preman tobat

dulu aku pernah menemukan sebuah kata mutiara:

daripada mencari wanita yang terbaik jadilah pria yang terbaik, maka wanita yang terbaik akan datang padamu”

dari kata mutiara itu aku berusaha memperbaiki diri. aku harus menjadi pria yang terbaik. aku harus rajin bekerja dan mengumpulkan penghasilan yang banyak. aku harus belajar banyak ilmu pengetahuan. aku harus belajar banyak tata krama, sopan santuan, bagaimana bergaul dengan wanita, bagaimana menjadi dewasa dll. lalu aku harus belajar ilmu agama.

aku sekarang memposisikan diriku sebagai orang awam tentang Islam. aku harus belajar. aku harus mengaji. mengajinya dari awal. istilahnya aku adalah preman tobat seperti kisah-kisah klasik itu:

seorang preman jatuh cinta kepada seorang muslimah. agar diterima oleh si muslimah si preman harus tobat dan menjadi pria soleh untuk menjadi pemimpin di muslimah. maka si preman banyak mengaji.

aku menjalani hal yang sama, tapi sialnya aku berada di sebuah jamaah dakwah yang ekstrim. mereka tidak mengajariku islam dasar tapi malah mengajarkan aqidah dan politik Islam yang sangat antimaisntream. totally different. mereka memberikan aturan yang ketat lalu banyak ancaman dan beban yang diberikan. aku jadi stress di dalam mereka. aku harus dakwah, banyak amal nafilah, harus banyak belajar, membaca banyak media politik. mereka banyak mencela politik negara ini. bagiku mereka bagaikan penyebar mimpi buruk dan kabar negatif.

harapanku tak terwujud. cintaku tak tergapai. semua tak menjadi kenyataan. apa sebaiknya aku tinggalkan saja mereka?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *