aqidah yang benar

kalau manusia memperhatikan dunia ia akan menemukan sangat banyak pandangan hidup/ aqidah di dunia ini. aqidah-aqidah itu ada yang dari agama (islam, kristen, katolik, hindu, buddha, yahudi, shinto dll), filsafat (sekulerisme, materialisme, eksistensialisme, atheisme, liberalisme, individualisme, hedonisme) hingga sukuisme dan nasionalisme setiap negara-negara yang masing-masing berbeda. kenyatannya pemikiran dan pandangan hidup/ aqidah itu bermacam-macam tapi hanya satu yang benar.

aqidah yang benar adalah aqidah yang memenuhi dua syarat:

memuaskan akal atau masuk akal. aqidah yang tidak masuk akal berarti aqidah itu tidak benar. aqidah yang tidak benar berarti agama dan ideologinya tidak benar pula.

menenangkan hati.

dua syarat ini dapat digunakan untuk menilai agama mana yang benar, mana yang salah, mana pandangan hidup, nilai, filsafat atau ideologi yang benar.

pertama, memuaskan akal, berarti aqidah itu memiliki penjelasan yang masuk akal sehingga dapat diterima dan dipahami oleh orang yang menganutnya. aqidah itu pun dapat diimani sehinga orang mengikuti aqidah agama dan ideologi tertentu tersebut.

kedua menenangkan hati. artinya aqidah itu memenuhi kebutuhan hati dan fitrah manusia. aqidah itu tidak mengekang fitrah yang satu dan mengumbar yang lain, tapi mengatur semuanya secara seimbang.

dalam kehidupannya manusia memiliki tiga fitrah/ naluri dasar:

naluri beragama, yaitu naluri manusia untuk menyembah atau menyucikan sesuatu. sesuatu itu yang dia sembah, tempat dia berdoa dan minta tolong. sesuatu yang agung itu pula yang memberi pertolongan dan bantuan dalam hidup. sesuatu itu pula yang memberikan jalan menjalani hidup. agama-agama memberikan itu tapi sekulerisme, materialisme dan atheisme mengekang fitrah itu sehingga manusia tidak memiliki tempat berdoa. dari ssitu aqidah sekulerisme, atheisme dan materialisme bertentangan dengan fitrah manusia.

naluri mempertahankan diri, yaitu naluri manusia untuk mempertahankan diri. manusia memiliki ego, ingin melindungi diri, memiliki harta dan sebagainya. hal ini dilakukan untuk mempertahankan dirinya. dari sini sistem ekonomi sosialisme bertentangan dengan naluri karena menghapus hak kepemilikan individu. setiap manusia berhak memiliki sesuatu, bukan segalanya dimiliki oleh negara.

naluri melestarikan jenis, yaitu melanjutkan keturunan, jatuh cinta, menikah dan lain-lain. dari naluri ini diketahui ajaran buddha, dan pastur yang melarang pendeta menikah bertentangan dengan fitrah manusia. maka aqidah tersebut tidak benar.

aqidah yang benar itu memiliki sifat:

universal. artinya dia berlaku pada setiap tempat di seluruh dunia. sebab aqidah adalah pandangan hidup yang global. dari kaidah ini maka sukuisme dan nasionalisme termasuk rasisme bukan aqidah yang benar sebab hanya berlaku pada sebagian masyarakat dan tempat di dunia.

abadi, artinya berlaku sepanjang zaman. aqidah itu tidak berubah oleh perkembangan zaman atau perubahan apapun. dari sini kebudayaan-kebudayaan lokal tidak dapat dijadikan aqidah yang benar sebab saat ini kebudayaan-kebudayaan lokal hampir kalah menghadapi modernisasi dan globalisasi.

kebenaran, aqidah yang benar memiliki penejlasan dan penalaran yang memuaskan terhadap seluruh fakta di dunia. dia dapat menjawab segala pertanyaan dengan memuaskan.

kebaikan. aqidah yang benar mengajarkan kebaikan dan membawa akibat kebaikan, tidak mengobarkan perang, kejahatan, perang, penderitaan.

kesejahteraan. aqidah yang benar membawa kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, tidak hanya sebagian masyarakat lalu menindas dan menjajah masyarakat dunia yang lain, apalagi tirani minoritas terhadap masyoritas umat manusia.

itulah kriteria aqidah yang benar. aqidah itu harus dicari dan kewajiban manusia untuk mencarinya sampai menemukannya lalu mengikutinya. di dunia ini pasti ada aqidah yang benar. di dunia ini pasti masi ada kebenaran. jika tidak ada tidak berartilah seluruh dunia ini. dan itu tidak mungkin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *