tetap saja mengatakan nafsuku yang masih besar. aku harus menundukkan nafsuku. pertanyaannya, seperti apa menundukkan nafsu itu?

aku pernah mencoba menundukkan nafsu, tapi yang terjadi adalah aku tak punya harapan, semangat dan keinginan untuk hidup. karena aku hidup tak boleh punya keinginan. aku jadi zombie yang menunggu mati. tak ada lagi yang kuinginkan. menunggu ajal menghampiri. tapi kehidupan masih hinggap di dada. kewajiban masih ada.

jadi masalahnya, kalau aku berserah diri kepada Allah, maka aku akan kehilangan keinginanku. kalau aku korbankan keinginanku, aku akan selalu bersedih. aku tak akan pernah bahagia. selalu hampa dan kehilangan. kesedihan bisa ditutupi dengan sikap rasional dan berpikir logis. akibatnya tak punya perasaan. manusia menjadi robot yang mekanis dan kaku. apakah seperti itu yang orang-orang inginkan?

aku berharap mungkin suatu saat akan muncul cahaya. aku berharap bahwa akan ada harapan, bahwa akuk boleh berharap, punya keinginan, impian dan cita-cita lalu mengejarnya. aku berharap bahwa ada ajaran Islam yang membolehkan manusia menginginkan sesuatu dan manusia bisa bahagia. aku berharap akan ada dunia terang di mana kita bisa berbuat apa yang kita inginkan selama masih dalam kebaikan, bukan apa-apa dilarang, dikurung dan dipenjara dalam dunia gelap dan suram seperti sekarang ini.

“When Will My Life Begin?”

7 AM, the usual morning lineup:
Start on the chores and sweep ’til the floor’s all clean,
Polish and wax, do laundry, and mop and shine up
Sweep again,
And by then
It’s like 7:15.

And so I’ll read a book or maybe two or three
I’ll add a few new paintings to my gallery
I’ll play guitar and knit, and cook and basically
Just wonder when will my life begin?

Then after lunch it’s puzzles and darts, and baking
Paper mache, a bit of ballet and chess
Pottery and ventriloquy, candle making
Then I’ll stretch,
Maybe sketch,
Take a climb, sew a dress!

And I’ll reread the books if I have time to spare
I’ll paint the walls some more, I’m sure there’s room somewhere.
And then I’ll brush and brush, and brush and brush my hair
Stuck in the same place I’ve always been.

And I’ll keep wonderin’ and wonderin’, and wonderin’, and wonderin’
When will my life begin?

Tomorrow night the lights will appear
Just like they do on my birthday each year.
What is it like out there where they glow?
Now that I’m older, mother might just let me go.

 

 

bersambung.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *