pengertian ilmu pengetahuan menurut sosiologi

ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, dapat selalu diperiksa dan ditelaah dengan kritis oleh siapapun oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. tujuan dari ilmu pengetahuan adalah lebih mengetahui dan mendalami segala segi kehidupan.

unsur-unsur ilmu pengetahuan adalah:

a. pengetahuan.

b. tersusun secara sistematis.

c. menggunakan pemikiran.

d. dapat dikontrol oleh orang lain/ umum (objektif).

yang dimaksud pengetahuan adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagai hasil dari penggunaan panca indranya yang berbeda dengan kepercayaan, takhayul atau penerangan-penerangan yang keliru. misalnya dalam masyarakat primitif sebelum melakukan perang, bekerja atau melakukan aktivitas tertentu ada ritual tertentu yang harus dilakukan. ketika ada masalah mereka minta tolong kepada dukun. dukun itu membaca mantra dan jampi-jampi tertentu untuk meminta bantuan kekuatan gaib. atau contoh pandangan rasisme yang menganggap ras kulit putih lebihbaik dan cerdas daripada kulit gelap. kepercayaan-kepercayaan ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya sehingga menimbulkan ketidakpastian, sedangkan pengetahuan bertujuan untuk mendapatkan kepastian serta menghilangkan prasangka akibat ketidakpastian tersebut.

adalah sangat penting diketahui bahwa pengetahuan berbeda dengan ide karena tidak semua ide adalah pengetahuan. pernah ada ide keadilan unversal, perdamaian dunia, kemerdekaan, kesetaraan, dunia tanpa perang namun tidak pernah diketahui sungguhan apakah ide itu benar. ada pula ide kebebasan akan membawa kesejahteraan bagi semua orang, tapi kenyataannya tidak terwujud. tidak semua ide memerlukan pembuktian kebenarannya atau kesalahannya karena ada ide yang benar-benar angan-angan dan fantasi manusia. meskipun begitu ide, imajinasi dan fantasi juga berharga bagi seorang ilmuwan untuk melaksanakan kegiatannya.

tidak semua pengetahuan merupakan ilmu pengetahuan. hanya ilmu pengetahuan yang tersusun secara sistematis saja yang termasuk ilmu pengetahuan. yang dimaksud sistematika adalah urut-urutan tertentu dari unsur-unsur yang merupakan suatu keutuhan dan kesatuan sehingga dengan adanya sistematika tersebut akan tergambar dengan jelas apa yang merupakan garis besar ilmu pengetahuan yang bersangkutan. sistem tadi adalah suatu konstruksi abstrak dan teratur sehingga menjadi keseluruhan yang terangkai. artinya setiap bagian dari keseluruhan dapat dihubungakn dengan bagian yang lain. abstrak artinya konstruksi itu hanya ada dalam pikiran dan tidak dapat dilihat, didengar atau dipegang. sistem dalam ilmu pengetahuan harus bersifat dinamis, artinya sistem tersebut harus menggunakan cara-cara yang selalu disesuaikan dengan taraf perkembangan ilmu pengetahuan pada suatu saat.

pada hakikatnya ilmu pengetahuan timbul karena adanya hasrat ingin tahu dalam diri manusia. hasrat ingin tahu tadi timbul oleh karena banyak sekali aspek-aspek kehidupan yang masih gelap bagi manusia dan manusia ingin mengetahui kebenaran dari kegelapan tersebut. setelah manusia memperoleh pengetahuan tentang sesuatu, maka kepuasannya tadi segera disusul oleh kecenderungan tersebut. manusia dapat memperoleh pengetahuan dengan berbagai cara sebagai berikut:

a. penemuan secara kebetulan. artinya adalah penemuan tanpa rencana dan perhitungan terlebih dahulu. penemuan semacam ini walaupun kadang-kadang bermanfaat tidak dapat dipakai dalam cara kerja yang ilmiah karena sifatnya yang tidak pasti atau kurang mendekati kepastian. dengan demikian penemuan seperti ini tidak dapat diperhitungkan secara berencana dan tidak selalu memberikan gambaran yang sesungguhnya.

b. hal untung-untungan. artinya adalah penemuan melalui percobaan-percobaan dan kesalahan-kesalahan. perbedaan dengan penemuan kebetulan adalah pada metode ini manusia lebih bersikap aktif mengadakan percobaan-percobaan walaupun tidak ada pengetahuan yang pasti tentang hasil-hasilnya. biasanya jika percobaan pertama gagal, diadakan percobaan-percobaan berikutnya dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada percobaan-percobaan terdahulu.

c. kewibawaan, yaitu berdasarkan penghormatan terhadap pendapat atau penemuan yang dihasilkan oleh seseorang atau lembaga tertentu yang dianggap memiliki kewibawaan atau wewenang. dalam hal ini mungkin tidak diusahakan untuk menguji kebenaran pendapat atau penemuan tersebut yang lazimnya tidak didasarkan pada suatu penelitian atau penyelidikan yang mendalam. mempercayai pendapat atau penemuan tersebut tidaklah merupakan suatu kesalahan, tetapi kemungkinan-kemungkinan adanya kesalahan selalu ada apabila tidak benar-benar ditelaah secara mendalam.

d. usaha-usaha spekulatif walaupun agak teratur. artinya dari sekian banyak kemungkinan dipilihkan salah satu kemungkinan walaupun pilihan tersebut tidaklah didasarkan pada keyakinan apakah pilihan tersebut merupakan cara yang paling tepat.

e. pengalaman, artinya berdasarkan pikiran kritis. akan tetapi pengalaman belum tentu teratur dan bertujuan. mungkin pengakaman tersebut hanya untuk dicatat saja.

f. penelitian ilmiah, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala dengan jalan analisis dan pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta masalah yang disoroti untuk kemudian mengusahakan pemecahannya.

penelitian ilmiah dilakukan oleh manusia untuk mengalurkan hasrat ingin tahu yang telah mencapai taraf keilmuan, yang disertai keyakinan bahwa setiap gejala dapat ditelaah dan dicari sebab akibatnya. suatu penelitian dimulai apabila seseorang berusaha untuk memecahkan suatu masalah secara sistematis dengan metode-metode tertentu yaitu metode ilmiah untuk menemukan kebenaran. dengan demikian penelitian pada hakikatnya merupakan suatu bagian pokok dari ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk lebih mengetahui dan mendalami segala segi kehidupan. betapa besar manfaat dan kegunaan penelitian, sulit untuk disangkal karena dengan penelitian itulah manusia mencari kebenaran hidup ini yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial-budaya, lingkungan hukum dan lingkungan alam. dengan demikian penelitian merupakan alat utama yang dipergunakan manusia untuk memperkuat, membina serta mengembangkan ilmu pengetahuan.

ilmu pengetahuan berkembang pada taraf tinggi jika sampai pada:

a. metode percobaan dan kesalahan.

b. mempelajari atau mempergunakan efek dari metode pertama terhadap situasi yang biasa dihadapi.

c. persepsi dan investigasi visual terhadap alternatif aksi potensial.

d. mempelajari dengan pengamatan, didasarkan pada pengamatan terhadap usaha dan hasil aksi pihak lain.

e. imitasi, pengamatan dan peniruan terhadap perilaku pihak-pihak lain.

f. instruksi verbal dan penerimaan informasi verbal dari pihak-pihak lain.

g. pemikiran dan konfrontasi simbolis dari perilaku potensial dengan model realitas yang diadposi.

h. pengambilan keputusan secara kolektif atas dasar pengamatan terhadap kenyataan yang dilakukan oleh orang banyak dalam kondisi-kondisi yang sama.

yang dimaksud dengan pemikiran adalah pemikiran dengan menggunakan otak. apakah arti semua itu? apabila pembicaraan dikembalikan pada pengetahuan maka ternyata bahwa pengetahuan tersebut diperoleh melalui kenyataan (fakta) dengan melihat dan mendengar sendiri, serta melalui alat-alat komunikasi seperti surat kabar, radio, televisi dan lain-lain. hal demikian diterima dengan panca indra untuk kemudian diterima otak dan diolah oleh otak. misalnya diperoleh pengetahuan sebagai akibat pengaruh dari hubungan dengan orang tua, kakak-adik, tetangga, kawan-kawan sekolah dan lain-lain. apabila pengaruh atau pengalaman-pengalaman tadi disusun secara sistematis oleh otak maka hasilnya adalah ilmu pengetahuan. penyusunan secara sistematis tadi dilakukan oleh pemikiran, bukan oleh perasaan. semua pengetahuan dan pengalaman tersebut harus dipikirkan dahulu sedalam-dalamnya, tidak boleh hanya diterima atau dirasakan belaka. setiap orang harus bertanya mengapa demikian, bagaimana persoalannya, apa akibatnya dan seterusnya. dengan mengetahui bagian-bagiannya, sifat-sifatnya dan unsur-unsur pengetahuan yang disusun secara sistematis barulah seseorang berilmu pengetahuan.

selanjutnya ilmu pengetahuan tersebut harus dapat dikemukakan, harus diketahui umum sehingga dapat diperiksa dan ditelaah oleh umum yang mungkin berbeda pemahamannya dengan ilmu pengetahuan yang dikemukakan oleh si penemu. jadi dalam ilmu pengetahuan tidak seyogyanya orang menyembunyikan segala sesuatunya. seorang ilmuwan harus selalu menjelaskan segala pengetahuannya dengan jujur. rahasia-rahasia dalam perbuatan-perbuatannya tidak boleh disembunyikan. adakalanya dijumpai bahwa hasil-hasil ilmu pengetahuan dirahasiakan bukan karena kemauan ilmuwan tapi demi kepentingan negara atau pemerintahannya.

oleh karena pada umumnya ilmu pengetahuan dapat ditelaah oleh umum, ilmu pengetahuan selalu berkembang. kalau ilmu pengetahuan yang netral tersebut sudah diterima oleh umum maka ilmu pengetahuan tadi harus ditujukan pada sasaran tertentu, misalnya masyarakat manusia, gejala-gejala alam, perwujudan-perwujudan rohaniah dan seterusnya.

apakah manfaat menuntut ilmu?

manusia belajar menuntut ilmu pengetahuan agar manusia lebih mengetahui dan mendalami segala segi kehidupan ini. oleh karena itu manusia harus dapat memprediksikan apa yang akan terjadi kelak di kemudian hari. prediksi adalah suatu kemampuan untuk menetapkan kecenderungan-kecenderungan dan kemungkinan-kemungkinan di masa depan. kiranya jelas betapa luasnya ilmu pengetahuan itu. oleh sebab itu dan karena perbedaan penelitian dan lapangan kerja, maka ilmu pengetahuan dipisah-pisahkan dalam kelompok-kelompok.

menurut objeknya secara umum dikenal empat kelompok ilmu pengetahuan, yaitu:

1. ilmu matematika.

2. ilmu alam, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala alam baik yang hidup maupun yang mati.

3. ilmu perilaku. ilmu perilaku ada yang mempelajari perilaku hewan dan ada yang mempelajari perilaku manusia. ilmu yang mempelajari perilaku manusia disebut ilmu sosial yang menyoroti bidang-bidang aktivitas manusia di dalam masyarakat.

4. ilmu rohaniah atau agama, yang merupakan kelompok ilmu pengetahuan yang mempelajari perwujudan spiritual kehidupan bersama manusia.

menurut sifatnya ilmu pengetahuan dibagi menjadi dua:

1. ilmu eksak/ pasti. ilmu matematika dan ilmu alam umumnya termasuk ilmu ini.

2. ilmu relatif/ non eksak/ tidak pasti. ilmu ini mencakup ilmu perilaku, ilmu sosial dan agama.

menurut penerapannya, ilmu pengetahuan dibagi menjadi:

1. ilmu murni. ilmu murni bertujuan membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak. dengan kata lain untuk mempertinggi mutu/ kualitasnya. contohnya: ilmu matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi.

2. ilmu terapan. ilmu terapan bertujuan mempergunakan dan menerapkan ilmu pengetahuan di dalam masyarakat untuk membantu mesyarakat menghadapi masalah-masalah yang mereka miliki. contohnya: teknik otomotif, elektronika, kedokteran, medis, farmasi, bisnis.

menurut cara berpikirnya, ilmu pengetahuan dibagi menjadi:

1. ilmu teoritis rasional. ilmu ini pada umumnya menggunakan cara berpikir deduktif dengan logika silogisme. contohnya ilmu hukum.

2. ilmu teoritis empiris. ilmu ini menggunakan cara berpikir deduktif induktif atau induktif. contohnya ilmu sosiologi.

ilmu empiris praktis. ilmu ini berupa ilmu praktis yang banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari. misalnya mengurus rumah tangga, otomotif, perbaikan kendaraan, teknik-teknik cara menggunakan, perawatan dan perbaikan mesin dan lain-lain. peraturan ibadah agama juga termasuk cara ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *