apa yang seharusnya manusia ketahui terlebih dahulu?

Manusia adalah makhluk yang paling utama. Hal ini terbukti dengan kemampuan manusia menjelajahi bumi, menguasainya, membentuk peradaban, kebudayaan sampai mengubah kehidupan dan dunia. Hal ini disebabkan karena manusia memiliki akal. Dengan akalnya manusia mampu berpikir, membuat bahasa, ilmu pengetahuan, budaya dan teknologi canggih untuk memudahkan hidup mereka sehingga mereka bisa melakukan hal-hal hebat dan tak bisa dilakukan oleh makhluk hidup yang lain.

Karena akal yang membuat manusia utama dan hebat, sudah seharusnya manusia mengetahui tentang akal, definisi, hakikat dan cara kerja akal, lalu mengikuti metode berpikir yang benar serta kaidah-kaidah berpikir baru menemukan buah dari proses berpikir, yaitu beragam ilmu pengetahuan, budaya dan teknologi.

Ternyata sepanjang sejarah manusia, manusia lebih menaruh perhatian pada ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya yang merupakan buah dari akal daripada hakikat akal itu sendiri.contohnya pengetahuan astronomi, matematika, fisika, biologi, ekonomi, hukum, sosial, sastra. Makin akhir ilmu pengetahuan berkembang pesat hingga bercabang-cabang. Mereka sepakat pada asas lalu menemukan ilmu pengetahuan yang sangat banyak. Tapi sangat sedikit tulisan tentang akal dan pemikiran. Bahkan pendapat-pendapat mereka berbeda-beda, tidak sepakat dan tidak jelas apakah akal itu dan bagaimana berpikirnya.

Para peneliti ketika meneliti ilmu pengetahuan,mereka menemukan fakta  dan ilmu pengetahuan. Mereka mengumpulkan fakta-fakta dan fenomena lalu mencari hubungan dan pola untuk mencari tahu sebab, cara kerja dan hukum yang mengatur fakta itu sehingga menghasilkan fenomena tertentu. Hubungan, pola dan hubungan itu dinamakan teori ilmiah. Semakin banyak penelitian yang dilakukan, fakta dan teori yang ditemukan makin banyak. Mereka berusaha membangun teori di atas teori hingga mencapai teori tertinggi yang menjadi asas dan bisa menjelaskan segala sesuatu. Teori itu disebut teori segalanya. Filsafat dan sains masih berusaha mencari teori ini tapi belum ketemu-ketemu.

Selain itu semakin lama para manusia peneliti itu semakin menemukan begitu banyak ilmu pengetahuan, data, fakta dan teori. Makin banyak data dan output yang mereka miliki, mereka makin menyadari perlunya metode penelitian yang sahih. Gunanya untuk menilai dan memastikan metode penelitian agar hasil yang keluar itu benar. Metode penelitian ini juga menjadi metode berpikir mereka. Mereka menemukan metode-metode seperti matematika, statistika, logika deduksi, logika induksi, silogisme dan sebagainya. Para filosof menggali metode berpikir yang lebih mendasar lagi sehingga mereka terbagi dalam 2 kelompok:

Kelompok rasionalisme. Kelompok ini menyatakan akal adalah satu-satunya sumber pengetahuan yang paling benar. Orang-orang kelompok ini dinamakan rasionalis. Mereka menggunakan matematika dan logika sebagai alat berpikir. Contoh aliran ini adalah Descartes.

Kelompok empirisme. Kelompok ini menyatakan panca indra adalah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan yang paling benar. Pemikiran apapun kalau tidak ada faktanya berarti salah. Kelompok ini menolak pemikiran yang tidak bisa dijangkau panca indra. Kelompok ini juga memiliki nama lain, yaitu positivisme. Contoh tokoh kelompok ini adalah David Hume dan August Comte yang mendirikan ilmu sosiologi.

Metode ilmiah. Kelompok rasionalisme dan empirisme berdebat tanpa akhir hingga akhirnya dilerai oleh kelompok Metode ilmiah. Salah satu tokoh metode ilmiah adalah Immanuel kant. Dia mnyatakan dua kelompok itu benar dua-duanya, tapi tidak salah satunya. Jadi keduanya saling melengkapi. Tidak saling menyalahkan. Dari perpaduan keduanya lahir metode ilmiah, yaitu metode penelitian dan pemikiran berupa eksperimen di laboratorium.

Romantisme, yaitu kelompok yang meyakini perasaan adalah sumber ilmu pengetahuan yang benar adalah perasaan/ intuisi atau naluri. Mereka berdalih kadang firasat/ intuisi manusia bisa menunjukkan sesuatu yang benar jauh lebih cepat daripada akal walau kadang terlihat irasional. Dengan romantisme kebenaran jadi makin kabur. Metode berpikir ini jelas tidak menggunakan akal, tapi perasaan semata.

Penemuan di atas semua salah kalau digunakan hanya satu saja dan mengabaikan. Semua saling melengkapi.  Kemudian kesalahan lagi terjadi ketika orang-orang menggunakan metode di atas dengan melepaskan diri dari agama, penelitian ilmu pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan murni.

Satu kesalahan terjadi ketika orang barat yang tergila-gila dengan kebenaran metode ilmiah dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya mereka lalu menjadikan metode ilmiah sebagai asas berpikir dan metode berpikir serta mereka membangun pandangan hidup dari penemuan-penemuan ilmiah tersebut. Kesalahannya adalah metode ilmiah tidak bisa menguji hal-hal gaib. Kalau dia diikuti manusia menjadi atheis, tidak percaya Tuhan, akhirat, surga dan neraka. Manusia tak percaya adanya nyawa. Mereka menjadi materialisme. Lahir asas materialisme dibarengi teori evolusi darwin melahirkan ideologi komunisme.komunisme memandang manusia sama saja dengan mesin canggih yang hidup untuk materi. Orang-orang komunis hidup untuk negara, orang-orang kapitalis liberal hidup untuk kesenangan dan nafsu pribadi. Dua-duanya sama-sama mengejar kesenangan materi. Mereka hidup jadi hanya untuk materi, lalu saling bersaing, bermusuhan, saling berebut harta dan makanan hingga Thomas Hobbes mengatakan,”homo homini lupus”. Manusia adalah serigala buat yang lainnya. Ini karena pandangan hidup mereka sudah sama seperti hewan yang saling memangsa, saling membunuh dan mematikan. Karl marx mengatakan agama adalah candu. Freud mengatakan manusia hidup untuk memenuhi nafsu sex dan agama adalah fenomena sakit jiwa. Semua ini karena kesalahan cara pandang sebab mengingkari hal-hal gaib. Semua karena menjadikan metode ilmiah sebagai asas berpikir. Pandangan-pandangan mereka lalu diikuti orang-orang barat hingga lahir ideologi kapitalisme dan komunisme. Dua ideologi itu merusak manusia, menjajah umat manusia lain, menyebabakan kerusakan lingkungan alam. Semua itu bukti kesalahan mereka. Ideologi yang benar seharusnya membawa kebaikan dan kehidupan. Ideologi dimulai dari pandangan hidup yang berasal dari cara berpikir yang benar.

Akibat kesalahan kecil dalam cara berpikir ternyata bisa membawa kerusakan sedmikian besar pada seluruh alam, kehidupan dan manusia. Oleh karena itu agar seluruh ilmu pengetahuan menjadi benar, agar cara pandang menjadi benar, maka cara berpikir itu harus diperbaiki. Caranya dimulai dengan memahami hakikat akal dulu. Apa definisinya, bagaimana hakikatnya, bagaimana cara kerjanya baru dibuat metode berpikir yang benar. Dari situ nanti penelitian akan menghasilkan jawaban yang benar. Ilmu pengetahuan dan pandangan hidup yang benar hingga ideologi yang benar. Ideologi yang benar akan membawa seluruh umat manusia pada kebangkitan, kemajuan, kedamaian, kesejahteraan dan kelestarian bagi seluruh umat manusia, segenap kehidupan dan alam. Itulah jalan berpikir yang benar. Itulah jalan yang harus manusia tempuh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *