kalau cinta beda agama

Merdeka.com – Pada hari kamis, 4 September 2014 dua alumnus dan seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia meminta Mahkamah Konstitusi melegalkan pernikahan beda agama. Agata Yuvens, Anbar Jayadi, dan Lutfi Saputra adalah pemohon dari pengujian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan terhadap UUD 1945.  mereka meminta pemerintah melgalkan nikah beda agama. alasan mereka : “Kita kan tidak tahu akan bertemu dengan siapa ke depannya; akan suka sama siapa; akan kawin dengan siapa. Makanya, ketika melakukan perkawinan, negara harus menjamin hak-hak kita agar punya status hukum yang jelas,” kata Anbar di Gedung MK, Kamis (4/9/2014).”

Peneliti Human Right Watch (HRW), Andreas Harsono, menyatakan sangat mendukung upaya itu. Ia menyebutkan, salah satu prinsip dasar dalam perkawinan adalah kerelaan dari kedua orang yang terlibat dalam pernikahan. Hal ini sudah ditegaskan dalamInternational Covenant on Civil and Political Rights.

Ketua Moderate Muslim Society, Zuhairi Misrawi, mengatakan bahwa orang-orang yang melakukan pernikahan beda agama seharusnya mendapat pengakuan dari negara.Komnas HAM juga mendukung upaya uji materi itu untuk melegalkan pernikahan beda agama (Kompas.com, 5/9).

alasan mereka itu adalah alasan yang emosional dan romantis tapi tidak logis. sepertinya indah cinta dengan perasaan sampai beda agama, tapi dampaknya bagi kehidupan dan kenyataan di lingkungan masayarakat dan keluarga. selebritis Marcell pernah menyanyikan lagu bertema cinta beda agama ini:

peri cintaku – marcell
di dalam hati ini hanya satu nama
yang ada di tulus hati ku ingini
kesetiaan yang indah takkan tertandingi
hanyalah dirimu satu peri cintaku

benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu

aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi

benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu

aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi

bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh

(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)

tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi

(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)

tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi

kalau cinta beda agama berarti cinta dianggap lebih kuat daripada agama. sebab cinta dirasa hati adalah bagian yang kuat dalam kehidupan. sampai rela mencintai siapapun tak peduli agamanya. agama hanya dianggap aksesoris semata.

kalau cinta beda agama, cintanya romantis. cintanya cinta buta. benar-benar buta sampai tak melihat masa depan dan aturan keluarga nantinya. cinta beda agama itu membutakan akal sampai akhirat tak dipikirkan. aturan Tuhan pun dilanggar.

kalau cinta beda agama, cintanya memandang rupa dan hubungan. tak memperhatikan apa kata lingkungan dan orang-orang sekitar, budaya dan masyarakat. padahal ketika hidup nanti kita harus berhubungan dengan masyarakat dan budaya sesuai agama masing-masing. setiap agama punya budaya masing-masing. cinta beda agama hanya mementingkan hubungan tanpa peduli bagaimana hubungan dirinya dan kekasihnya dengan Tuhan. ketaqwaan dan kebaikan religius ditinggalkan diganti nilai-nilai moral yang bebas agama.

kalau cinta beda agama akhirnya pandangannya menjadi plural. semua agama dianggap sama. dia pikir esensinya sama walau jalannya berbeda. kalau begitu apa arti aturan-aturan itu? aturan-aturan itu relatif sesuai agamanya. yang penting ujungnya di sana. akhirnya pindah-pindah agama, doa bersama, ibadah bersama sampai tak satupun yang diikutinya.

anaknya nanti mau dibawa ke mana? ikut agama ayah atau ibu? nasabnya nanti ikut siapa sebab beda agama. anak itu nanti tak berhak dapat waris. dia juga tak boleh dapat wali. anak dan istri non muslim dianggap tak wajib dinafkahi. wanita muslim yang menikah dengan pria non muslim pernikahannya tidak sah. artinya hubungan mereka seterusnya sama dengan zina. setiap hari seumur hidup zina. doa besar tau nggak?

laki-laki muslim boleh menikahi wanita ahli kitab yang terjaga kehormatannya, tapi sekarang ahli kitab sudah berakhir. wanita-wanita non muslim di era kebebasan sekarang sangat banyak yang tidak menjaga kehormatannya. lagipula masih ada muslimah kenapa pilih non muslim? masih ada yang agama dan akhlaknya baik kenapa pilih yang beda agama?

apa karena cantik dan baik? apa karena sudah punya hubungan?

sudah punya hubungan pacar bisa diakhiri sebab tidak halal. kalau wajah cantik gimana bisa tenang kalau kelakuannya tidak baik seperti gila belanja, dandan, matre, manja, judes, malas. malah sakit hati bukan. wanita cantik kalau mulutnya berduri malah bikin sakit. punya istri cantik tapi mulut sama kelakuannya berduri tuh sakitnya di sini (hati).

tidak semua wanita cantik hatinya tidak baik. tapi wanita yang baik berada dalam lindungan agama islam. dalam islam sudah ada aturan akidah, pola pandanga dunia (agar tidak matre), pla perilaku dan akhlak yang baik. jadi jangan cinta langgar agama!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *