pendaftaran PKL

aku semester 7 mau 8 ini. hari ini katanya mau pendaftaran PKL. pagi ini hujan deras. aku harus berangkat memakai mantel. aku ke ATM. aku mau transfer ke mbak Anis. tapi tdak bisa. aku ke pasar templek tempat mbak Anis jualan. di sana ku nunggu. aku duduk dalam hujan diteduhi payung. kadang masih ketetesan. aku bilang ke mbak anis tentang rencanaku. ada pembeli mau beli. aku bantu layani.

ada dua cara: mbak Anis transfer ke aku 15 ribu biar aku bisa penarikan tunai 50 ribu, penarikan tunai miimal ATM. atau aku setoran tunai 15 ribu ke bank biar penuh lalu tarik tunai. tapi malu. cara kedua aku transfer ke mbak Anis lalu mbak Anis mengembalikan ke aku. cara kembalinya bisa dia mencairkan atau dia kasih uang tunainya. singkatnya maksudku aku pinjam dia Rp 20 ribu nanti aku gantikan dengan transfer. aku pinjam dia Rp 30 ribu nanti aku balikin dengan cara transfer. aku dapat uangnya. aku pergi dulu.

aku ke ATM dekat rumahku. masih reparasi. ATMnya gak bisa penarikan tunai. masih reparasi. aku tunggu. aku transfer ke mbak Anis gak bisa. tadi pagi udah dapat nomer rekeningnya dan transfer gak bisa juga. aku coba penarikan tunai. Alhamdulillah bisa. dapat 50 ribu. aku balikin uang mbak anis yang aku pinjam tadi. biarun hujan aku terus jalan.

sekarang ditanganku ada Rp 70 ribu dari ATM dan pinjaman adikku kemarin Rp 20 ribu. aku ke tempat fotokopi. aku beli amplop coklat dan plastik CD. aku bungkusi DVD mas Yudha di tempat adikku. terus aku ke kampus dua UNISBA di pakunden. di sana aku nunggu kaprodi bareng teman-teman manajemen. aku kenalan sebagian. ada wahyu andriawan dan Rudi. kami nunggu dosen.

saat nunggu itu banyak pesanan skripsi bertubi-tubi. sayang aku gak bisa melayani. ini sama juga sama kejadian dulu. pulsa habis. aku hubungi adikku. aku datangi juga dia. aku bayar pulsa yang dulu sama pulsa sekarang plus pinjaman. 6 ribu + 6 ribu + 20 ribu = 32000. aku kasih 50 ribuku. kembali 18 ribu. aku balik ke kampus ketemu kaprodi. kami ketemu. kami dikasih stempel dan tanda tangan formulir pengajuan PKL. terus kami nunggu dosen pembimbing. dosen pembimbingku Bu Denok, dosenku yang sesuatu banget. kami nunggu. Pak Zaki kaprodiku minta fotokopi kwitansi bayar PKL. aku harus ambil.

aku pulang. aku mau ke kantor pos dulu, tapi di jala aku batal. aku pulang. aku ambil kwitansi lalu ke kantor pos. di sana aku dapat antrian lama. aku balik ke kampus. aku fotokopi dua kali ke siswa fotokopi tempat adikku. aku ke kampus ngasih fotopi itu. setelah itu nungu lama.

setelah lama baru Bu Denok muncul. kami ngpbrol soal PKL. bimbingan kapan. pengajuan judul. Bu Denok minta fotokpi formulir PKL. besok dia di kampus dua. rabu dia di kampus satu. selesai. setelah itu pulang.

aku ke kantor pos untuk kirim DVD yang diminta mas Yudha. aku dapat antrian lebh lama. gak papa. sekarang udah longgar. setelah nunggu sekian antrian aku dapat. aku kasih amplopnya. admin posnya nanya isinya lalu ngeluarin isinya. punyaku diisolasi. terus kasih ke dalam. pos selesai. sekarang bisa pulang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *