jalan panjang menuju menikah

dulu sewaktu mengaji aku sering disindiri oleh ustadz-ustadzku dan temanku. mereka sering tanya, kapan nikah? aku malu dan lama-lama sebel dengan pertanyaan itu.

dulu aku pernah disuruh nikah oleh musyrifku. aku jadi terpaksa mau dan senang. tapi setelah ta’aruf ternyata gak jadi. alasannya aku dinilai belum mampu mengurus keluarga. mengurus diri aja gak bisa apalagi memimpin keluarga. pola pikirnya aja belum dewasa. makanya itu aku harus belajar, termasuk menjadi dewasa.

sekarang karena aku tahu aku belum dewasa, aku harus banyak belajar. aku harus mengaji terus. harus belajar aqidah, fikih, akhlak, nafsiyah, bahasa arab, hadist, sirah dan lain-lain. aku merencanakan akan menikah nanti kalau sudah qasam jadi a’tho di hizbut tahrir. masih lama. kira-kira pas usia 28 tahun. 4 tahun lagi tergantung kondisi. kalau halaqah mengulang lagi ya mundur lagi.

sekarang juga jelas aku gak bisa nikah, sebab aku gak punya akte kelahiran. untuk mengurusnya aku harus bolak-balik Blitar Nglegok. untuk itu aku butuh sepeda motor. saudara-saudariku semua punya. cuma aku yang gak punya. (betapa sampahnya aku ini!). aku gak bisa pinjam sebab sudah sibuk mereka pakai. aku cuma bisa mengandalkan diriku untuk mencicil membeli motor.

nah, beli motor gak bisa kredit di leasing sebab menurut hukum islam haram. aku nanti cuma bisa beli cash atau mencicil ke seorang yang mau membelikanku cash lalu aku cicil ke dia. pilihan yang realistis adalah mengumpulkan uang sampai terkumpul seharga motor cash. nanti aku beli cash biar mabok tuh dealer. aku gak mau beli kredit selain haram aku juga gak punya jaminan masa depan. siapa tahu besok aku dipecat? siapa tahu besok mati? terus hutangku nanti gimana? terus di akhirat gimana?

kerjaanku sibuk full time pagi sampai sore pada jam kerja. aku gak bisa keluar gitu aja ngurus ke kantor-kantor. selain jam kerja mereka tutup. aku jadi gak bisa berharap.

kalau menikah nanti aku tidak mau buat acara besar. aku hanya mau bikin makan-makan dan acara sederhana. aku hanya ingin mengundang sedikit teman-teman dari HT dan keluarga asliku di Nglegok. aku ingin mengadakan pernikahan di Nglegok. anggaranku semoga gak sampai 1 juta amin.

menikah hanya akan terjadi padaku kalau terjadi keajaiban, yaitu Alloh memberikan jalanku, memberiku bantuan. itu artinya Alloh berkehendak aku menikah. kalau tidak ada jalan berarti aku ya tidak menikah. terpaksa. ini kondisi yang harus aku terima. jalan hidup sebagai single juga gpp. kalo pas kangen ke WTS aja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *