dunia yang sederhana

 

aku memandang dunia dalam kacamata orang awam, filosofis, teoritis dan sederhana. aku memandang alam semesta, kehidupan dan manusia sebagai sesuatu yang sederhana. aku memandang masih ada kebenaran di alam semesta dan aku tetap berkeyakinan bahwa kebenaran itu satu dan sederhana. oleh karena itu aku pun ingin menjalani hidup dengan sederhana.

 

karena keyakinan kepada kesederhanaan itulah aku mempelajari filsafat, agama dan ilmu-ilmu pengetahuan. aku suka ilmu alam, ilmu agama dan sosial, teutama dari segi teorinya. teori itu sendiri menurutku adalah pernyataan yang menjelaskan hubungan antara beberapa variabel atau fenomena tertentu. ada yang variabel bebas dan ada yang variabel terikat. ada faktor penyebab dan ada faktor akibat. ilmu pengetahuan berusaha membuat teori-teori tentang alam, kehidupan dan manusia untuk menjelaskan penyebab, proses, akhir dan tujuan dari fenomena-fenomena alam, kehidupan dan manusia. dia pun berusaha memahami alam semesta dari hukumnya, awalnya, prosesnya, akhirnya dan tujuannya, tapi teori-teori itu memiliki kelemahan karena keterbatasan akal manusia, data, tenaga, waktu, pikiran, dana, sarana dan sebagainya. sebuah teori hanya bisa bekerja pada sisitem yang sederhana. sistem yang sederhana adalah sistem yang tertutup. dia tidak terhubung dengan sistem dari luar dan tidak saling berinteraksi. ini yang membuat teori itu stabil. karena dia terisolasi. jika dia terkontaminasi faktor-faktor eksternal dia bisa rusak dan hitungannya menjadi kacau.

selain itu teori bisa sederhana karena dia berpijak pada asumsi. dia pun awalnya henya berupa hipotesis yang dibuktikan dengan percobaan ilmiah. hipotesisnya hanya berupa jika terjadi peristiwa A maka akan terjadi peristiwa B. jika tidak maka teori gagal.

teori memang lemah dan terbatas. banyak teori yang tidak sesuai kenyataan. ini yang jadi celaan bagi ortang-orang praktisi terhadap orang-orang akademisi, teoritis dan ilmiah. kenyataan tidak semudah di atas kertas, rencana, harapan atau angan-angan. meskipun begitu tidak berarti teori-teori ilmu pengetahuan, kehidupan dan manusia salah semua. itu tidak benar. kalau teori itu semua salah, maka ilmu pengetahuan, teknologi, struktur sosial, sistem politik, hukum dan segala pola kehidupan manusia akan hancur. akan muncul anarkisme, liberalisme, kriminalitas dan kekacauan besar. oleh karena itu teori-teori ilmu pengetahuan itu tidak sempurna tapi tidak salah total. tingkat kebenarannya sekitar 90%, mendekati nilai kebenaran statistik.

kembali ke masalahku, dari teori-teori yang sederhana itu aku suka mempelajari ilmu-ilmu alam, agama, filsafat dan sosial tapi yang teoritis, bukan yang praktis dan teknis. aku suka agama islam, bahasa, linguistik, matematika, fisika, kimia, ekonomi, sosiologi dan politik. yang pertama ilmu alam sederhana seperti matematika dan fisika. aku suka matematika karena matematika itu sederhana (kata orang-orang rumit ya?). dalam matematika kita hanya perlu paham sedikit rumus, bisa mengotak-atiknya maka kita akan bisa mengerjakan soal-soal yang banyak. makanya matematika itu rumusnya sedikit, soalnya sedikit, jawabannya sedikit, cuma prosesnya yang panjang. fisika dan kimia hampir sama. cuma ilmu-ilmu sosial yang teorinya panjang. soal dan jawabannya panjang. nulis jawaban aja bisa kayak bikin makalah.

aku suka ilmu bahasa dan linguistik agar bisa menggunakan kata-kata yang tepat, tidak menyakiti, menggunakan diksi yang tepat, memahami perkataan orang, lancar bicara, berkomunikasi dan sebagainya. dengan bahasa kita pun bisa tahu asal-usul suatu kata, mencari arti,asal-usul dan makna sebenarnya. sebab ada sebagian ungkapan, kata-kata dan istilah yang ternyata arti yang sebenarnya berbeda dari anggapan/ opini masyarakat. contoh: takdir, fitnah, ideologi, makna islam rahmatan lil alamin, tulus, ikhlas, sabar, pasrah, marah dan sebagainya. pengetahuan bahasa ini juga berguna untuk memperkirakan arti awal/ sementara dari bahasa asing. contohnya within, revelation, kingdom, liberalism, secularism, democracy, communism, laisez fairez, dsb.

tak hanya itu. aku pun suka ilmu-ilmu sosial. aku mempelajari ekonomi untuk mengetahui makna bekerja, kebutuhan hidup, cara-cara untuk bekerja, tujuan, kelebihan dan kekurangan. aku mempelajari sosiologi agar memahami struktur masyarakat, kebudayaan dan dinamikanya. jika kita memahami dasarnya dan metodenya, maka kita akan bisa memhami dinamika-dinamika yang terjadi di masyarakat. harapannya kita bisa tahu asal mula, proses, akibat dan tujuan fenomena-fenomena sosial. kalau baik kita bisa mengikuti. kalau buruk kita bisa menghindari. politik hampir sama. bedanya dia mengurusi pemerintahan. aku mempelajarinya agar mampu memahami apa yang terjadi pada dunia saat ini, serta agar aku bisa memahami saat membaca informasi di media massa politik. biar tahulah, nggak kuper-kuper amat.

bersumber dari teori-teori ilmu pengetahuan di atas aku membangun pandangan hidup, wawasan, tujuan dan jalan hidupku. dari ilmu pengetahuan pun aku membangun standar diri, perilaku, kehidupan dan interaksiku dengan orang lain. dengan begini aku berharap aku akan bisa menjalani hidup dengan benar, baik dan indah agar aku bisa hidup selamat di dunia, sukses, tenang dan mencapai kebahagiaan. saat mencapai kebahagiaan itulah makna kehidupan tercapai. dengan mengikuti kebenaran aku berharap akan mencapai kebahagiaan. dengan itulah hidup kita bermakna dan berarti dan tak kita sesali saat kita tinggalkan nanti.🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *