sinopsis insideo out

 

seorang bayi baru lahir. namanya Riley Anderson. bersamaan dia lahir, di dalam pikirannya lahir Joy. Joy adalah emosi kebahagiaan. Ayah dan Ibu Riley menyambut Riley dengann bahagia. kemudian Riley menangis. tahulah Joy kalau sudah muncul emosi baru di sebelahnya, sadness. Joy berusaha membuat Riley selalu bahagia dan tertawa, tapi terkadang – dan sering juga – Riley menangis. Riley menangis waktu eskrimnya tumpah, minta jajan tapi tidak dibelikan, dibawa ayahnya di mobil. saat sedih Sadness yang mengontrol sikap Riley.
Riley sudah bisa lari-lari. dia bermain dengan riang gembira. tapi dia hendak melewati kabel. saat itu Fear muncul. Fear adalah emosi takut untuk menjaga hidup Riley agar tetap aman. setelah aman Joy mengendalikan Riley agar bermain lagi. lalu Riley digendong dan dibawa ke meja makan untuk makan. makannya brokoli. emosi Disgus muncul. dia menangani sikap jijik dan tidak suka. dia berusaha menjaga Riley agar tetap nyaman secara psikologis dan sosial. Disgus mengatur Riley agar menolak makan Brokoli itu. Ayah mengancam kalau Riley tidak makan tidak akan ada hidangan penutup. Anger muncul menuntut keadilan. dia mengambil kontrol maksimal. jadinya Riley menangis sekeras-kerasnya. Ayah mengatakan bahwa pesawat terbang akan datang. Riley suka pesawat terbang. Anger melepaskan kontrol. tidak jadi marah.
Riley belajar hoki bersama ayah dan ibunya di danau yang beku. tak sengaja Riley memasukkan bola ke gawang. Ayahnya sangat gembira dan bangga pada Riley. Riley menjadi suka dan berlatih hoki. dia ikut tim hoki. dia mulai pandai ice skating juga. tahun demi tahun berlalu antara kelima emosi Riley, Riley sendiri dan keluarganya.
pada waktu Riley berusia 11 tahun, keluarganya pindah rumah dari Minessota ke Sab Fransisko. di jalan Riley membayangkan rumah seperti taman bermain, rumah pohon, benteng dengan naga, rumah kue tapi kenyataannya jauh beda. emosi-emosi yang lain kecewa, tapi Joy berusaha tetap positif. Riley masuk ruang tengah. di sana dia menemukan bangkai tikus mati. dia jijik padanya. Joy berusaha agar Riley tetap berpikir positif. mungkin kamar tidurnya bagus. Riley naik ke atas. ternyata kamarnya kosong. Riley memberikan imajinasi rencana isi kamarnya mulai dari spring bed, meja rias, cermin, perlatan olahraga, tongkat hoki sampai bintang-bintang kecil. Dia pun turun untuk mengambil peralatannya.

di ruang bawah Riley terhenyak. mobil pembawa barangnya belum sampai. Riley ada ide. dia mengajak bermain hoki. ayahnya menerima tantangannya. mereka bermain hoki dengan kertas. Riley berhasil memasukkan hokinya ke kotak tungku perapian. dia menantang ibunya,” Grandma.” Ibunya tertantang mereka bermain bertiga. memreka tertawa bersama. semua bahagia. sesaat handphone ayah berbunyi. Ayah Riley menjawab panggilan telppon. investornya mau datang. Ayah harus menemui mereka. emosi-emosi lain berpikir ayah meninggalkan Riley. Joy berusaha menghapus pikiran itu. dia mengingatkan kalau tadi ada toko pizza. mungkin bisa dicoba.

Riley dan Ibunya ke toko pizza tapi dia sana hanya ada pizza brokoli. Riley dan Ibunya pulang jalan kaki. mereka berbicara satu sama lain. Riley teringat kenangan lucunya adalah saat foto bersama dinosaurus bersama keluarganya dulu. waktu itu mobil ayahnya muncur sampai hampir jauh. tapi kenangan itu berubah jadi biru. Riley jadi sedih. Sadness melakukan sesuatu. Joy berusaha menghentikan Sadness. Riley melihat jalan menurun berpalang. otak konyolnya menimbulkan ide. dia ingin duduk di pegangan dan meluncur turun. tapi batal. Sadness berulah lagi. Joy berusaha menghentikan Sadness. untung rencananya berhasil. Riley meluncur di palang tangga menurun.

malamnya Riley mau tidur. dia minta ciuman selamat malam. Ayahnya menyahut keras. Riley merasa ayahnya marah. dia di kamar tidur di kasur tidur. kamarnya bau, lengket. lalu ada cahaya melintas. dalam pikiran Fear ada beruang,. bajunya cuma satu. tak ada baju ganti. Fear, Anger dan Disgus banyak membuat memori-memori buruk sehingga banyak memori mereka terkumpul.

lalu ibu datang. anger bersiap akan terjadi perang kemarahan. Ibu mengatakan terjadi hal-hal buruk. Joy tak bisa mengendalikan. sekarang teman-temannya yang bertindak.tapi Ibu bersyukur dan memberi dukungan pada Riley bahwa kondisi seperti ini pun Ia bersyukur Riley masih gadis yang bahagia. Ibu minta Riley tersenyum. teman-teman menyerahkan kendali ke Joy. hanya Joy yang bisa membuat Riley tersenyum. happy ending.

Riley mulai tertidur. Joy punya tugas mellihat mimpi Riley. tapi mimpi buruk datang. di rumah baru, tikus mati, hantu, beruang, brokoli. Joy mematikan mimpi itu. dia menggantinya dengan kenangan menyenangkan Riley waktu bermain ski. Joy menari bersama tarian ski Riley.

“jangan khawatir! akan aku pastikan besok akan menjadi hari yang indah!” kata Joy.

besoknya hari yang bersemangat. Riley makan sereal dengan lahap. Joy memainkan musik membangunkan teman-temannya. Riley mengatur Disgus agar memakai baju yang paling bagus. Fear ditugaskan untuk membuat daftar ancaman. Anger ditugaskan untuk menghapus lamunan. Sadness. dia ditugaskan tetap di dalam lingkaran, jauh dari kontrol agar tak merusak suasana.

Riley siap berangkat. dia berpamitan dengan ayah dan ibunya. mereka membuat salam konyol monyet. hihihi… Riley masuk sekolah. dia melihat banyak anak di kelasnya. ada yang keren beberapa. pelajaran dimulai. Bu Guru memperkenalkan Riley. Riley memperkenalkan diri kalau dia dari Minessota. dia menceritakan kehidupannya di sana. tapi kemudian dia jadi sedih. ternyata Sadness menyenuh memorinya. dan memorinya jadi biru tak bisa dilepas. Joy dan yang lain berusaha melepas memori itu tapi tak bisa lepas. Sadness mengambil kendali, membuat Riley menangis di kelas. lahir memori baru, memori inti tapi biru. Jy berusaha mencegahnya, tapi Sadness melawan karena bola itu memori inti. memori yang lain berjatuhan. pulau kepribadian padam. Riley berusaha membuang memori inti biru. dia juga berusaha mengumpulakn memori-memori inti lain yang jatuh berceceran. saat terkumpul, dia membuang memori beiru tapi dia ikkkkut tersedot mesin memori bersama Sadness. mereka terbuang dari ruang kendali.

Riley kehilangan perasaan sedang dan sedihnya. dia duduk. Joy dan sadness jatuh di tempat memori jangka panjang. berisi rak memori-memori Riley yang tinggi, besar, panjang membentuk labirin. Joy dan sadness harus kembali. hal-hal buruk terjadi. tak ada memori inti, tak ada kepribadian dan yang paling gawat tak ada Joy. tanpa Joy Riley tak bisa bahagia. mereka harus kembali. jalannya lewat pulau kekonyolan.

makan malam. Ibu bercerita kalau dia menemukan tim hoki baru di San Fransisco. Ibu bertanya pendapat Riley. karena Joy maupun Sadness tak ada, yang mengendalikan Fear, Anger dan Disgus. Fear yang menjawab. Ibu merasa ada masalah. Dia tanya sekolah Riley. Disgus ganti yang menjawab. Ibu makin tahu ada masalah. Ibu minta dukungan Ayah. Ayah tersadar dari lamunannya. dia menanyakan sekolah Riley, yang membuat Ibu lemas dalam pikirannnnnya. sikap Riley yang kurang menyenangkan membuat ayahnya bertambah marah. Anger mengendalikan Riley sampai maksimal. Ayahnya pun marah besar. Ayahnya menyuruh Riley kembali ke kamar. Riley ke kamar dengan kesal.

Riley berbaring di kamar. Ayahnya datang berusaha menghibur dengan sikap konyol monyetnya. tapi Joy dingin. Ayahnya pergi. pulau kekonyolan runtuh. Joy dan sadness harus menyelamatkan diri dari reruntuhan itu.

mereka berdua selamat dari keruntuhan. Joy berpikir untuk lewat pulau persahabatan. Tapi jalannya terputus. caranya lewat labirin memori jangka panjang. Joy mau masuk, tapi Sadness mengingatkannya kalau dia bisa tersesat. Sadness suah baca buku manual. Joy menemukan ide. dia minta Sadness jadi pemandunya. mereka jalan. Sadness bersedih jadi tak punya tenaga. dia terbaring. Joy menyeretnya dengan memegang kakinya.

sampai pagi.  Joy dan sadness bertemu petugas penghapus ingatan. petugas itu bertugas menghapus ingatan-ingatan yang lama tak dipakai Riley. ingatan-ingatan yang sudah pudar dibuang ke penghapusan dan tak bisa kembali.

Joy sedang video call dengan teman masa kecilnya. teman masa kecilnya menceritakan kalau ada teman baru di timnya. dia jago banget dan kompak sampai seolah-olah bisa membaca pikiran. Riley marah. dia menutup video call. pulau persahabatan runtuh. Joy menyeret Sadness melewati labirin lagi. di sana Joy bertemu Bing Bong. Bing Bong adalah teman khayalan Riley waktu berusia 3 tahun. Bing Bong berwujud gajah berkumis berbadan kapas, berekor kucing dan bisa bersuara luma-luma. dia gabungan dari gaajah, kucing dan luma-lumba. Bing dan Riley berbicara sambil jalan. Sadness mengikuti. mereka membutuhkan bantuan Bing Bong supaya sampai ke Pusat. Bing Bong menunjukkan jalan. mereka akan cepat sampai dengan keret pikiran. ada stasiunnya di dekat situ. Bing Bong menunjukkan staisunnya dan ada jalan pintas ke sana yaitu suatu lorong “pemikiran abstrak”. Sadness mencegah Joy karena berbahaya. tapi Joy bersikeras. mereka masuk.

Riley sendirian di kantin. mesin pemikiran abstrak menyala. idenya “kesendirian”. Joy, Bing Bong dan Sadness menjadi korban pemikiran abstrak. pertama fragmentasi tanpa pandang bulu. tubuh mereka menjadi geometris. kedua penguraian. ketiga penghapusan menjadi dua dimensi. Bing bong dan kedua emosi itu harus cepat keluar sebelum fase keempat, penghapusan warna dan bentuk. untung mereka sempat keluar. tapi kereta pikiran sudah berangkat. Bing Bong menunjukkan ada stasiun lain. Sadness membenarkannya.

mereka melewati taman fantasi. ada hutan kentang goreng, pialan, pacar imajinasi, jalan setapak di atas lava, rumah kartu, istana fantasi. mereka lalu masuk taman playgroup.

di sisi lain Riley akan mengikuti uji toba hokinya di tim San fransisco. Ibunya menemaninya, tapi karena memori inti dan Joy tak ada. dia tak bisa mengaturnya. Fear berusaha mengumpulkan setiap memori hoki dan dia masukkan ke mesin memori inti namun tak berhasil. seakan-akan Riley tak pernah bermain hoki. permainannya memburuk sehingga dia kalah. dia marah besar. dia meninggalkan permainan dan ibunya. pulau hoki-nya runtuh. di dalam, Joy dan teman-temannya melihat mpengguuran fantasi. istana fantasi, boneka beruang dan lain-lain. kereta dorong roket Bing Bong pun dibuang. Bing Bong jadi sedih. Joy berusaha menghibur dengan semangat dan kekonyolannya tapi tak berhasil. Sadness ganti mendekati Bing Bong. Joy gusar dengan Sadness. Sadness mendengarkan Bing Bong dan membenarkannya. Bing Bong menangis tapi lalu baik-baik saja. dia menunjukkan jalannya.

mereka naik kereta pikiran, tap waktu mau lepas landas kereta berhenti. langit menjadi gelap. Riley sudah tidur. mereka harus segera kembali ke Pusat. untuk itu mereka harus membangunkan Riley. caranya: dengan mimpi. mereka mendatangi rumah produksi mimpi. mereka masuk ke dalam. mimpi sudah disiapkan. Riley buruk di sekolah, mencampakkan sahabatnya, buruk dalam hoki. Joy berusaha mengacaukan dengan mimpi indah. dia memakai kostum anjing berdua dengan Sadness. Joy menari di kelas. Sadness tak setuju membuat kerusakan tubuh anjing. dia berbuat konyol menganggu proses syuting mimpi. mimpi itu jadi benar-benar kacau. sutradara memanggil petugas keamanan. Bing Bong ditangkap dan dibawa ke ruang alam bawah sadar, penahan untuk segala pembawa masalah. sialnya memori ini yang dibawa Joy disimpan dalam tas imajinasi Bing Bing dan Bing Bong ditahan di sana.

Joy dan Sadness masuk ke dalam ruang alam bawah sadar. di sana mereka menemukan pohon brokoli, mesin penyedot debu nenak, tangga bawah tanah. mereka menemukan Bing Bong dikurung oleh badu raksasa dan ditaruh di atas perutnya. mereka membebaskannya, tapi sekarang sedang malam. harus membangunkan Riley dulu. untuk itu, badut itu harus dibawa. Joy dan Sadness membangunkan badut itu. mereka ketakutan tapi terus berusaha keluar memancing badut itu ke rumah produksi mimpi. rencana mereka berhasil. badut itu membawa mimpi buruk yang kacau sampai membangunkan Riley.

Anger dan Disgus terbangun. Fear ketaukutan melihat mimpi buruk yang kacau itu. Anger menancapkan ide baru dalam pengendali. idenya adalah”kabur ke Minessota dan membuat memori inti baru di sana”. Riley mencari tahu jadwal pemberangkatan bis. untuk uangnya dia mencuri kartu kredit ibunya.

karena Riley mencuri, pulau kejujuran runtuh. reruntuhnannya menyambar rel kereta  pikiran, menghempaskan Joy dan teman-temannya ke bibir jurang. para petugas pikiran menyelamatkan mereka bertiga. kereta pikiraan jatuh ke dalam jurang penghapusan ingatan.

“apa yang terjadi?” tanya Joy.

“kau tak mendengarkan? Riley berusaha kabur.” jawab petugas pikiran.

reruntuhan Istana kejujuran masih bertambah menghancurkan sebagian sebuah rak ingatan jangka panjang memperlihatkan tabung “recall/ pengingatan ulang”. Joy ke sana diikuti teman-temannya. letaknya berdekatan dengan pulau keluarga. tapi pulau keluarga juga mulai runtuh. Joy menaiki tabung ingatan ulang. Sadness mau ikut tapi dia membuat ingatan inti jadi biru. Joy melarang Sadness ikut. dia harus pergi sendiri. malang, jurang runtuh memcah salurang ingatan ulang. Joy terjatuh. Bing Bong berusaha menyelamatkannya tapi tanah yang retak menyebar mengitari dirinya. mereka berdua jatuh ke jurang penghapusan ingatan.

Joy bersiap-siap kabur. Fear berusaha mencegah Anger tapi Anger bersikeras. Disgus apa boleh buat setuju dengan Anger. Riley keluar rumah tanpa emosi. Ayahnya memberikan salam tapi Riley tanpa suara. dia berjalan di jalan sepi yang muram.

di dasar Riley berusaha naik ke atas jurang beberapa kali tapi tak berhasil. Bing Bong menghentikannya. Joy putus asa. dia menangis. dia menemukan memori inti biru itu. dia sedih kenapa harus muncul kesedihan dalam memori inti Riley. Dia hanya ingin Riley bahagia. dia lalu melihat memori-memori lain seperti waktu Riley kecil mewarnai sambil menyanyi. lalu memori-memori yang lain. memori-memori inti yang lain selamat. dia lalu menemukan sebuah memori ketika Riley diangkat teman-temannya. Sadness mengatakan kalau dia suka memori itu. itu adalah memori ketika Prairie Dos, tim hokinya kalah. Riley sedih ingin keluar. Ayah dan Ibunya menghiburnya lalu teman-teman mendukung dan mengangkatnya. saat itu Joy sadar dia membutuhkan Sadness. Sadness dan dirinya bisa berbagi memori.

Joy berusaha mencari cara keluar. Bing Bong mengatakan kalau mereka sudah seperti di planet lain. Joy teringat sesuatu. dia menyanyikan,” siapa yang ingin kau ajak bermain?” Bing Bong tersadar. mereka menyanyikannya untuk mencari kereta roket Bing Bong. mereka lalu menaikinya dan menerbangkannya dengan cara menyanyi. tapi kedua kalinya mereka gagal. mereka coba lagi ketiga kalinya. di penerbangan ketiga Joy menyanyi lebih keras. Bing Bong melompat keluar dari kereta. Joy berhasil keluar dari jurang. dia melihat Bing Bong, tapi ternyata Bing Bong berada di dasar jurang, mulai pudar. Joy sedih, tapi terus berusaha.

ayah dan Ibu pulang. mereka memanggil Riley tapi tak ada balasan. mereka ke kamar tapi kamarnya kosong. mereka menghubungi Riley tapi Riley menuttupnya. panggilan kedua Riley menutupnya. dia mau naik bis. kemudian pengendali mati. tak ada yang bisa ditekan. Riley tak bisa merasakan papun lagi. Anger, Fear dan Disgus berusaha mengeluarkan ide dari pengendali tapi tak berhasil.

Joy mencari Sadness ke mana-mana. dari rak memori dia menemukan jejak Sadness berupa memori-memori biru. dia mencari Sadness di taman fantasi. dia menemukan Sadness menangis menaiki awan. Joy berusaha menangkap Sadness dan kembali. dia mencari pohon balon. dia kempeskan untuk meniup awan Sadness ke arah tertentu. dia mencetakpacar khayalan sebanyak 999999. dia wadahi semua dalam tas imajinasi. di ujung perbatasan memori jangka panjang, pulau keluarga masih berdiri  tapi jurang memishakn  keduanya. Joy menyuun pacar kyalannya sehingga dia berdiri bersusun di atas cocok-cocok itu. dia menunggu timing Sadness di jalur yang tepat. dia menguatkan tekad. sekarang.

“demi Riley!” seru cocok-cowok itu.

Joy jatuh ke trampolin. dia memantul lalu melesat menangkap Sadness. mereka menabrak kaca Pusat. ketiga emosi lain melihat mereka mau menolong. Joy mau jatuh tapi Sadness memegangi tasnya membuat di masih selamat. Anger melempar kaca dengan kursi tappi gagal. Disgus mendapatkan ide. dia membuat Anger marah besar sampai keluar api membara seperti gunung meletus. dia mengarahkan api itu ke kaca sehingga membuat lubang.  Sadness dan Joy berhasil masuk. mereka ke layar penglihatan. mereka sadar dalam masalah.

Joy berpikir. mungkin ini waktunya Sadness bertindak.Sadness? mereka terkejut tapi Joy meyakinkan Sadness. Sadness melepaskan ide kabur itu. Riley kehilangan ide itu segera tersadar. dia batal pergi, keluar dari bus. dia berlari pulang.  sekarang Sadness mengendalikan Riley. Riley pulang ke rumah. Ayah dan Ibunya menanyainya.

Joy memberikan memori inti ke Sadness ssupaya Riley ingat ingatan-ingatan ingatan intinya namun dalam suasana sedih. Riley mengingat semuanya. Sadness menyentuh papan pengendali  membuat semuanya biru. Riley menangis. dia mulai bicara. dia rindu rumah, Minessota, teman-teman lamanya, tim hokinya. dia harap ayah dan ibunya tak marah. Ayah dan Ibunya tak marah. mereka juga rindu Minessota. mereka lalu berpelukan. Sadness meminta Joy ke sebelahnya menyentuh pengendali. paengendalinya menjadi biru dan jingga. setelah kesedihan Riley merasakan kebahagiaan.

setahun kemudian. mereka datang ke stadium hoki untuk melihat Riley bertanding. ayah dan Ibunya memakai cat abu-abu cerah dan gelap. waktunya Riley bertanding. dia bertabrakan dengan seorang cowok keriting baju hitam.  Riley tak sengaja menjatuhkan botol minum cowok itu. Riley mengembalikannya tapi cowok itu mematung. dalam pikiran cowok itu segala emosi kacau dan panik. Riley lalu beranding dengan baik lagi. pulau-pulau kepribadian bertambah banyak. ada debat dengan sahabat, boy band, romansa tragis vampir dan lain-lain. pengendali mereka sudah diperbarui dengan tombol lebih banyak. ada tanda puberty, akses kata-kata makian dan lain-lain. Fear tak sengaja beberapa kali memencet tombol.

“banyak hal terjadi tapi kami akan selalu menyayangi Riley.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *