proses mualaf menjadi muslim

ini bukan kisah tentang seorang non muslim yang berinteraksi dengan umat islam sehingga mereka menjadi masuk islam. Tulisan ini tidak menceritakan kehidupan mereka dalam menghadapi tentangan dari keluarga dan teman-teman mereka. Ini adalah proses yang dilalui oleh sebagian besar mualaf bagaimana mereka masuk islam. Tujuannya bagaimana mereka menjadi muslim yang lebih kuat daripada orang islam sendiri yang lahir di lingkungan islam dan dibesarkan oleh budaya muslim sendiri. Harapannya agar umat islam belajar dari kisah mereka.

Pada mulanya adalah pertemuan. Ada berbagai macam cara seorang non muslim bertemu dengan islam. Beberapa di antaranya:

  1. Mereka bertemu dengan orang-orang islam di lingkungan mereka.
  2. Mereka bekerja atau sekolah lalu berhubungan dengan orang-orang islam.
  3. Mereka menemukan ketidakpuasan dalam agama mereka lalu meneliti agama-agama hingga bertemu dengan agama islam.
  4. Mereka mendapat berita-berita tentang islam di media massa. Sayangnya kebanyakan media barat memberitakan islam secara buruk.
  5. Mereka mendapat mimpi bertemu atau berhubungan dengan islam.

Ada berbagai macam cara lain lagi. Banyak orang non muslim yang memiliki factor-faktor di atas tapi kebanyakan tidak tersentuh atau terusik secara positif. Justru banyak yang mengambil sikap negative. Hanya sedikit yang bersikap positif. Nah, orang-orang yang sedikit ini yang akan kita bahas. Merekalah calon-calon mualaf dan muslim. Kita sebut mereka peneliti islam.

Beberapa orang yang berpikiran terbuka, positif dan objektif ketika mendapat berita negative tentang islam mereka tidak begitu saja terpengaruh media yang negative. Mereka ingin membuktikan sendiri memeriksa dari sumbernya. Jadi mereka mempelajari islam. Sumber ajaran agama islam adalah Al-quran. Kitab suci ini ditulis dalam bahasa arab dari dulu sampai sekarang tak pernah berubah. Cuma untuk orang non arab kalau tidak menguasai bahasa arab mereka bisa membaca dari terjemahannya.

Dari situ saja orang akan menemukan keindahan bahasa arab dan ajaran agama islam. Islam mengajarkan kedamaian, mengatur masyarakat, perilaku dan sebagainya. Islam menerangkan fenomena-fenomena alam. Kalau belum jelas peneliti islam bisa bertanya kepada ulama islam. Mereka biasanya terdapat di komunitas-komunitas islam baik di Negara-negara barat maupun asia atau yang lain. Ketika bertanya itulah muncul dialog dan pemikiran.

dalam dialog itu si peneliti akan berusaha berpikir. Ia akan mengkaji ajaran-ajaran agama islam. Dia akan menilai apakah agama islam itu masuk akal. Lalu dia akan mencari bukti-buktinya. Dia juga akan mencari tahu penjelasan mengapa ajaran agama islam seperti itu. Dia juga akan mempertimbangkan apakah agama islam itu memuaskan hatinya. Apakah agama islam itu membawa ketenangan dan kebahagiaan?

Ketika dia menemukan bahwa ajaran agama islam itu sesuai dengan akal dengan kata lain masuk akal atau logis, maka dia akan yakin agama islam itu agama yang paling benar. Islam adalah kebenaran itu, kebenaran yang ia cari-cari selama ini. Kebenaran yang dirindukan umat manusia selama ribuan tahun tapi tidak mereka sadari.

Ketika ia menyadari kebenaran agama islam, berarti ia telah menerima agama islam seluruhnya tanpa keraguan sedikitpun dan tanpa keterpaksaan juga. Dalam hal ini ia dikatakan telah beriman. Imannya akan kuat sebab didukung oleh bukti-bukti, dalil dan sesuai dengan fakta yang ada. Ketika ia meyakini islam itu benar berarti ia telah membenarkan islam secara mutlak. Itulah iman.

Saat peneliti islam itu menyadari islam sebagai kebenaran, otomatis hatinya akan tergerak untuk masuk islam mengikuti kebenaran itu. Saat itu dia dapat bersyahadat di hadapan ulama dan beberapa saksi. Syahadat adalah rukun islam yang pertama dan kesaksian seseorang bahwa ia telah masuk islam. Agar sesuai dengan administrasi Negara maka syahadat itu diumumkan. Peneliti itu telah menjadi muslim. Setelah syahadat muslim baru itu mandi sebagai tanda masuk islam.

Setiap pilihan memiliki konsekuensi. Dalam setiap keyakinan ada seperangkat hokum di dalamnya. Begitu juga agama islam. Oleh karena itu iman lebih lanjut bermakna pembenaran/ keyakinan dalam hati (iman), pengakuan lewat lisan (syahadat) dan dibuktikan melalui perbuatan anggota tubuh. Perbuatan ini adalah ketaatan dan beribadah kepada Alloh. Orang dikatakan beriman sungguh-sungguh jika masuk islam dan bertaqwa beribadah kepada Alloh.

Saudara muslim baru itu sekarang statusnya mukallaf. Dia mendapat kewajiban melaksanakan hukum-hukum islam. Untuk itu ia harus mempelajarinya. Ia harus banyak mengaji agar dapat menjalankan ibadah dan kewajiban beribadah dengan benar. Untuk itu ulama yang mengislamkannya dan komunitas itu wajib membantunya. Setiap muslim adalah bersaudara dan Alloh memerintahkan saling menolong dalam kebaikan.

Setelah menjadi muslim, kehidupan peneliti islam itu akan berubah. Dia akan menyadari tujuan hidup yang sebenarnya itu bukan harta dunia ini tapi surga di akhirat. Dia akan menyadari adanya aturan-aturan agama islam yang tidak boleh dilanggar dan ada perintah-perintah yang harus dilaksanakan. Tapi yang lebih penting semua aturan itu baik dan diberikan Alloh demi kebaikan manusia. Dengan begitu ia akan bersyukur dan ridha dalam menjalankannya. Imannya yang dibentuk dari pemikiran yang logis akan lebih kuat daripada orang yang islam hanya karena orang tua, budaya, pacar, teman atau mimpi sekalipun.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *