definisi akal dan pemikiran

Definisi akal adalah sesuatu zat yang membuat manusia mampu berpikir. Zat ini gaib dan tak bisa ditangkap panca indra. Ia bukan materi tapi bisa dirasakan adanya dari pengaruhnya yaitu kemampuan manusia dalam berpikir sehingga bisa menghasilkan sains, teknologi, dan menngatur perilaku manusia. Tanpa akal, pemikiran dan ilmu tak ada semua tersebut. Tapi hanya itu yang dapat diketahui dari akal. Jadi tak perlu dijelaskan lebih lanjut. Akal adalah khasiat yang khusus ada pada manusia.

Sedangkan definisi pemikiran berarti dua, proses berpikir dan hasil dari proses berpikir. Hasil dari pemikiran bisa berupa ilmu, sains, teknologi, undang-undang, sejarah, budaya dan lain-lain. Sekarang yang lebih penting adalah proses berpikir yang menghasilkan segala hasil di atas. Proses berpikir manusia adalah proses penginderaan terhadap fakta melalui panca indra kemudian diserap ke dalam otak kemudian dihubungkan dengan informasi terdahulu untuk diambil kesimpulan terhadap fakta tersebut. Dari definisi tersebut diketahui unsure-unsur proses berpikir ada 4 yaitu:

  1. Fakta (bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data. Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya (http://id.wikipedia.org/wiki/Fakta)
  2. Panca indra. Panca indra yaitu lima organ tubuh manusia yang mampu menerima rangsang dari luar. Lima organ ituyaitu mata, telinga, hudung, lidah dan kulit.
  3. Otak yaitu organ pusat syaraf manusia yang letaknya di kepala manusia.
  4. Informasi terdahulu, yaitu informasi yang telah disimpan manusia sebelum terjadi penginderaan agar dapat dihubungkan dengan penginderaan. Tanpa informasi terdahulu tak dapat terjadi pemikiran, tapi yag terjadi hanya penginderaan saja. Contoh: anak kecil yang belum tahu apa-apa menemukan HP. Dia hanya mengamati, mendengar, menempel, menyentuh, mencium bau, atau mengotak-atiknya, tapi dia tetap tidak tahu apa-apa sebelum diberitahu apa itu sebenarnya, apa gunanya dan bagaimana menggunakannya dengan benar. Setelah diberitahu baru dia tahu dan mengerti HP itu dan bisa menggunakannya dengan benar.

di atas tadi adalah tentang definisi pemikiran menurut Syaikh taqiyuddin an-nabhani dalam kitab At-tafkir. selain beliau ada banyak pula definisi proses berfikir menurut ilmuwan-ilmuwan barat. sebagai perbandingan aku tambahkan beberapa:

  1. Solso (1988) mengatakan bahwa berfikir merupakan proses yang

menghasilkan representasi mental yang baru melalui transformasi

informasi yang melibatkan interaksi yang kompleks antara berbagai

proses mental, seperti penilaian, abstraksi, penalaran, imajinasi, dan

pemecahan masalah

  1. Mayer (1988) mengatakan bahwa berfikir meliputi 3 komponen

pokok, yaitu:

1) Berfikir merupakan aktifitas kognitif

2) Berfikir merupakan proses yang melibatkan beberapa manipulasi

pengetahuan di dalam sistem kognitif

3) Berfikir diarahkan dan menghasilkan perbuatan pemecahan masalah.

  1. Masalah

Masalah adalah suatu kondisi yang memilioki potensi untuk

menimbulkan kerugian atau menghasilkan keuntungan yang luar biasa.

  1. Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah tindakan memberi respon terhadap

masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang.

  •  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa berpikir menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dl ingatan dan logika adalahpengetahuan tata kaidah berpikir atau jalan pikiran yg masuk akal.
  • Berpikir adalah proses otak mengolah dan menterjemahkan informasi (stimulus) yang masuk melalui panca indra kebahagian otak sadar atau bawah sadar yang menghasilkan arti dan sejumlah konsep (Johnson Alvonco).
  • Berpikir bertolak dari pengamatan dengan lima indra (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian (Wikipedia).
  • Menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu,menimbang-nimbang dalam ingatan (Kamus Besar)

kalau kita amati definisi-definisi berpikir di atas maka kita akan menemukan bahwa kabanyakan definisi berpikir di atas terlalu menekankan pada aspek pengolahan informasi. sama juga dengan aku dulu. aku dulu mendefinisikan berpikir sebagai proses mengolah data menjadi informasi sehingga terbentuk gambaran yang utuh lalu dapat dicari bagian yang hilang atau bagian yang ditanyakan. hal ini seperti mengumpulkan puzzle dan menatanya. kelemahan semua definisi yang tercantum dalam daftar di atas adalah mengabaikan fakta bahwa berpikir membutuhkan fakta, panca indra dan otak, padahal tanpa ketiga faktor ini mustahil manusia bisa berpikir. manusia yang tidak tahu fakta, tidak punya panca indra dan tak punya otak tak mungkin bisa berpikir. jangankan berpikir, hidup saja tidak bisa. itulah kenapa definisi yang aku jelaskan itu menjadi benar.

selain itu definisi yang aku jabarkan itu lebih sederhana. definisi dari syaikh Taqiyyuddin an-nabhani menjelaskan berpikir hanya menghubungkan antara informasi. ini dalah penjelasan yang sederhana, yang justru mampu menjelaskan segala proses berpikir. definisi ini menyangkut segala struktur dan metode berpikir yang dibentuk manusia seperti logika, deduktif, induktif, silogisme, mengingat, menghubungkan dan sebagainya.

selanjutnya setelah menjelaskan definisinya aku akan menjelaskan proses berpikir manusia. prosesnya sebenarnya persis seperti definisinya. metode berpikir manusia, yaitu proses berpikir yang berlaku sama di setiap kasus. proses ini digunakan oleh seluruh manusia sepanjang zaman. metode berpikir ini adalah metode rasional/ aqliyah.

metode rasional adalah metode berupa mengindera fakta melalui panca indra kemudian diserap ke dalam otak, lalu dihubungkan dengan informasi terdahulu. metode ilmiah berupa eksperimen pun pada dasarnya seperti ini. para ilmuwan mengamati objek dengan panca indra lalu mengaitkan dengan informasi yang mereka miliki, yaitu hipotesis, data, alat pengukuran dan sebaginya. kalau objek berperilaku hipotesis atau hipostesis terbukti oleh objek maka hipotesis terbukti lalu lahirlah teori ilmiah baru. sedangkan kalau perilaku objek berbeda dengan hipotesis maka hipotesis gagal dan ditolak. penelitian dimulai lagi dengan membuat hipotesis baru yang berbeda.

hal yang sama terjadi pada kehidupan sehari-hari. misalnya seorang turis tiba di tempat yang baru. maka dia melihat tanda-tanda jalan, peta atau melihat sekitar lalu mencocokkan dengan peta yang mereka miliki lalu menyesuaikan dengan langkah mereka dengan lokasi mereka berada. di sini mereka mencerap fakta (tanda jalan, lokasi) dengan panca indra (mata) lalu menyimpannya dengan otak lalu dihubungkan dengan informasi sebelumnya (peta, stasiun, hotel, dsb). masih banyak contoh lain yang bisa dibuat dengan metode ini.

setelah proses berpikir dilakukan maka dihasilkanlah buat yang disebut pemikiran. pemikiran ini bisa berupa pengetahuan, konsep, teori, pengertian, ilmu, sains, teknologi, hukum, reaksi dan sebagainya. pengetahuan hanya berupa pengenalan dasar atas benda atau berita tertentu. konsep dan teori berkaitan dengan upaya memahami fakta lalu mengkaitkannya untuk memahami apa yang terjadi dalam penelitian ilmiah. hal yang sama berlaku untuk sains. ilmu  berkaitan dengan ilmu agama yang disampaikan dan diterima melalui mendengar ustadz atau membaca kitab. jadi sumbernya pendengaran dan kitab. hukum termasuk fikih, undang-undang dan ijtihad berkaitan dengan fakta masalah di lapangan yang dialami orang-orang lalu mencari dalil yang berkaitan dalam nash kemudian dengan qiyas dikeluarkan ijtihadnya. reaksi berupa sikap yang dilakukan seseorang ketika menghadapi suatu peristiwa. kadang terjadi masalah. dengan berpikir dia menemukan sikap yang tepat sehingga dapat bereaksi dengan benar dan tepat. sains berkaitan dengan ilmu alam dan teknik juga teknologi seperti matematika, astronomi, fisika, kimia, biologi, geografi, kedokteran, akuntansi, manajemen dan sebagainya.

dengan mengetahui definisi akal dan pemikiran akan diketahui metode berpikir yang benar. dengan metode berpikir yang benar manusia akan menghasilkan beragam pengetahuan yang diperlukan untuk kehidupan manusia berupa kemajuan, kesejahteraan dan kebaikan bagi semua. darinya pula ditemukan pandangan hidup yang benar sehingga membangun indeologi yang benar dan baik bagi seluruh rakyat dan negara. dengan ideologi yang benar dan baik negara dan rakyat akan sejahtera serta membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *