metode berpikir

metode berpikir adalah cara yang ditempuh akal dalam usaha menghasilkan pemikiran. sebelum membahas macam-macam metode berpikir perlu dibedakan antara metode berpikir dengan cara/ teknik berpikir. metode berpikir adalah satu cara yang ditempuh akal dalam berpikir. jumlahnya satu, tetap, tidak pernah berubah dan tidak bervariasi.cara berpikir adalah cara yang dituntut dalam pengkajian suatu objek baik material maupun non material. cara berpikir juga meliputi sarana untuk mencapai sesuatu. cara berpikir bisa bermacam-macam, berbeda-beda, berubah-ubah dan jumlahnya bisa banyak.

metode berpikir umumnya ada tiga:

1. metode rasional

2. metode ilmiah.

3. logika.


1. metode rasional.

metode rasional adalah metode berpikir berupa mencerap suatu fakta melalui panca indra kemudian disimpan di dalam otak lalu dihubungkan dengan informasi terdahulu. metode ini sama persis dengan definisi proses pemikiran.

metode rasional dapat digunakan pada objek material maupun non material. objek material berupa fisika, kimia, biologi. objek non material meliputi undang-undang, aqidah, hukum , pembicaraan, analisis sastra, analisis sosial, politik, budaya.

metode rasional dapat menghasilkan pemikiran baru dari penginderaan. dia juga dapat melahirkan kesadaran baru sehingga mengubah pandangan terhadap dunia, seseorang, agama, kelompok atau sesuatu hal.

jika metode rasional digunakan dengan benar, informasi-informasi yang digunakan benar maka dia akan menghasilkan kesimpulan yang benar. namun kesimpulan ini perlu dinilai terlebih dahulu.

jika metode rasional digunakan untuk menilai keberadaan sesuatu, maka hasilnya pasti karena ada akibat dan efek dari sesuatu itu. contohnya Tuhan itu pasti ada diketahui dari efek-Nya, yaitu segala ciptaan dan makhluk-makhluk-Nya beserta seluruh dunia. namun jika metode rasional digunakan untuk mengetahui sifat-sifat sesuatu maka hasilnya belum pasti/ relatif karena bergantung pada informasi-informasi yang dimiliki. informasi bisa saja salah.

meskipun hasil pemikiran mengenai sifat objek itu tidak pasti, dia dinilai benar jika tidak ditemukan kesalahannya. jika ditemukan kesalahannya baru dia dinilai salah dan diubah.

2. metode ilmiah

metode ilmiah adalah metode untuk mengetahui sifat suatu objek dengan melakukan percobaan atas objek tersebut. cara percobaan ini adalah dengan menempatkan suatu objek di laboratorium, di luar kondisi aslinya lalu melakukan sesuatu pada objek itu lalu mengamati hasilnya. dari hasil percobaan itu ditarik kesimpulan. metode ilmiah hanya dapat digunakan pada materi karena hanya materi yang dapat diperlakukan sebagai percobaan di laboratorium.

pada metode ilmiah juga berlaku relativitas kebenaran sama seperti metode rasional, yaitu hasil penelitian yang benar dianggap sebagai kebenaran sampai ditemukan penelitian lain yang menemukan kesalahannya. jika ditemukan kesalahannya hasil penelitian itu dianggap salah lalu diganti dengan hasil penelitian yang lain.

3. metode logika

logika sebenarnya bukan metode berpikir, tapi teknik berpikir. teknik berpikir logika adalah membangun pemikiran di atas pemikiran yang lain lalu menguji dengan penginderaan dan mencapai kesimpulan. contohnya: semua kayu dapat terbakar. papan tulis terbuat dari kayu. oleh karena itu papan tulis dapat terbakar.

dalam pembahasan logika semacam ini jika setiap premisnya benar maka kesimpulan akhirnya benar.tapi jika premisnya ada yang salah maka hasilnya bisa salah. dan setiap objek dari premis harus material/ indrawi. dengan cara begini teknik logika sebenarnya sama saja dengan metode rasional.

permasalahan dalam teknik logika adalah dia dapat mengandung kesalahan, kebohongan dan penipuan. premis-premis dalam logika tidak selalu bisa diketahui kebenarannya dengan mudah. premis-premis itu juga bisa mengandung informasi yang salah.hal ini menimbulkan kesimpulan yang salah. contohnya:

Al-qur’an adalah kalamullah. kalam Alloh itu bukan makhluk, jadi Al-qur’an itu abadi. atau logika yang lain Al-qur’an adalah kalamullah dalam bahasa arab. bahasa arab itu makhluk. jadi Al-qur’an itu makhluk sehingga dia bisa salah. jelas ini logika yang salah.

logika itu teknik berpikir yang tidak produktif, berbahaya dan merusak. logika secara alami maupun lewat dipelajari, tidak mengantarkan pada kesimpulan melalui penginderaan secara langsung tapi hanya berakhir pada penginderaan terhadap fakta.dengan jalan seperti ini logika hampir menjadi metode ketiga, namun karena hanya ada dua metode berpikir, maka lebih utama teknik logika ini dijauhi. sebaiknya logika tidak dipakai dalam cara berpikir apapun. sebaiknya kita kembali pada metode rasional saja yang sederhana dan jelas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *