rencana Alloh dan rencana manusia

Alloh pertama kali menciptakan makhluk yaitu pena. Alloh memerintahkannya untuk menuliskan segala sesuatu yang akan terjadi dari big bang sampai hari kiamat. tulisan itu telah jadi. tinta telah kering. pena telah diangkat limapuluh ribu tahun sebelum alam semesta diciptakan. itulah qadla Alloh, ilmu dan qudrat Alloh. itu pula rencana Alloh. rencana itu telah ditulis dalam kitab bernama lauhul mahfudz.

Alloh kemudian menciptakan beragam makhluk. malaikat, jin, iblis, surga, neraka, alam semesta, langit, bumi. Alloh menciptakan langit dan bumi dalam 7 masa. Alloh menurunkan air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, menciptakan hewan-hewan dan terakhir manusia.

Alloh menciptakan manusia dalam bentuk materi dengan sedemikian rupa struktur tubuhnya. Alloh memberinya nyawa, potensi kebutuhan jasmani, naluri dan akal. berbeda dengan yang lain. benda-benda hanya punya materi. tumbuhan hanya memiliki materi dan nyawa beserta potensi kebutuhan jasmani dan naluri tanpa kemampuan untuk bergerak dan berpindah. hewan seperti tumbuhan tapi dengan kelebihan kemampuan gerak. kelebihan manusia di atas semua itu adalah akal sehingga manusia mampu berpikir.

karena akalnya manusia mampu berpikir dan melahirkan kesadaran tentang hidup, cara untuk bertahan hidup, fenomena alam, pemahaman tentang waktu, hukum alam dan sebagainya. manusia akhirnya bisa membedakan masa lalu, masa kini dan masa depan berdasarkan apa yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi. akhirnya manusia mampu membuat prediksi masa depan walaupun hanya perkiraan. manusia mampu memperkirakan apa yang akan terjadi. dia pun tahu perkiraan apa yang akan dia lakukan. dari situ manusia membuat rencana.

setelah rencana dibuat maka manusia melaksanakannya. jadi perbuatan manusia terjadi karena kehendaknya mengikuti rencananya. saat perbuatan terjadi sedangkan Alloh telah memiliki rencana maka kedua rencana tersebut berjalan bersamaan. Apa yang terjadi pada manusia dan lingkungannya merupakan kehendak Alloh, yaitu memberikan kehendak bebas pada manusia. kemudian rencana Alloh bertemu dengan rencana manusia.

pertemuan ini tampak pada kondisi sukses atau gagal, lancar atau terhalang masalah. jika rencana manusia sejalan dengan rencana Alloh, maka rencana itu akan berjalan lancar dan berhasil. dengan kata lain Alloh memudahkan manusia. akan tetapi jika rencana itu tidak sejalan, maka rencana manusia bisa saja terhalang sehingga bisa jadi gagal. di sinilah kehendak Alloh untuk mempersulit manusia. semua itu demi menjalankan rencana Alloh. rencana Alloh hanya Alloh yang tahu dan manusia hanya tahu setelah terjadi sama seperti qadla dan kehendak Alloh.

rencana Alloh tidak berhubungan khusus dengan iman atau kafir, baik atau buruk, benar atau salah dalam pandangan manusia. rencana orang kafir ataupun muslim bisa sukses atau gagal. ketaatan dan kemaksiatan sama-sama terjadi. kebahagiaan dan kesenangan sama sama-sama terjadi berdampingan dengan penderitaan, kesusahan dan kesedihan. kebetulan, keberuntungan terjadi dalam waktu yang sama dengan kecelakaan dan kesialan. hal baik dapat terjadi, begitu juga hal buruk. yang jelas semua terjadi atas kehendak Alloh untuk rencana-Nya.

maka dari itu jika ada orang berkata;” segala hal terjadi atas kehendak Alloh. dunia tidak berjalan mengikuti kehendak kita.” ucapan tersebut benar karena dunia mengikuti kehendak Alloh. Alloh penciptanya, penguasa dan pemiliknya. oleh karena itu Alloh berhak melakukan apapun yang dikehendaki-Nya.

berhubungan dengan hal ini ada pertanyaan orang-orang kafir, atheis dan filosof,” jika Tuhan itu ada maka seharusnya Tuhan juga maha baik. jika Tuhan itu ada dan maha baik lalu kenapa ada penderitaan, musibah, kesusahan, kejahatan di dunia ini? kalau Tuhan itu ada dan maha baik kenapa ada keburukan di dunia ini?”

saat ini kita tidak meninjau hakikat dunia ini terlebih dahulu, tapi kehendak dan rencana Alloh terlebih dulu. saat hal-hal yang menurut manusia buruk terjadi, maka hal itu pasti atas kehendak Alloh. dan Alloh menghendakinya pasti untuk tujuan tertentu. Alloh telah memiliki rencana dan rencana Alloh pasti berhasil. karena Alloh maha tahu, maha bijaksana, maha kuasa dan maha sempurna. tak ada sesuatupun yang di luar kekuasaannya. tidak ada satu variabel pun yang lolos dari pengawasan-Nya.

contohnya: saat ini umat Islam berada dalam jumlah banyak tapi lemah. mereka tertindas, dijajah secara ekonomi, budaya dan politik secara halus sehingga mereka tidak sadar. sebagian kecil dan sadar dan berusaha menyadarkan tapi ditentang oleh pemerintah dan masyarakat. kondisi ini dalam pandangan manusia buruk tapi hal ini termasuk rencana Alloh untuk menunjukkan hadist nabi:

Dari Tsauban Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

jika kondisi umat Islam tidak pernah kalah dan tidak seperti ini maka hadist ini tidak menjadi kenyataan, hadist rasulullah terbukti salah dan akan ditemukan kesalahan dalam agama Islam. Islam agama yang sempurna. Islam tidak akan tidak sesuai dengan kenyataan. Alloh telah mengabarkan masa depan, oleh karena itu masa depan pun terjadi seperti yang dikabarkan hadist di atas.

kondisi saat ini juga sesuai dengan Al-qur’an:

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia;….. (QS.3:140). Ayat tersebut mengindikasikan terjadinya siklus jatuh-bangun, kalah-menang, maju-mundurnya suatu peradaban. Sebab, setiap umat memiliki ajal (QS. 3:74), yang kemudian digantikan oleh kaum yang lain (QS. 21:11).

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (Surat An-Nur Ayat 55).

kondisi umat Islam saat ini sesuai sunnatullah bahwa kekuasaan dipergilirkan antara umat-umat supaya mereka merasakan keadilan Alloh. kejayaan mereka menjadi rizki, ujian dan tanda-tanda kekuasaan Alloh atas mereka. namun karena mereka kafir, dzalim dan fasik, kejayaan mereka menjadi istidraj bagi mereka.

pada Al-qur’an surat an-nisa ayat 55 di atas Alloh akan menukar keadaan mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. di masa depan nanti umat Islam akan aman. maka saat ini umat Islam hidup dalam ketakutan karena teror dari orang-orang kafir.

kondisi saat ini juga mengandung hikmah bahwa umat Islam akan lemah jika meninggalkan agamanya. berbeda dengan umat-umat nasrani dan yahudi yang kuat karena meninggalkan agamanya. oleh karena itu kalau umat Islam ingin kembali kuat maka dia harus kembali kepada Islam. tidak ada kejayaan seorang muslim di luar Islam.

kondisi saat ini juga membenarkan Al-qur’an:

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ

Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah (Qs:al An’aam:116)

umat Islam saat ini banyak, tapi yang sungguh-sungguh solih sedikit. kebanyakan umat manusia kafir, dzalim, fasik, sekuler, materialistik, hedonis. jika umat Islam dan umat manusia tidak seperti ini maka Al-qur’an akan salah padahal mustahil Al-qur’an salah karena Al-qur’an berasal dari Alloh penguasa alam semesta dan dunia.

saat rencana manusia berhasil, pantas dia bersyukur, menilai Alloh maha baik karena mengabulkan doa dan harapannya, membantu melancarkan usahanya demi kebaikan. tapi bagaimana menangani saat hal buruk terjadi? atau saat rencana gagal atau menemui halangan dalam kebaikan? apakah Alloh jahat atau menghendaki kejahatan?

mari kita lihat asalnya. dalam setiap surat Al-qur’an terdapat bacaan basmallah. basmallah itu menyebutkan sifat Alloh yaitu Ar-rahman dan Ar-rahiim. Ar-rahman berarti Alloh maha mengasihi seluruh makhluk di dunia ini baik muslim maupun kafir, mukmin maupun dzalim, fasik dan sebagainya. Alloh menghidupkan mereka, memelihara mereka, mencukupi rizki mereka, mengabulkan sebagian doa mereka walau di antara mereka banyak yang kafir dan syirik. di sini kasih sayang Alloh banyak secara kuantitas karena banyak yang menerimanya. Ar-rahiim artinya Alloh mmberikan kasih sayang di akhirat saja. yang menerima hal ini hanya orang mu’min dan solih yang dirahmati dan diridloi Alloh. Alloh memiliki 100 rahmat. 99 disimpan di langit dan 1 diberikan ke bumi. dengan 1 rahmat itu muncul kasih sayang antara hewan, induk hewan menyayangi anaknya, kuda tidak menginjak anaknya, buaya tidak memakan anaknya. dengan rahmat itu pula muncul kasih sayang, cinta dan kepedulian sosial di antara manusia. semua itu datangnya dari Alloh.

Alloh maha pengasih dan penyayang, menciptakan manusia dalam sebaik-baiknya, memeliharanya. memberinya rizki, melindunginya dari bahaya, memberinya akal, memberinya petunjuk, memudahkan manusia dalam berusaha mencari kebenaran. Alloh telah memenuhi hak manusia dan kewajiban Alloh sebagai rabb manusia, yaitu mencukupi rizki dan memenuhi janji-Nya dalam mengabulkan doa hamba-Nya. lalu kenapa manusia meragukan kebaikan Alloh?

karena sebagian keinginan manusia tak terkabul, harapan tak terwujud, rencana yang gagal, cita-cita yang tak tercapai membuat manusia memandang Alloh jahat, menghalangi jalannya dan murka pada-Nya. bagaimana memandang baik kepada Alloh?

kita umpamakan dengan orang tua. apakah orang tua yang baik mengabulkan setiap keinginan anaknya?

kalau seperti itu orangtua hanya akan membuat anak mereka menjadi manja, lemah, nakal dan bisa membawa bahaya. tidak. mereka tidak akan mengabulkan semuanya, tapi hanya mengabulkan sebagian. sebagian itu adalah yang terbaik, yang membawa pada kebaikan, mencegah dari bahaya dan keburukan, saat anak bertanggungjawab, membuktikan anak itu siap dan mampu mengelola pemberian itu dengan baik.

pada awalnya orang tua yang baik adalah orang tua yang mencukupi kebutuhan anaknya, memenuhi hak anaknya, memenuhi kewajiban orangtuanya, mencintai dan menyayangi anaknya denga tulus ikhlas serta mendidik anak dengan baik sehingga anak menjadi anak yang baik lalu berhasil menjadi orang dewasa yang baik.

Alloh pun seperti itu. Alloh memberikan seluruh rizki manusia. Alloh memberinya akal, petunjuk berupa Nabi Muhamad Rasululloh SAW, Al-qur’an dan Islam. Alloh telah menyediakan pendidikan bagi manusia tapi Alloh tidak memaksa manusia. Alloh memberikan kebebasan untuk mencari atau mengabaikan, iman atau kafir, taat atau maksiat. hanya setiap pilihan memiliki akibat. demi keadilan Alloh.

Alloh maha baik. Alloh selalu memberikan yang terbaik menurut pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya yang maha luas. Alloh mengabulkan doa, harapan dan keinginan manusia termasuk rencana manusia di saat yang terbaik. saat itu di antaranya saat manusia sudah berusaha dengan sebab akibat yang tepat, saat sesuai dengan rencana Alloh, saat manusia siap, mampu bertanggung jawab merawat dengan baik, mampu memperbaiki, tetap rajin beribadah kepada Alloh dan tidak dilalaikan kepada Alloh dari nikmat tersebut. bagi hamba yang dicintai Alloh, jika nikmat tersebut melalaikan hamba itu dari mengingat Alloh, Alloh akan mengambilnya kembali sehingga hamba itu kembali taat dan derajatnya naik karena mengurangi kecintaan kepada dunia.

akhir dari semua ini, Alloh memiliki rencana dan manusia pun punya rencana. rencana manusia akan berhasil jika dan hanya jika sesuai dengan rencana Alloh dan akan gagal jika berbeda. tanpa usaha pun manusia akan berhasil jika rencana Alloh memutuskan demikian. kuncinya rencana Alloh yang akan selalu berjalan.

manusia dikaruniai akal membuatnya mampu membuat rencana. jadi manusia diperbolehkan membuat rencana. bahkan manusia disarankan membuat rencana, bahkan yang matang sekalian. Aa gym pernah mengatakan,”gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.”

biarpun Alloh telah memiliki rencana dan pasti berhasil, manusia sebaiknya tetap membuat rencana. rencana membuat manusia tahu tujuan hidup, jalan hidup,panduan dan standarnya. rencana ibarat SOP (standar operasi dan prosedur). dengan rencana manusia tahu apa yang akan dilakukannya, berusaha untuk yang terbaik. rencana yang terbaik membawa pada keberhasilan dengan lebih baik.

jadi tetap membuat rencana, buat niat, berdoa kepada Alloh, berusaha dengan syar’i diiringi doa kepada Alloh. setelah usaha selesai, berdoa dan serahkan kepada Alloh. di sini rencana Alloh akan berjalan. kita bertawakkal saja. saat itu kita fleksibel saja. saat rencana tidak berjalan, buat rencana cadangan. terus lakukan sampai berhasil. insya Alloh keberhasilan akan kita raih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *