potong postingnya

Sudah beberapa kali pertemuan, Pak Irwan ingin melihat hasil karya putrinya tersebut. Beliau membuka halaman blog winterwing untuk melihat tulisan-tulisan tersebut. Betapa terkejutnya beliau melihat blog itu.
“Aduh, lupa! Kenapa jadi kayak gini?”
“Wika!” panggil Pak Irwan.
“ya, Ayah?” cewek itu datang baju hijau lengan panjang.
“kok tulisan kamu jadi panjang-panjang sekali gini?” Tanya pak Irwan.

“aku emang kalau sudah dapat inspirasi bisa nulis panjang, yah. Cerpen gak ada yang bener-bener pendek. Kebanyakan panjang.” Jawab Wika.
“maksud ayah kenapa gak dipotong?”
“dipotong? Maksudnya?” Tanya Wika gak ngerti.
“maksudnya Cuma ditampilin sebagian di depan sisanya di belakang. Sama kayak kamu baca di facebook kan tulisannya Cuma sebagian yang kelihatan di beranda. Yang lain di halaman asli kan?”
“emang bisa kayak gitu?”
“bisalah.” Sahut Pak Irwan cepat.”udah bawa sini notebook kamu!”
“ayah kan punya notebook sendiri. Tuh!”
“pake punya kamu aja. Ini blog kamu biar kamu bisa sendiri juga.”
Wika nurut aja. Dia bawain notebooknya. Batal deh nonton anime-nya. Tak butuh waktu lama notebook Wika sudah di ruang keluarga. Blog winterwing sudah terlihat di sana.
“sekarang kamu login.” Kata Pak Irwan. Wika mengklik “log masuk”, mengisi username dan password. Enter.
“sekarang kita akan mengedit semua posting kamu.”
“semua?”
“iya. Semua.”
Wika membayangkan 23 posting yang sudah ia buat. Biarpun awalnya banyak yang copas tapi sebanyak itu bakalan makan banyak waktu.
“itu bakalan lama banget.”
“nggak kok. Kita Cuma bakalan pasang tanda read more biar blog kamu kelihatan ringkas dan bagus. Jadi nggak membebani layar dan pembaca.”
“ya udah. Ayah tunjukin caranya dulu ya? Aku tak nyonto.”
“iya.”
Pak Irwan mengarahkan pointer ke menu “tulisan” di bilah kiri. Di sana muncul menu “semua tulisan”, “tambah baru”, “kategori”, dan “tag”. Beliau mengklik “semua tulisan”. Semua tulisan yang pernah mereka bikin tampil dalam daftar menurun dari yang terbaru sampai yang terlama.
“ini semua tulisan yang pernah kita buat. Kita edit satu persatu. Caranya arahkan pointer ke posting yang akan diedit. Di bawah judulnya akan muncul menu “sunting”. Klik menu sunting itu.” Beliau mengkliknya.
Halaman posting terbuka dengan isi tulisan yang diedit.
“sekarang cara memotongnya taruh pointer di tempat yang akan dipotong. Misalnya kita ingin hanya satu paragraph yang akan terlihat di halaman utama yang lain di belakang. Jadi kita klik di akhir paragraph pertama. Terus klik tombol ini. Tombol readmore.”
Sekali klik muncul tanda garis putus-putus di antara paragraph pertama dan kedua. Pak Irwan lalu menekan tombol “perbarui” di sebelah kanan.
“sekarang postingannya sudah dipotong.”
“mana? Gak ada bedanya gitu?”
“lihatnya di halaman utama dong.”
Pak Irwan membuka tab baru dan mengetik winterwing.wordpress.com. blog itu terbuka dengan posting-posting yang sama.
“nah, sekarang kelihatan bedanya?” Tanya Pak Irwan.
Wika menelitinya. Benar. Sekarang jadi lebih singkat. Postingan yang diedit Cuma paragraph pertama yang kelihatan.
“yang lain ke mana, Yah?” Tanya Wika.
“coba klik itu. “baca lebih banyak”.” Tunjuk Pak Irwan.
Wika mengkliknya. Tulisan itu sekarang tampil utuh dalam satu halaman yang khusus berisi halaman posting itu.
“halaman ini namanya halaman posting. Dia khusus berisi satu posting saja. Tulisan utuh kamu kelihatan di sini. Kalau halaman utama hanya sebagian. Gimana menurut kamu?” Tanya pak Irwan.
“kalo kayak gini sih jadi lebih singkat. Kayak koran atau yahoo. Kalo ingin baca lebih banyak harus klik. Lebih praktis gini deh yah. Gak perlu baca banyak-banyak dan gulung banyak-banyak. Kalo banyak-banyak jadi capek.” Komentar Wika.
“nah, makanya itu tombol readmore dibuat.” Sahut Pak Irwan.
“oke, kalo gitu aku singkat semua aja deh biar kelihatan bagus dan enak dibaca.”
“sip.”
Kali ini giliran Wika yang turun tangan. Pak Irwan waktunya mengurusi yang lain. Wika kembali ke halaman posting. Di sebelah kiri panel konten posting menu umum masih ada. Salah satunya “tulisan” termasuk“semua tulisan”. Ke sana Wika memulai langkah pertamanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *