tujuan hidup teenlit

aku dulunya suka sama teenlit. contohnya fairish, Jingga dan senja, jingga dalam elegi, Dia tanpa aku, cinta andromeda dan lain-lain. Aku suka penulis-penulis seperti Esti Kinasih, Agens Jessica, Ilana Tan, Luna Torashyngu, dan sebagainya. teenlit itu cerita remaja yang kota banget, metropolitan, lucu dan sebagainya. teenlit biasanya bercerita cinta cewek remaja dan cowok kota yang diselingi berantem dan bahasa gaul ala jakarta. aku sukanya lagi karena dengan teenlit aku merasa punya kehidupan yang ideal walau tak sempurna. ku merasa punya pengalaman cinta melalui kehidupan para tokoh-tokoh itu. aku merasa hidup di sana. aku bisa belajar cara bicara dan cara cerita para tokoh itu.

tapi kemudian aku sadar aku tak bisa mengikuti kehidupan teenlit. kehidupan teenlit itu hanya ada di kota seperti jakarta. mereka adalah kehidupan anak-anak kota yang kaya, gaul dan modern. mereka semau mereka. mereka galau, sekuler liberal dan sebagainya. kehidupan mereka hanya diisi cinta dan pacaran. yang lain seolah-olah gak penting. arahnya nanti jadi orang dewasa yang sekuler, modern dan bebas.

kehidupanku gak bisa seperti itu walau gimanapun. aku ini pemuda miskin, kuper dan gak cakep kayak tokoh-tokoh itu. aku gak bisa pacaran sebab pacaran itu haram. gimana bisa pacaran kalo PDKT aja nggak bisa. modalku nol dan aku kartu mati. gak ada kenalan dan gak ada skill lagi.

jadi aku hidup di dunia yang berbeda. aku nggak bisa mengikuti teenlit dan mempraktekkan cerita yang ada di sana. aku hidup di dunia islam yang low profile dan punya aturan yang ketat.aku harus berdakwah menjadi muslim solihin.

aku berharap kalau bisaaku ingin mewujudkan dunia teenlit. dunia teenlit itu menurutku gemerlap, penuh harapan dan kebebasan. di sana ada dunia metropolitan, ada kota besar yang menjanjikan kemajuan. seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, malang, Bogor, Jogjakarta dan sebagainya.  dunia gemerlap itu yang aku inginkan.

aku harap aku bisa ke sana, tapi aku menjalani dua dunia yang bertentangan. aku ingin mempersatukan dua duniaku, tapi sepertinya gak bisa. dunia teenlit yang modern dan dunia islam, dunia nyata yang miskin atau kalau dibilang sederhana. aku diharuskan memilih dunia islam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *